# Artikel Terkait Kripto

Pusat Berita HTX menyediakan artikel terbaru dan analisis mendalam mengenai "Kripto", mencakup tren pasar, pembaruan proyek, perkembangan teknologi, dan kebijakan regulasi di industri kripto.

Coinbase: Evolusi dari Proyek Pinggiran Menjadi Infrastruktur Keuangan Global

Coinbase, yang didirikan pada 2012 oleh Brian Armstrong, berevolusi dari proyek Y Combinator menjadi infrastruktur keuangan global dengan strategi unik: memprioritaskan kepatuhan regulasi di AS saat pesaing menghindarinya. Keputusan ini terbukti krusial setelah keruntuhan Mt. Gox, menjadikannya "safe haven" cryptocurrency. Perusahaan menghadapi konflik internal pada 2020, termasuk pemecatan 5% karyawan yang menentang kebijakan "non-politik" dan tuduhan diskriminasi rasial. Coinbase juga terlibat dalam kasus insider trading pertama di industri crypto, yang memicu gugatan SEC. Pada 2024, Coinbase meluncurkan serangan balik melalui lobi politik agresif, menggelontorkan $119 juta untuk mempengaruhi pemilu AS dan menggulingkan senator anti-crypto. Strategi ini berhasil meredakan tekanan regulasi. Model bisnisnya bertransformasi dari ketergantungan pada komisi transaksi (96% pendapatan 2020) ke layanan berlangganan dan custodial, termasuk penerbitan USDC dan dominasi 85% pasar custodial ETF Bitcoin AS. Coinbase juga mengembangkan Base, jaringan Layer 2 tanpa token native, dan berambisi menjadi "super app" Web3. Namun, dominasinya menimbulkan risiko sistemik, termasuk konsentrasi custodial dan potensi tantangan dari raksasa keuangan tradisional seperti Fidelity. Pada 2026, Coinbase tidak hanya menjadi bursa, tetapi penjaga gerbang dunia on-chain dan infrastruktur keuangan global, dengan tantangan baru dalam mengelola tanggung jawab sistemiknya.

marsbit01/19 06:36

Coinbase: Evolusi dari Proyek Pinggiran Menjadi Infrastruktur Keuangan Global

marsbit01/19 06:36

Perang Institusi Melingkupi Dunia Kripto: Tiga Jebakan Mematikan yang Dibongkar, Panduan Inti untuk Menghindari Jerat bagi Investor Retail

Analisis Qinglan: 3 Jebakan Mematikan dari Institusi untuk Trader Retail di Pasar Crypto Pasar crypto kembali panas dengan berita positif: London Stock Exchange (LSE) mengadopsi penyelesaian berbasis blockchain, volume perdagangan pasar prediksi tembus $700 juta, dan tingkat keberhasilan pembayaran USDT di Vietnam mencapai 97%. Namun, di balik euforia ini, Qinglan memperingatkan tiga jebakan berbahaya yang dapat menghapus modal investor retail. 1. **"Perebutan Kekuasaan" oleh LSE:** Adopsi blockchain oleh LSE bukanlah bentuk legitimasi, melainkan strategi institusi tradisional untuk menguasai harga dan aturan aliran dana on-chain. Investor retail hanya akan jadi pihak yang dirugikan. *Saran:* Hindari spekulasi jangka pendek pada "token konsep institusi", berpegang pada investasi spot jangka panjang. 2. **"Sabit Profesional" di Pasar Prediksi:** Lonjakan volume perdagangan didorong oleh institusi Wall Street dengan model quant, informasi orang dalam, dan strategi arbitrase. Retail kalah telak dalam hal informasi dan teknologi. *Saran:* Gunakan hanya dana santai untuk pasar ini, jangan jadikan sebagai investasi utama. 3. **"Euforia Semu" Pembayaran Stablecoin di Vietnam:** Tingkat keberhasilan 97% di Vietnam bersifat spesifik karena digunakan sebagai lindung nilai inflasi dan sistem pembayaran mobile yang sudah matang. Namun, kendala seperti krisis kepercayaan, kecepatan transaksi lambat, dan adopsi terbatas menyulitkan replikasi di tempat lain. *Saran:* Lihat ini sebagai tanda adopsi nyata, tetapi tetap berpegang pada aset utama seperti BTC dan ETH untuk investasi jangka panjang. **Kesimpulan:** Untuk bertahan, retail harus menghindari FOMO pada token institusi, tidak all-in pada sektor berisiko tinggi, dan fokus pada investasi jangka panjang di aset kripto utama. Pisahkan dana investasi dan dana hiburan untuk menghindari jebakan institusi.

marsbit01/19 05:41

Perang Institusi Melingkupi Dunia Kripto: Tiga Jebakan Mematikan yang Dibongkar, Panduan Inti untuk Menghindari Jerat bagi Investor Retail

marsbit01/19 05:41

活动图片