# Artikel Terkait Forbes

Pusat Berita HTX menyediakan artikel terbaru dan analisis mendalam mengenai "Forbes", mencakup tren pasar, pembaruan proyek, perkembangan teknologi, dan kebijakan regulasi di industri kripto.

Dengan Nama Amal, demi Keuntungan Keluarga: Bagaimana Keluarga Trump Mengubah Amal Menjadi Penghasilan?

**Judul: Amal untuk Keluarga: Bagaimana Keluarga Trump Mengubah Amal Menjadi Keuntungan?** Artikel ini menyoroti pola perilaku Eric Trump, putra kedua mantan Presiden AS Donald Trump, dalam mengelola yayasan amal anak-anaknya (sekarang bernama Curetivity) dan perusahaan cryptocurrency American Bitcoin (ABTC). Inti investigasi menunjukkan penggunaan amal dan bisnis untuk mengalirkan dana kembali ke kepentingan keluarga Trump, disertai pengelolaan yang tidak transparan dan taktik komunikasi publik yang manipulatif. **Yayasan Amal (Curetivity):** * Didirikan dengan tujuan baik untuk mendanai penelitian kanker anak di St. Jude Hospital. * **Konflik Kepentingan:** Mulai 2011, yayasan rutin membayar biaya sewa dan layanan ke klub golf, hotel, dan properti milik Trump, seperti Mar-a-Lago, dengan total lebih dari $500,000. Tagihan ini bahkan ditandatangani oleh Eric sendiri, yang saat itu juga menjabat sebagai direktur yayasan. * **Penyajian yang Menyesatkan:** Eric terus mengklaim yayasan memiliki "biaya operasional terendah" karena menggunakan fasilitas Trump "gratis," padahal faktanya yayasan membayar. * **Setelah Investigasi:** Menanggapi laporan media dan investigasi kantor jaksa agung New York, Eric melakukan perubahan kosmetik (mengganti nama, mundur dari dewan), tetapi kegiatan penggalangan dana tetap berlangsung di properti Trump. Aliran dana menjadi lebih tidak jelas dalam laporan keuangan. **American Bitcoin (ABTC):** * Pola serupa diterapkan di perusahaan cryptocurrency ini, di mana Eric terlibat. * **Klaim yang Dipertanyakan:** Eric mempromosikan ABTC sebagai "mesin pencetak uang" yang dapat menambang Bitcoin dengan biaya 53% lebih murah dari harga pasar. Investigasi *Forbes* menemukan klaim ini menyesatkan. Sebagian besar Bitcoin perusahaan berasal dari pembelian menggunakan dana hasil penerbitan saham baru, bukan dari penambangan yang efisien. Biaya penuh per Bitcoin jauh lebih tinggi dari yang diklaim. * **Akibatnya:** Harga saham ABTC anjlok ~90% dari puncaknya, merugikan investor ritel miliaran dolar. Sementara itu, Eric dan "orang dalam" lainnya mendapatkan keuntungan besar dari saham yang mereka peroleh dengan biaya sangat rendah. * **Respons Eric:** Menghadapi kritik, Eric tidak menjelaskan perhitungan biaya, tetapi menyerang media (Forbes) sebagai "senjata politik" dan memamerkan statistik positif lain. **Pola Umum:** Artikel ini menggambarkan pola berulang: (1) Membangun narasi publik yang menarik ("amal untuk anak-anak", "perusahaan crypto super efisien"). (2) Di balik layar, terjadi aliran dana atau keuntungan ke entitas keluarga Trump dengan pengelolaan yang dipertanyakan. (3) Saat terungkap, responsnya adalah penolakan keras, menyalahkan media atau motif politik, dan melakukan perubahan formal minimal untuk meredakan tekanan. (4) Setelah sorotan mereda, operasi berlanjut, dan keluarga Trump tampil sebagai "korban" yang akhirnya dibenarkan. Pola ini memungkinkan mereka terus mendapatkan keuntungan finansial dan politik.

marsbit06/17 09:58

Dengan Nama Amal, demi Keuntungan Keluarga: Bagaimana Keluarga Trump Mengubah Amal Menjadi Penghasilan?

marsbit06/17 09:58

Atas Nama Amal, Kepentingan Keluarga: Bagaimana Keluarga Trump Mengubah Amal Menjadi Keuntungan?

