Industri AI, Datanglah Tether yang Tak Kekurangan Uang
Annchor: Tether, perusahaan di balik stablecoin USDT, melaporkan keuntungan luar biasa sebesar $13 miliar pada tahun 2024. Angka ini mengungguli gabungan kerugian OpenAI dan Anthropic, dua raksasa AI. Rahasia kesuksesannya sederhana: Tether menerima dolar untuk setiap USDT yang dicetak, lalu menginvestasikannya dalam obligasi pemerintah AS dan mempertahankan semua bunganya, tanpa membagikan keuntungan kepada pemegang USDT.
Dengan 150 karyawan mengelola aset senilai $130 miliar, Tether kini mengalihkan kelebihan modalnya ke sektor kecerdasan artificial (AI). Investasi mereka signifikan dan strategis:
* **$6+ miliar** diinjeksikan ke Northern Data, penyedia layanan cloud GPU terbesar di Eropa dengan lebih dari 10.000 unit GPU NVIDIA H100.
* Meluncurkan **QVAC Genesis**, kumpulan data pelatihan AI sumber terbuka terbesar yang mencakup 19 disiplin ilmu.
* **$200 juta** untuk mengakuisisi **Blackrock Neurotech**, pionir antarmuka otak-komputer (brain-computer interface/BCI) dengan teknologi yang telah ditanamkan pada 31 pasien.
Total investasi mendekati $1 miliar, setara dengan hampir separuh dari total pendanaan Anthropic di tahun 2024. Motivasi Tether diduga berasal dari kecemasan akan penurunan suku bunga AS di masa depan dan ambisi untuk bertransformasi menjadi pemimpin teknologi.
Yang ironis, Tether—perusahaan yang sangat terpusat—kini menjadi pendukung vokal AI yang "terdesentralisasi". Sementara OpenAI dan Anthropic masih bergumul dengan kerugian dan model bisnis yang belum terbukti, Tether tidak memiliki masalah tersebut. Model bisnis terbaik untuk AI di tahun 2026, menurut artikel ini, mungkin adalah dengan tidak terjun langsung ke AI, melainkan memiliki mesin pencetak uang yang andal terlebih dahulu—seperti yang Tether miliki.
marsbit01/05 09:15