# Artikel Terkait Kripto

Pusat Berita HTX menyediakan artikel terbaru dan analisis mendalam mengenai "Kripto", mencakup tren pasar, pembaruan proyek, perkembangan teknologi, dan kebijakan regulasi di industri kripto.

Circle mendapatkan persetujuan akhir dari OCC untuk bank trust nasional guna memperkuat infrastruktur USDC

Circle telah menerima persetujuan akhir dari Kantor Pengawas Mata Uang AS (OCC) untuk mendirikan bank trust nasional dengan nama Circle National Trust. Persetujuan ini menandai pencapaian regulasi besar yang menempatkan infrastruktur kunci untuk stablecoin USDC di bawah pengawasan perbankan federal langsung. Bank trust nasional ini, yang akan beroperasi dengan nama First National Digital Currency Bank, N.A., awalnya akan menyediakan layanan penitipan aset digital fidusia untuk Circle dan afiliasinya. Ini membuka jalan untuk menawarkan layanan serupa kepada klien institusional terbatas, seperti bank dan lembaga keuangan teratur. Persetujuan ini juga dirancang untuk mendukung manajemen cadangan USDC di masa depan di bawah pengawasan OCC, sehingga memperkuat infrastruktur USDC melalui penitipan aset yang diatur secara federal. CEO Jeremy Allaire menyebut langkah ini sebagai langkah penting dalam membawa infrastruktur blockchain ke dalam sistem keuangan AS, memberikan transparansi dan kepercayaan yang lebih besar bagi institusi. Circle termasuk di antara beberapa perusahaan aset digital, termasuk Ripple dan Fidelity Digital Assets, yang mendapat persetujuan bersyarat dari OCC pada akhir 2025, dan kini telah maju ke tahap operasional final. Ini mencerminkan tren regulator di AS yang semakin mengintegrasikan penyedia infrastruktur crypto ke dalam kerangka perbankan yang ada.

ambcrypto07/10 14:12

Circle mendapatkan persetujuan akhir dari OCC untuk bank trust nasional guna memperkuat infrastruktur USDC

ambcrypto07/10 14:12

Jebakan Arbitrase Kecerdasan Bittensor: Modal Hanya Spekulasi Token, AI Berkualitas Tak Ada yang Mau Bayar

**Bittensor dan Jebakan Arbitrase Kecerdasan: Modal Hanya Spekulasi Token, AI Berkualitas Tak Terbayar** Bittensor, jaringan AI terdesentralisasi yang menggunakan token TAO untuk memberi insentif pengembangan AI, menghadapi kritik mendasar: sistemnya lebih mendorong spekulasi token daripada penghargaan atas nilai AI yang sesungguhnya. Jaringan ini terbagi menjadi sekitar 128 subnet, masing-masing dengan token Alpha-nya sendiri. Alur insentifnya menciptakan siklus swaperkuat: membeli Alpha -> harga naik -> subnet dapat alokasi TAO lebih besar -> TAO dibagikan ke pemegang Alpha -> pemegang beli lebih banyak. Dengan demikian, alokasi modal ditentukan oleh harga token, bukan kualitas atau utilitas sebenarnya dari model atau layanan AI yang dihasilkan. Ini menciptakan ekonomi "uang mengejar uang". Terdapat kerentanan dalam mekanisme penilaian, seperti risiko kolusi jika suatu kelompok menguasai lebih dari setengah kekuatan stake di sebuah subnet, serta praktik "penyalinan nilai" oleh validator yang malas. Meski memiliki potensi untuk mendemokratisasi AI dan telah melahirkan inovasi nyata (seperti model Covalent yang didistribusikan), sistem saat ini masih bergelut untuk mengaitkan insentif dengan nilai riil dan penggunaan pelanggan. Dengan aplikasi ETF Bittensor dari Grayscale dan Bitwise yang sedang menunggu persetujuan SEC, risiko dan peluangnya semakin besar. Sementara ini dapat membawa modal tradisional dan pengawasan ketat yang mungkin memaksa perbaikan sistem, investor ritel perlu waspada terhadap kompleksitas dan "cacat bawaan" dalam mekanisme insentif yang belum sepenuhnya teruji ini. Potensi besar Bittensor terletak pada janjinya untuk AI terbuka dan terdesentralisasi, tetapi jalan menuju realisasi nilai berkelanjutan masih panjang.

Foresight News07/10 11:10

Jebakan Arbitrase Kecerdasan Bittensor: Modal Hanya Spekulasi Token, AI Berkualitas Tak Ada yang Mau Bayar

Foresight News07/10 11:10

活动图片