Artikel ini menginvestigasi bagaimana keluarga Trump, khususnya putra kedua Donald Trump, Eric Trump, diduga memanfaatkan yayasan amal dan perusahaan kripto untuk mengalihkan dana kembali ke bisnis keluarga. Diawali dengan pembelaan Eric di X menyangkut perusahaan kripto American Bitcoin (ABTC), yang sahamnya anjlok ~90%. Eric kemudian mengalihkan pembicaraan ke yayasan amal kanker anaknya, yang didirikan dengan niat baik dan telah menyumbang >$25 juta ke rumah sakit St. Jude. Namun, investigasi Forbes mengungkap setidaknya $500,000 dari dana yayasan (2011-2016) dialirkan kembali ke bisnis keluarga Trump melalui sewa tempat di klub golf dan properti Trump lainnya, dengan keterlibatan orang dalam seperti Dan Scavino. Polanya: publikasi pencapaian besar (misal, "biaya terendah"), penyangkalan, lalu penguburan dokumen. Skandal 2016 memaksa restrukturisasi dan perubahan nama menjadi Curetivity, namun aktivitas penggalangan dana tetap berlangsung di properti Trump, berpotensi menyuntikkan ratusan ribu dolar ke bisnis keluarga. Pola serupa terlihat di American Bitcoin, di mana Eric mengklaim biaya penambangan Bitcoin 53% lebih murah, tetapi laporan keuangan menunjukkan biaya sebenarnya mendekati $90,000 per koin. Sementara nilai saham runtuh dan investor rugi, kekayaan pribadi Eric justru melonjak. Respons Eric terhadap kritik konsisten: menyerang media dan memposisikan diri sebagai korban persekongkolan politik.

链捕手06/17 09:50

Atas Nama Amal, Kepentingan Keluarga: Bagaimana Keluarga Trump Mengubah Amal Menjadi Keuntungan?

链捕手06/17 09:50

Editorial Forbes, Sinyal Short Paling Akurat di Dunia Crypto?

Penulis: Curry, Deep Tide TechFlow Bitcoin baru-baru ini anjlok ke US$60.000, mencatat penurunan satu hari terbesar sejak runtuhnya FTX. Michael Saylor, sang "Alkimis Bitcoin" yang menjadi sampul Forbes Januari 2025, kini mencatat kerugian mengambang US$6,5 miliar. Perusahaan MicroStrategy-nya memegang 713.000 Bitcoin dengan harga rata-rata US$76.052. Artikel ini menyoroti pola menarik: sampul Forbes seringkali menjadi sinyal puncak pasar. Tiga tokoh kripto yang pernah menjadi sampul—CZ (2018), SBF (2021), dan Saylor (2025)—semuanya diikuti oleh kehancuran besar. Bitcoin turun 58%, 25 tahun penjara untuk SBF, dan penurunan 40% masing-masing. Konsep "indikator sampul majalah" Wall Street berpendapat bahwa ketika sebuah tren mencapai sampul media arus utama, itu seringkali adalah puncaknya. Forbes bukanlah nabi; mereka meliput sebuah cerita tepat ketika itu paling panas dan pasar paling euphoria. Satu-satunya pengecualian adalah Justin Sun (Maret 2025), yang diikuti kenaikan harga. Namun, kemunculannya yang berdekatan dengan Saylor justru mengonfirmasi puncak pasar—ketika sampul mulai bermunculan, itu sendiri adalah sinyal. Pelajaran utamanya: bull market tidak berakhir dalam kepanikan, tetapi di atas sampul majalah. Ketika semua orang—media arus utama, sopir taksi, keluarga—mulai membicarakan kisah yang sama, itulah waktunya untuk mempertimbangkan posisi Anda. Para bos bisa berganti, tapi pasar bear yang panjang selalu dibayar oleh retail.

marsbit02/06 09:48

Editorial Forbes, Sinyal Short Paling Akurat di Dunia Crypto?

marsbit02/06 09:48

活动图片