# Artikel Terkait Pengambilan Keputusan

Pusat Berita HTX menyediakan artikel terbaru dan analisis mendalam mengenai "Pengambilan Keputusan", mencakup tren pasar, pembaruan proyek, perkembangan teknologi, dan kebijakan regulasi di industri kripto.

AI Jadi Bos, Hampir Bikin 10 Perusahaan Bangkrut…

AI Diberikan Peran sebagai CEO, 10 Perusahaan Hampir Bangkrut Sebuah eksperimen dari Princeton University, CEO-Bench, menguji kemampuan 14 model AI (termasuk GPT-5.5, Claude Opus, Gemini) untuk menjalankan perusahaan SaaS virtual dengan modal awal $1 juta selama 500 hari. Hasilnya dramatis: 10 model mengalami kegagalan, 5 di antaranya bangkrut sebelum simulasi berakhir. Hanya 3 model AI yang menghasilkan laba: Claude Fable 5 (juara dengan $47.15 juta), Claude Opus 4.8 ($27.8 juta), dan GPT-5.5 ($21.3 juta). Yang mengejutkan, peringkat keempat diraih oleh algoritma berbasis aturan (rule-based) sederhana yang meraup $15.76 juta, mengalahkan banyak model canggih. Kunci pembelajaran: 1. **Eksplorasi > Kehati-hatian:** Model yang sukses (seperti GPT-5.5 dan Opus 4.8) aktif mencoba strategi baru dan beradaptasi. Model yang terlalu konservatif hanya bisa bertahan, tidak untung. 2. **Kemampuan Krusial:** CEO AI yang baik perlu mampu menemukan informasi tersembunyi, memprediksi masa depan, beradaptasi cepat terhadap perubahan, dan merencanakan ke depan. 3. **Agent Pemrograman Bukan Solusi Ajaib:** Menggunakan agent pemrograman (seperti Claude Code) untuk peran CEO justru menurunkan performa. Tampaknya, dibutuhkan kerangka kerja (harness) yang spesifik untuk setiap bidang/industri. Eksperimen ini menyoroti bahwa meski AI unggul dalam eksekusi dalam parameter yang ditetapkan, "intuisi" untuk membuat kerangka strategis mendasar — seperti matriks legendaris Steve Jobs yang menyelamatkan Apple — masih menjadi domain manusia.

marsbit06/29 09:11

AI Jadi Bos, Hampir Bikin 10 Perusahaan Bangkrut…

marsbit06/29 09:11

12,9 Juta Peserta Ujian: Musim Panas Pertama di mana Nasib Diserahkan pada AI

Ujian masuk perguruan tinggi tahun 2026 menandai pertama kalinya AI berskala besar terlibat dalam skenario pengambilan keputusan hidup warga Tiongkok, khususnya dalam pengisian formulir pilihan jurusan untuk 12,9 juta peserta ujian. Sebelumnya, bisnis konsultasi pilihan jurusan merupakan industri besar yang dibangun di atas *information gap* (kesenjangan informasi), dengan harga layanan konsultasi personal mencapai puluhan ribu yuan. Kini, hampir semua produk AI utama, seperti Alibaba's Qianwen, Tencent's Yuanbao, Baidu, dan Doubao, menawarkan *agent* atau fitur serupa untuk analisis dan rekomendasi pilihan jurusan secara gratis. Mereka mengolah data standar seperti nilai, peringkat, nilai batas penerimaan tahun-tahun sebelumnya, serta preferensi pribadi, untuk menghasilkan laporan dan skema pilihan "serang, aman, jaga" dalam hitungan detik. Intervensi AI ini menciptakan kemungkinan baru untuk pemerataan informasi (*information equality*). Bagi banyak keluarga, terutama di daerah pedesaan atau kota kecil yang kurang memiliki akses sumber daya, AI memberikan panduan dasar yang sebelumnya tak terjangkau. Kualitas analisisnya relatif sama, terlepas dari latar belakang pengguna. Ini adalah momen paling dekat dengan pemerataan informasi dalam sistem pendidikan Tiongkok dalam bertahun-tahun. Namun, di balik efisiensi dan rasionalitasnya, muncul pertanyaan mendalam. Rekomendasi AI cenderung utilitarian, berfokus pada rasio hasil-investasi, tingkat pekerjaan, dan gaji rata-rata, sehingga berpotensi meredam keberagaman pilihan dan gairah individu. AI dapat membantu menghindari kesalahan teknis dalam formulir, tetapi tidak dapat menggantikan kebingungan dalam perjalanan hidup panjang atau kebebasan untuk membuat pilihan yang mungkin "keliru". Tahun 2026 mungkin akan dikenang sebagai tahun di mana AI mulai memengaruhi pilihan hidup orang biasa di Tiongkok. Saat kesenjangan informasi mulai terkikis, tantangan sesungguhnya adalah apakah kita masih mau dan mampu mempertanggungjawabkan pilihan kita sendiri di era algoritma yang semakin cerdas ini.

marsbit06/11 00:52

12,9 Juta Peserta Ujian: Musim Panas Pertama di mana Nasib Diserahkan pada AI

marsbit06/11 00:52

活动图片