# Artikel Terkait Keahlian

Pusat Berita HTX menyediakan artikel terbaru dan analisis mendalam mengenai "Keahlian", mencakup tren pasar, pembaruan proyek, perkembangan teknologi, dan kebijakan regulasi di industri kripto.

A7 akan menyediakan pasar dengan keahlian unik dalam perhitungan dengan stablecoin

Mulai 1 September 2026, undang-undang "Tentang Mata Uang Digital dan Hak Digital" akan berlaku di Rusia, menetapkan aturan untuk peredaran mata uang kripto dan memperluas instrumen bagi importir serta eksportir. Perusahaan A7, yang menggunakan stablecoin rubel terbesar A7A5 dan telah memiliki pengalaman dalam operasi aset digital, menyatakan kesiapannya untuk berbagi keahlian unik ini dengan pelaku usaha di bidang perdagangan luar negeri. Menurut Oleg Ogienko, Direktur Hubungan Pemerintah dan Koneksi Internasional untuk proyek A7A5, para spesialis di perusahaannya telah mengembangkan keahlian mendalam yang kini sangat dibutuhkan. Ia menyoroti pengalaman A7 dalam penyelesaian legal transaksi semacam itu, tata kelola kepatuhan (compliance), kontrol mata uang, dan interaksi dengan pelaku infrastruktur. Setelah undang-undang berlaku, A7 akan terus menerapkan keahlian ini untuk operasi klien dan berencana menyesuaikan proses bisnisnya seiring dengan diterbitkannya peraturan pelaksanaan dari Bank Sentral Rusia. Bank Sentral Rusia sebelumnya telah menjelaskan bahwa eksportir dan importir dapat melakukan penyelesaian pembayaran lintas batas dalam mata uang digital, baik melalui perantara maupun langsung. Namun, penggunaan aset digital di dalam negeri tetap akan dibatasi. Semua persyaratan bagi operator dan peserta dalam penyelesaian akan diatur lebih lanjut dalam peraturan pelaksanaan. Sebelumnya, A7 menyebutkan bahwa keunggulan utama model regulasi aset kripto yang dikembangkan di Rusia adalah tingkat kebebasan transaksi yang tinggi dalam perdagangan luar negeri, sambil mencatat beberapa batasan bagi individu dan konsentrasi sistem di sekitar bank, yang berpotensi menghambat pengembangan pasar aset digital Rusia.

cryptonews.ru07/29 20:23

A7 akan menyediakan pasar dengan keahlian unik dalam perhitungan dengan stablecoin

cryptonews.ru07/29 20:23

Paradoks Otomatisasi: Semakin Kuat AI, Semakin Sibuk Manusia

Inti dari artikel ini adalah paradoks otomatisasi: semakin canggih AI, semakin banyak pekerjaan yang perlu dilakukan manusia. Penulis dari Every, yang telah mengintegrasikan berbagai AI Agent ke dalam alur kerja (seperti coding, penulisan, dan dukungan pelanggan), mengamati bahwa alih-alih digantikan, peran manusia justru berubah. AI membuat kemampuan masa lalu (seperti menulis kode atau konten dasar) menjadi murah dan tersedia luas, yang menyebabkan banjir output yang seragam dan generik. Akibatnya, keahlian manusia justru menjadi lebih kritis. Peran beralih dari pelaksana menjadi perancang kerangka kerja, pengawas kualitas, penentu arah strategis, dan pembuat keputusan yang memahami konteks spesifik. Contohnya, ketika semua orang bisa membuat kode, insinyur justru lebih banyak mereview, merancang sistem, dan memutuskan kode mana yang layak digabungkan. Tes benchmark yang menunjukkan peningkatan kemampuan AI sebenarnya mengukur kinerja dalam "kerangka" yang ditetapkan manusia. Begitu AI menguasai satu kerangka, manusia akan bergerak ke kerangka masalah yang lebih kompleks, sehingga tetap selangkah di depan. Artikel ini menyimpulkan bahwa meskipun AI semakin kuat, ia tetap alat yang menjalankan tujuan manusia. Nilai kerja manusia tidak hilang, tetapi bergeser ke area yang lebih bernuansa: menentukan apa yang layak dikerjakan, mengapa, dan seberapa baik hasilnya. Masa depan kerja pengetahuan adalah manusia sebagai perancang kerangka, pemelihara sistem, penilai kualitas, dan pemberi makna.

marsbit05/24 07:24

Paradoks Otomatisasi: Semakin Kuat AI, Semakin Sibuk Manusia

marsbit05/24 07:24

活动图片