# Artikel Terkait Bitcoin

Pusat Berita HTX menyediakan artikel terbaru dan analisis mendalam mengenai "Bitcoin", mencakup tren pasar, pembaruan proyek, perkembangan teknologi, dan kebijakan regulasi di industri kripto.

Bagaimana Saylor Menggunakan AI untuk Menghasilkan $15 Miliar demi Membeli Bitcoin

Pendiri perusahaan dengan cadangan bitcoin terbesar, Strategy, Michael Saylor, mengungkapkan bahwa ia menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk mengumpulkan $15 miliar guna membeli bitcoin. Dalam podcast The Diary Of A CEO, ia menjelaskan bahwa AI digunakan untuk mengembangkan instrumen keuangan baru yang revolusioner: saham preferen $STRK. Hasil dari penempatan saham ini kemudian digunakan untuk membeli bitcoin. Saham preferen Strike ($STRK) ini menawarkan imbal hasil tetap sekitar 8% per tahun dan dapat dikonversi menjadi saham biasa. Instrumen ini dirancang khusus untuk mengumpulkan dana bagi pembelian cryptocurrency. Saylor menyatakan AI diperlukan untuk memecahkan masalah yang belum pernah dihadapi sebelumnya dalam sejarah manusia, yaitu menciptakan alat pendanaan yang merupakan campuran antara saham dan obligasi. Meskipun saat ini Strategy tidak dapat menerbitkan saham preferen baru karena harganya di bawah nilai nominal $100, Saylor tetap optimis. Ia menekankan bahwa AI menjadi kunci untuk meraih kesuksesan luar biasa dengan menemukan peluang unik. Menurutnya, bitcoin adalah aset kapital jangka panjang terbaik, mudah diakses oleh masyarakat umum tanpa memerlukan keahlian khusus, dan memiliki potensi pertumbuhan sekitar 15% per tahun. Saylor juga menyanggah pandangan Elon Musk tentang era kelimpahan yang akan membuat uang tak berharga. Ia percaya bahwa barang-barang langka dan bernilai tinggi, termasuk kekayaan dan uang, akan tetap ada. Hingga 31 Juli, Strategy memiliki 842,138 bitcoin, senilai $54,5 miliar. Namun, perusahaan mencatat kerugian $8,2 miliar pada kuartal kedua tahun ini dan telah mulai menjual sebagian bitcoin dari cadangannya untuk menjaga stabilitas keuangan.

cryptonews.ru08/06 20:11

Bagaimana Saylor Menggunakan AI untuk Menghasilkan $15 Miliar demi Membeli Bitcoin

cryptonews.ru08/06 20:11

Saham AS Naik Lagi, Bitcoin Tetap Bergerak Samping

Saham AS kembali mengalami momen gemilang, sementara Bitcoin tetap bergerak di tempat seperti sepanjang tahun ini. Pada Agustus, indeks S&P 500 naik 3,12%, mendorong kapitalisasi pasar ke rekor $70,5 triliun. Indeks Nasdaq dan Dow juga menunjukkan kenaikan, menandakan pasar yang optimis. Berbeda dengan saham, Bitcoin hanya naik sekitar 2% bulan ini, tetap terkonsolidasi di sekitar $64.600. Salah satu alasan kinerja Bitcoin yang tertinggal adalah karena rally saham saat ini didorong terutama oleh dinamika spesifik saham terkait AI, bukan oleh momentum makroekonomi luas yang biasanya mendukung aset berisiko seperti kripto. Faktor makro seperti penurunan harga minyak dan harapan kembalinya arus normal di Selat Hormuz positif, tetapi manfaatnya lebih langsung terasa untuk saham melalui pengurangan biaya bisnis. Untuk Bitcoin, manfaatnya datang melalui ekspektasi inflasi dan kebijakan Federal Reserve, sebuah proses yang membutuhkan waktu lebih lama. Pasar kripto juga menghadapi tantangannya sendiri, termasuk peretasan Coldcard senilai $130 juta dan laporan penjualan Bitcoin oleh Mt. Gox. Kenaikan imbal hasil obligasi juga menjadi penghalang, menyebabkan aliran keluar modal melalui stablecoin. Pasokan USDT, stablecoin terkemuka, turun ke level terendah sejak 2025. Meski demikian, beberapa sinyal teknis tetap positif: Indikator aliran modal HCN naik ke zona "Keserakahan" (Greed), imbal hasil rata-rata stablecoin tetap tinggi, dan penambang Bitcoin (miner) cenderung menahan aset mereka, yang dianggap sebagai sinyal bullish.

cryptonews.ru08/06 14:03

Saham AS Naik Lagi, Bitcoin Tetap Bergerak Samping

cryptonews.ru08/06 14:03

Kompetitor Bitcoin Tidak Lulus Ujian: Laporan Terbaru Mengungkap Kebenaran tentang Altcoin! "Hanya Sedikit Altcoin yang Ternyata Pemenang!"

Sementara mata uang kripta utama Bitcoin mencetak rekor baru pada 2025, banyak altcoin, termasuk Ethereum, menunjukkan kinerja yang lebih terbatas. Sebuah laporan komprehensif dari Blockworks Research menganalisis dinamika pasar altcoin dalam beberapa tahun terakhir. Menurut penelitian, altcoin tertinggal dari Bitcoin: hanya 1,7% altcoin yang mencapai kapitalisasi pasar minimal $50 juta dan memiliki sejarah 24 bulan antara awal 2020 hingga Juni 2026 yang berhasil mengungguli Bitcoin. Data menunjukkan bahwa dalam jangka panjang, Bitcoin mengalahkan sebagian besar altcoin. Laporan tersebut menyoroti perubahan signifikan dalam hubungan antara BTC dan altcoin. Selama pasar bull 2020-2021, sebagian besar altcoin mengungguli Bitcoin dalam hal imbal hasil, namun keberhasilan ini tidak berkelanjutan. Sekitar satu dari tiga altcoin berkinerja lebih baik dari BTC pada periode Februari 2020 hingga November 2021, tetapi 86% dari altcoin tersebut kehilangan lebih dari 90% nilainya sejak mencapai puncak. Dari 187 altcoin yang mengungguli Bitcoin selama pasar bull 2021, hanya OKB yang mampu mempertahankan kinerja superiornya terhadap Bitcoin setelahnya. Analis menemukan bahwa hanya 22 altcoin yang memberikan imbal hasil lebih baik daripada Bitcoin dalam periode 2020 hingga 2026. Daftar ini mencakup kripto seperti BNB, OKB, GT, LEO, BGB, WBT, MX, CAKE, Ethereum, Solana, dan Tron. Penelitian hanya menganalisis proyek yang mencapai kapitalisasi pasar minimal $50 juta, bukan semua mata uang kripta.

cryptonews.ru08/06 12:42

Kompetitor Bitcoin Tidak Lulus Ujian: Laporan Terbaru Mengungkap Kebenaran tentang Altcoin! "Hanya Sedikit Altcoin yang Ternyata Pemenang!"

cryptonews.ru08/06 12:42

活动图片