Bloomberg Mengungkap: Bagaimana Orang Kaya China Mengatasi Batas 50.000 Dolar per Tahun untuk Memindahkan Aset?
Penelitian Bloomberg mengungkap cara orang kaya China menghindari batas penukaran valuta asing sebesar $50.000 per tahun. Meski kontrol modal ketat diterapkan sejak 1994 dan diperkuat pasca 2015, diperkirakan $150 miliar masih bocor setiap tahun melalui lima jalur utama:
1. **Jaringan Hawala/“Duiqiao”**: Transfer terbesar tanpa dana fisik melintasi batas. Uang RMB disetor ke rekening dalam negeri, dan mitra luar negeri menyetorkan mata uang asing ke rekening klien di luar negeri.
2. **“Semut Pindah”**: Menggunakan kuota $50.000 legal banyak orang untuk dikirim ke satu rekening luar negeri, namun kini diburu algoritma.
3. **Pemalsuan Faktur Perdagangan**: Perusahaan menaikkan nilai faktur impor atau menurunkan nilai ekspor untuk mengalirkan dana ke perusahaan shell luar negeri.
4. **Migrasi Saluran**: Beralih dari broker online yang dilarang ke jalur manajemen kekayaan lintas batas bank besar (seperti BOC Hong Kong) atau program QDII yang disetujui negara.
5. **Pengaturan Struktural**: Menggunakan kombinasi perwalian keluarga lepas pantai, asuransi jiwa Hong Kong, dan program investasi imigrasi.
Regulator merespons dengan fokus baru pada individu, bukan hanya perusahaan. Penerapan CRS sejak 2024 membuat rekening luar negeri warga China di 100+ negara menjadi transparan bagi otoritas pajak. Cryptocurrency seperti USDT juga telah menjadi target penindakan hukum. Dengan lebih dari 6,2 juta rumah tangga kaya di China, tekanan untuk mendiversifikasi aset ke luar negeri tetap kuat di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik.
marsbit06/04 03:00