# Artikel Terkait Aset On-Chain

Pusat Berita HTX menyediakan artikel terbaru dan analisis mendalam mengenai "Aset On-Chain", mencakup tren pasar, pembaruan proyek, perkembangan teknologi, dan kebijakan regulasi di industri kripto.

Bagaimana Mendefinisikan 'Saham AS Nyata': Perbedaan antara Token On-Chain, Kontrak Harga, dan Koneksi Langsung Broker

Pada tahun 2026, membeli saham AS dengan stablecoin seperti USDT telah menjadi tren utama. Namun, di balik klaim serupa, pasar menawarkan tiga jenis produk yang sangat berbeda dalam hal aset yang sebenarnya diperdagangkan, struktur hak, dan risiko: 1. **Saham Ter-Tokenisasi (Tokenized Stocks):** Aset digital di blockchain yang merepresentasikan eksposur ekonomi terhadap saham. Memungkinkan penggunaan di ekosistem DeFi dan perdagangan 24/7, tetapi hak kepemilikan saham sebenarnya tetap berada pada penerbit, dengan hak dividen dan suara yang sangat terbatas. 2. **Kontrak Masa Depan Saham (Stock Futures/Perpetuals):** Kontrak derivatif yang melacak harga saham. Sangat likuid dan memungkinkan perdagangan leverage dua arah 24/7, tetapi tidak memberikan hak kepemilikan atas saham sama sekali. Biaya pendanaan (*funding fee*) dapat menjadi beban biaya yang signifikan untuk posisi jangka panjang. 3. **Model Koneksi Langsung Broker (Brokerage Model):** Satu-satunya jalur yang memungkinkan pembelian saham AS secara nyata melalui broker berlisensi. Aset diselesaikan dan disimpan dalam sistem kliring dan penitipan AS (seperti DTCC). Memberikan hak pemegang saham penuh (dividen tunai, hak suara), struktur biaya jangka panjang yang bersih (tanpa *funding fee*), dan cakupan instrumen yang sangat luas (ribuan saham & ETF). Beberapa platform dalam model ini mendukung pendanaan via stablecoin, mengurangi ketergantungan pada transfer bank tradisional. Penting untuk dicatat bahwa dalam model broker, arsitektur perantara yang digunakan (misalnya, *Fully-Disclosed* vs. *Omnibus Introducing Broker*) memengaruhi bagaimana aset klien diidentifikasi dan bagaimana perlindungan seperti SIPC diteruskan. Oleh karena itu, bagi pengguna yang menginginkan kepemilikan saham yang sebenarnya dengan hak penuh, model koneksi langsung broker menawarkan keunggulan paling langsung, asalkan infrastruktur kepatuhan dan kliring dasarnya transparan dan dapat diverifikasi.

marsbit06/01 04:35

Bagaimana Mendefinisikan 'Saham AS Nyata': Perbedaan antara Token On-Chain, Kontrak Harga, dan Koneksi Langsung Broker

marsbit06/01 04:35

Wall Street Bertaruh Penuh pada RWA: BlackRock, Franklin, dan Morgan Stanley Sedang Memindahkan Pasar Keuangan ke Blockchain

Penulis: Climber, CryptoPulse Labs Dalam beberapa tahun terakhir, industri crypto mengalami berbagai tren seperti DeFi, NFT, dan Meme. Namun, yang benar-benar menarik minat Wall Street secara besar-besaran bukanlah aset kripto yang bergejolak tinggi, melainkan RWA (Real World Assets). Saat ini, pasar global RWA telah melampaui $30 miliar. Belakangan ini, raksasa keuangan tradisional seperti BlackRock, Franklin Templeton, dan JPMorgan Chase semakin aktif. Mulai dari dana tokenisasi, produk pasar uang on-chain, hingga saham tokenisasi dan instrumen hasil on-chain, Wall Street secara bertahap memindahkan pasar keuangan tradisional ke blockchain. Makna di balik ini bukan sekadar meluncurkan beberapa produk on-chain, tetapi lebih mirip dengan peningkatan struktur dasar sistem keuangan global. 1. **BlackRock Berkembang: Dana On-Chain Mulai Terintegrasi dengan Sistem Keuangan Tradisional** BlackRock terus memperluas kehadirannya dengan mengajukan struktur dana tokenisasi baru ke SEC AS, didukung oleh platform aset digital Securitize. Poin kuncinya adalah integrasi kepemilikan saham dana on-chain ke dalam sistem agen transfer dan akses investor yang diatur. Ini meruntuhkan tembok antara keuangan on-chain dan tradisional. Dana BUIDL mereka, diluncurkan pada 2024 bersama Securitize, telah tumbuh menjadi sekitar $2,3 miliar, menunjukkan efisiensi yang dibawa blockchain melalui penyelesaian real-time, pencatatan transparan, dan likuiditas 24/7. 2. **Franklin Templeton & Kraken: Akselerasi Saham Tokenisasi dan Produk Hasil On-Chain** Franklin Templeton bekerja sama dengan Payward (induk Kraken) untuk mengeksplorasi peluang tokenisasi produk keuangan tradisional. Kolaborasi ini mencakup saham tokenisasi, layanan kustodian, produk hasil dikelola aktif, dan layanan likuiditas kripto tingkat institusi. Mereka meneliti versi on-chain untuk produk keuangan Franklin Templeton, menandakan pergeseran di mana keuangan tradisional aktif mendekati pasar kripto. Layanan saham tokenisasi Kraken, xStocks, telah mencatat volume perdagangan kumulatif lebih dari $30 miliar, membuktikan permintaan riil untuk perdagangan sekuritas on-chain yang dapat beroperasi secara global dan real-time. 3. **JPMorgan Chase Majukan Dana Pasar Uang On-Chain: Pembentukan Sistem Dollar On-Chain** JPMorgan Chase mengajukan dana pasar uang tokenisasi kedua (JLTXX), yang akan menerbitkan token digital di Ethereum dengan aset dasar berupa obligasi pemerintah AS dan perjanjian repo. Produk seperti ini, mirip dengan stablecoin versi institusi, memecahkan masalah hasil (yield) untuk dolar on-chain. Dengan memungkinkan dana on-chain diinvestasikan dalam dana pasar uang tokenisasi, terbentuklah ekosistem dolar on-chain yang lengkap. Tokenisasi obligasi AS adalah segmen RWA yang tumbuh paling cepat, dan partisipasi bank besar seperti JPMorgan menandakan pembangunan serius sistem dolar on-chain. **Kesimpulan:** Industri kripto sedang bertransisi dari pasar spekulasi berisiko tinggi menuju pembangunan sistem keuangan baru. RWA menjadi salah satu tema utama dalam fase ini, di mana semakin banyak lembaga melihat blockchain sebagai komponen penting masa depan infrastruktur keuangan global.

marsbit05/14 02:54

Wall Street Bertaruh Penuh pada RWA: BlackRock, Franklin, dan Morgan Stanley Sedang Memindahkan Pasar Keuangan ke Blockchain

marsbit05/14 02:54

活动图片