# Artikel Terkait FATF

Pusat Berita HTX menyediakan artikel terbaru dan analisis mendalam mengenai "FATF", mencakup tren pasar, pembaruan proyek, perkembangan teknologi, dan kebijakan regulasi di industri kripto.

Tiger Research: Agen AI pun Perlu Kartu Identitas

Laporan Tiger Research membahas urgensi standar verifikasi identitas untuk agen AI (KYA - Know Your Agent), seiring kemampuannya yang kini dapat menjalankan kontrak, pembayaran, dan transaksi secara mandiri. **Inti Masalah:** Dalam interaksi antar-agen (A2A), tidak ada standar untuk memverifikasi identitas dan legitimasi agen, menimbulkan risiko seperti transaksi tidak sah, penipuan, dan kekosongan tanggung jawab. KYA dibutuhkan terutama saat agen independen beroperasi di lingkungan terbuka seperti DEX atau pembayaran A2A, bukan di dalam platform terpusat seperti Google atau OpenAI yang telah memiliki KYC. **Pemain Utama & Pendekatan:** Persaingan standar melibatkan empat pendekatan berbeda: 1. **ERC-8004:** Standar berbasis blockchain yang menggunakan NFT sebagai ID unik agen. 2. **Visa TAP:** Memanfaatkan jaringan pembayaran Visa untuk menerbitkan "kunci" identitas bagi agen. 3. **Trulioo:** Mengadaptasi model sertifikat SSL/Digital Passport untuk memverifikasi pengembang dan pengguna agen. 4. **Sumsub:** Fokus pada deteksi perilaku anomali dan verifikasi ulang pengguna di balik agen saat transaksi berisiko terjadi. **Lanskap Regulasi:** Regulator seperti Uni Eropa (AI Act), Singapura (kerangka kerja AI nasional), dan AS (NIST) telah mulai mengatur manajemen identitas agen. Dinamika ini mirip dengan aturan perjalanan FATF 2019 di industri crypto, yang akan memisahkan pelaku yang mampu beradaptasi dengan yang tidak. **Kesimpulan:** Pasar KYA tidak akan dimenangkan oleh satu pemain tunggal. Masing-masing pendekatan akan mendominasi ceruk berbeda (blockchain, pembayaran, sektor teratur, deteksi penipuan). Kecepatan adopsi infrastruktur identitas akan menjadi penentu kunci, dengan jendela waktu untuk skala besar kemungkinan terjadi dalam beberapa tahun mendatang.

marsbit05/09 07:11

Tiger Research: Agen AI pun Perlu Kartu Identitas

marsbit05/09 07:11

Apa yang Akan Terjadi dengan Regulasi Pasar Kripto di Rusia pada Tahun 2026

Ringkasan: Pada tahun 2026, Rusia diperkirakan akan mengalami perubahan signifikan dalam regulasi pasar kripto, beralih dari zona abu-abu yang telah berlangsung lama ke era regulasi yang ketat namun adil. Tahun 2025 telah memperjelas urgensi regulasi menyeluruh karena empat alasan utama: pertumbuhan pasar gelap pertukaran P2P yang signifikan, tidak adanya mekanisme penjualan legal bagi penambang untuk menjual kripto yang ditambang di dalam negeri, vakum hukum seputar stablecoin, dan tekanan dari penilaian FATF. Akibatnya, bank melakukan pemblokiran rekening massal terhadap transaksi mencurigakan berdasarkan undang-undang anti-pencucian uang. Penambang, meski legal, terpaksa menjual aset mereka di luar negeri atau menggunakan pasar gelap. Status hukum stablecoin yang tidak jelas menimbulkan ketidakpastian perpajakan dan perlindungan hukum. Pada 2026, diperkirakan akan diperkenalkan lisensi untuk bursa dan platform pertukaran kripto, kemungkinan dikeluarkan oleh Bank Sentral Rusia. Masa transisi akan diberikan kepada pelaku pasar, dengan larangan penuh terhadap aktivitas tanpa lisensi pada 2027. Pembatasan juga akan diterapkan untuk investor ritel. Regulasi baru diharapkan dapat mengakui stablecoin sebagai aset terpisah, memberikan status hukum yang jelas. Tahun 2026 diprediksi akan menjadi titik balik bagi industri kripto Rusia dengan terciptanya segmen perdagangan kripto yang legal dan diawasi.

RBK-crypto01/05 08:44

Apa yang Akan Terjadi dengan Regulasi Pasar Kripto di Rusia pada Tahun 2026

RBK-crypto01/05 08:44

活动图片