# Artikel Terkait Risiko Pihak Lawan

Pusat Berita HTX menyediakan artikel terbaru dan analisis mendalam mengenai "Risiko Pihak Lawan", mencakup tren pasar, pembaruan proyek, perkembangan teknologi, dan kebijakan regulasi di industri kripto.

Trezor: Jika Anda Tidak Memiliki Kunci, Anda Bukan Pemilik Bitcoin

Trezor menekankan perbedaan kritis antara memiliki Bitcoin dan memiliki klaim atas Bitcoin. Banyak pengguna menyimpan aset kripto mereka di bursa, platform broker, atau ETF, yang berarti mereka hanya memegang janji dari pihak ketiga, bukan kunci pribadi aslinya. Akses mereka bergantung pada kesehatan, keputusan, dan kepatuhan regulasi perusahaan tersebut, seperti yang terlihat saat perubahan peraturan Uni Eropa memaksa beberapa bursa menghentikan layanan. Inti dari penyimpanan mandiri (self-custody) adalah menghilangkan ketergantungan pada pihak ketiga ini. Dengan perangkat seperti Trezor, kunci pribadi dihasilkan dan disimpan secara offline, sehingga aset tidak dapat dibekukan, disita, atau hilang akibat masalah di pihak perusahaan. Ini adalah prinsip dasar yang diwujudkan sejak peluncuran dompet perangkat keras pertama Trezor 12 tahun lalu. Meski teknologi penyimpanan mandiri kini lebih mudah digunakan, adopsinya masih rendah. Hanya sekitar 10% pengguna kripto yang menyimpan kunci mereka sendiri, dengan mayoritas tetap mempercayakan asetnya kepada pihak ketiga. Tren seperti ETF semakin mengukuhkan pola ini, meski produk tersebut hanya menawarkan eksposur harga, bukan kepemilikan Bitcoin yang sebenarnya. Hambatan utama bukan lagi kesulitan teknis, tetapi kesadaran dan kepercayaan diri untuk bertanggung jawab penuh atas aset sendiri. Trezor berkomitmen untuk menjadikan penyimpanan mandiri lebih mudah diakses dan dipahami, karena pada akhirnya, hanya dengan memegang kunci pribadilah seseorang menjadi pemilik Bitcoin yang sesungguhnya dan kebal dari perubahan regulasi atau keputusan perusahaan pihak ketiga.

cryptonews.ru07/29 17:45

Trezor: Jika Anda Tidak Memiliki Kunci, Anda Bukan Pemilik Bitcoin

cryptonews.ru07/29 17:45

Token Saham Robinhood yang Kamu Beli, Hanya Utang dari Jersey

Robinhood meluncurkan token saham yang diklaim sebagai aset digital, namun sebenarnya merupakan surat utang yang diterbitkan oleh perusahaan shell di Jersey. Token ini hanya melacak harga saham perusahaan seperti Nvidia atau Apple, tanpa memberikan hak kepemilikan atau klaim atas aset perusahaan. Jika perusahaan penerbit token bangkrut, investor hanya menjadi kreditur biasa dengan risiko kehilangan seluruh modal. Struktur produk ini dirancang untuk menghindari peraturan ketat AS, terutama setelah insiden GameStop 2021 yang menyebabkan Robinhood membatasi perdagangan. Dengan menggunakan blockchain, Robinhood bertujuan menghilangkan penyelesaian T+2 dan kebutuhan margin besar. Produk ini tersedia untuk 120+ negara, tetapi dilarang untuk pengguna AS, Kanada, dan Inggris. Di Eropa, Robinhood menawarkan token saham yang sesuai dengan peraturan MiFID II dan didukung saham sungguhan. Namun, untuk pasar lain, mereka memilih struktur utang Jersey yang lebih ringan regulasinya. Produk ini juga menghadapi risiko seperti manipulasi oracle price di DeFi dan tidak ada perlindungan asuransi untuk risiko gagal bayar. Sementara itu, perusahaan seperti Ondo telah meluncurkan token saham yang sepenuhnya mematuhi peraturan SEC AS, memberikan hak suara dan dividen kepada pemegangnya. Robinhood saat ini memilih pendekatan "produk setengah jadi" untuk menguasai pasar terlebih dahulu, menunggu kejelasan regulasi di masa depan.

Foresight News07/07 03:23

Token Saham Robinhood yang Kamu Beli, Hanya Utang dari Jersey

Foresight News07/07 03:23

活动图片