# Artikel Terkait Blockchain

Pusat Berita HTX menyediakan artikel terbaru dan analisis mendalam mengenai "Blockchain", mencakup tren pasar, pembaruan proyek, perkembangan teknologi, dan kebijakan regulasi di industri kripto.

Tren DeFi Teratas yang Perlu Diperhatikan pada Tahun 2026

Tren DeFi Teratas yang Perlu Diperhatikan pada 2026 DL News memprediksi tiga tren utama yang akan membentuk DeFi pada 2026: 1. **Lapisan Likuiditas Stablecoin yang Terpadu**: Masalah fragmentasi likuiditas stablecoin di berbagai blockchain dan bursa akan diatasi. Penerbit seperti Circle (dengan Protokol Transfer Lintas Rantainya untuk USDC) dan Tether (dengan USDT0) sedang membangun lapangan yang lebih terpadu. Hal ini akan membuat transfer stablecoin lebih efisien, murah, dan dapat diprediksi. 2. **DEX Bersaing Langsung dengan CEX**: Pertumbuhan volume perdagangan di DEX (Bursa Terdesentralisasi) telah mencapai rekor, menyumbang lebih dari 21% dari semua perdagangan kripto. Dengan peningkatan pengalaman pengguna, model perdagangan berbasis niat, dan kelelahan pengguna terhadap kegagalan dan masalah keamanan di CEX (seperti yang dialami Coinbase dan Binance), tren ini akan terus berlanjut. DEX diperkirakan dapat mencapai 50% dari semua volume perdagangan kripto pada akhir 2026. 3. **Privasi akan Mendorong Adopsi**: Privasi menjadi tema penting, seperti yang ditunjukkan oleh kinerja kuat Zcash dan upaya Ethereum Foundation untuk menyematkan privasi ke dalam blockchain. Kurangnya privasi bawaan merupakan penghalang bagi lembaga keuangan, karena mereka tidak ingin strategi dan posisi investasi mereka terekspos. Prediksinya, adopsi protokol dan blockchain yang berorientasi privasi akan tumbuh, mendorong gelombang baru adopsi institusional.

marsbit12/25 17:58

Tren DeFi Teratas yang Perlu Diperhatikan pada Tahun 2026

marsbit12/25 17:58

Meninggalkan Dunia Kripto, Beralih ke AI, Apakah Benar-Benar Sadar?

Penulis asli: DeFi Teddy, Pendiri Biteye. Baru-baru ini, semakin banyak teman yang menjual aset Web3 dan beralih sepenuhnya ke AI. Saya tidak sepenuhnya setuju. Kesimpulannya: bukan memilih salah satu, tetapi mencari kombinasi. AI dan Web3 tidak bertentangan, justru sedang bersatu. Saya sendiri mempelajari coding AI sambil terus meneliti peluang baru di Web3. Yang benar-benar diremehkan adalah jalur potensial "AI × Crypto" seperti Agent, data on-chain, komputasi terdesentralisasi, pembayaran AI, dan stablecoin. Meninggalkan sekarang mungkin berarti melewatkan tahap awal. Sejarah membuktikan bahwa "kripto sudah mati" adalah klaim yang berulang. Setelah kejatuhan ICO 2018, banyak yang pergi, tetapi DeFi Summer 2020 membuktikan sebaliknya. Meskipun BTC sedang turun, revolusi blockchain di sektor keuangan tradisional sudah tidak terelakkan: - Nasdaq mengembangkan tokenisasi saham, - SWIFT mengeksplorasi solusi blockchain, - Pembayaran lintas batas dengan stablecoin mencapai sekitar 15%. AI harus dipelajari, tetapi jangan dianggap sebagai mesin pencetak uang. AI hanya alat yang menurunkan hambatan berwirausaha tetapi juga meningkatkan persaingan. Seperti startup pada 2015, individu super akan muncul, tetapi kebanyakan orang hanya akan menjadi pekerja atau usaha kecil yang lebih efisien. AI akan mempercepat kesenjangan kekayaan karena perusahaan terpusatlah yang paling diuntungkan. Saham AI perlu diperhatikan. NVIDIA naik 200-300x dalam 10 tahun, sebanding dengan Bitcoin (300x) dan Ethereum (1200x). Contoh domestik, Moore Threads, memberikan keuntungan fantastis bagi investor awal, tetapi peluang seperti itu sulit diakses oleh retail. Peluang investasi awal yang ramah untuk普通orang tetap ada di Web3. Kesimpulan: Terus pelajari Web3 + AI pada 2026, teliti saham AI, dan fokus pada peluang persilangan AI × Crypto. Bukan lari dari kripto, tetapi meningkatkan pemahaman.

marsbit12/24 13:17

Meninggalkan Dunia Kripto, Beralih ke AI, Apakah Benar-Benar Sadar?

marsbit12/24 13:17

活动图片