# Artikel Terkait Risiko Kredit

Pusat Berita HTX menyediakan artikel terbaru dan analisis mendalam mengenai "Risiko Kredit", mencakup tren pasar, pembaruan proyek, perkembangan teknologi, dan kebijakan regulasi di industri kripto.

Strive Rugi Besar di Laporan Keuangan Mengingatkan: Tekanan Saham Preferen Strategy Telah Menyebar ke Seluruh Lini Perbendaharaan Bitcoin

Artikel ini membahas dampak risiko keuangan dari saham preferen yang diterbitkan oleh perusahaan cadangan bitcoin, dengan fokus pada kasus Strive dan Strategy. Strive, perusahaan cadangan bitcoin terbesar ketujuh, mengungkapkan kerugian sebesar $7,08 juta dalam 8 hari pada portofolio saham preferen STRC milik Strategy, meskipun jumlah sahamnya tidak berubah. Hal ini menunjukkan bagaimana penurunan nilai saham preferen dapat menyebar ke seluruh sektor melalui kepemilikan silang antar perusahaan. Strategy merespons dengan memperkenalkan kerangka kerja manajemen risiko kredit baru, termasuk meningkatkan dividen tahunan STRC menjadi 12%, aturan cadangan tunai, serta rencana pembelian kembali saham dan penjualan bitcoin untuk mendukung struktur modalnya. Namun, kalkulator nilai wajar pihak ketiga untuk STRC hanya memperkirakan nilai $49,887 per saham, jauh di bawah nilai nominal, menyoroti ketergantungan kuat valuasi pada keberlanjutan pembayaran dividen. Pasar kini mempertimbangkan dua skenario: apakah risiko terisolasi hanya pada Strategy, atau akan menyebar ke seluruh industri jika diskon terhadap nilai nominal STRC dan saham preferen lainnya seperti SATA milik Strive terus berlanjut, serta jika rencana penjualan bitcoin benar-benar dilakukan. Indikator kunci untuk dipantau adalah tingkat diskon saham preferen, kemampuan menutup dividen dengan kas, dan potensi peningkatan penjualan aset.

Foresight News07/09 07:13

Strive Rugi Besar di Laporan Keuangan Mengingatkan: Tekanan Saham Preferen Strategy Telah Menyebar ke Seluruh Lini Perbendaharaan Bitcoin

Foresight News07/09 07:13

Setelah IPO, SpaceX Lakukan Penjualan Obligasi Masif yang 'Memancing Amarah' Pasar, Dihadapi Aksi Jual Gencar

Setelah IPO rekor, penerbitan obligasi besar SpaceX senilai $250 miliar menghadapi penjualan berat di pasar sekunder. Obligasi perusahaan dengan rating investasi BBB ini mengalami pelemparan intensif hanya dalam 48 jam, membuat spread-nya melebar mendekati level obligasi junk. Yield obligasi 10 tahun naik ke hampir 6%, dengan spread melebihi 160 bps. Pasar terkejut dengan kecepatan koreksi ini. Pesanan awal hampir $90 miliar didorong oleh "uang cepat" spekulatif, bukan investor jangka panjang. Kombinasi penurunan valuasi pasca-IPO, ukuran penerbitan besar, dan ketidakpastian dalam menilai risiko unik perusahaan menciptakan "badai sempurna". Investor obligasi mengkhawatirkan fundamental: SpaceX rugi $4,9 miliar pada 2025 meski revenue $18,7 miliar. Mereka berfokus pada kemampuan membayar utang berdasarkan arus kas, bukan ekspektasi pertumbuhan AI seperti investor saham. Ketergantungan ekstrem pada kepemimpinan Elon Musk dan tata kelola yang lemah juga menjadi perhatian utama. Insiden ini menyoroti risiko sistemik dari gelombang utang teknologi. Penerbitan utang terkait AI tahun ini melonjak 357% menjadi $236 miliar. Leverage sektor teknologi besar telah berlipat ganda menjadi 1,8x, melebihi sektor energi. Pasokan obligasi investment grade yang berlebihan mulai membebani spread kredit secara luas, mengisyaratkan potensi kendala pada siklus belanja modal jika ekspansi utang berlanjut.

marsbit06/28 01:33

Setelah IPO, SpaceX Lakukan Penjualan Obligasi Masif yang 'Memancing Amarah' Pasar, Dihadapi Aksi Jual Gencar

marsbit06/28 01:33

活动图片