# Artikel Terkait Analisis

Pusat Berita HTX menyediakan artikel terbaru dan analisis mendalam mengenai "Analisis", mencakup tren pasar, pembaruan proyek, perkembangan teknologi, dan kebijakan regulasi di industri kripto.

Laporan Coinglass Soroti Perbedaan di Berbagai Perp DEX, Memicu Debat

Laporan terbaru Coinglass menganalisis perbedaan aktivitas perdagangan di tiga pertukaran desentralisasi berjangka (Perp DEX) utama: Hyperliquid, Aster, dan Lighter. Data 24 jam menunjukkan Hyperliquid mencatat volume $3,76 miliar, open interest (OI) $4,05 miliar, dan likuidasi $122,96 juta. Sebaliknya, Aster dan Lighter mencatat volume lebih rendah ($2,76M dan $1,81M) dengan OI dan likuidasi yang jauh lebih kecil (masing-masing sekitar $927Jt/$731Jt dan $7,2Jt/$3,34Jt). Coinglass menyatakan bahwa volume tinggi di pasar berjangka yang sehat biasanya disertai perubahan OI yang berarti dan likuidasi lebih besar. Disparitas pada Aster dan Lighter — volume tinggi tetapi likuidasi minimal — dapat mengindikasikan aktivitas farming airdrop, perdagangan sendiri oleh market maker, atau inflasi volume akibat metodologi pelaporan yang berbeda. Analisis ini menyimpulkan bahwa Hyperliquid menunjukkan konsistensi lebih kuat antara volume, OI, dan likuidasi, yang menandakan aktivitas nyata. Postingan ini memicu debat di komunitas kripto. Beberapa mempertanyakan apakah likuidasi tinggi mencerminkan kualitas pasar yang sebenarnya. Coinglass menanggapi dengan menekankan bahwa analisis mereka berdasar pada data dan ketidaksesuaian metrik, bukan spekulasi. Perhatian pada Hyperliquid semakin meningkat setelah Arthur Hayes membuat taruhan $100.000 pada performa token HYPE, menyusul kritik dari Kyle Samani.

TheNewsCrypto02/09 12:43

Laporan Coinglass Soroti Perbedaan di Berbagai Perp DEX, Memicu Debat

TheNewsCrypto02/09 12:43

Ketika Bitcoin Kembali ke Angka 6: Setelah Oversold, Sinyal Apa yang Ditunggu Pasar?

Bitcoin (BTC) telah turun ke level sekitar $60.000, menimbulkan kekhawatiran di kalangan investor. Meskipun tekanan psikologis akibat penurunan nilai portofolio dapat dimengerti, emosi sering kali menjadi sumber risiko utama dalam fase seperti ini. Analisis teknis menunjukkan bahwa penurunan saat ini merupakan bagian dari gelombang korektif A-B-C yang dimulai dari puncak $126.200 pada Oktober 2025. Gelombang C, yang dimulai dari $97.924 pada 14 Januari 2026, telah mengalami penurunan maksimum 38,7%. Ada tiga skenario potensial: 1. **Kemungkinan besar**: Gelombang C terdiri dari tiga sub-gelombang. Setelah mencapai $60.000, BTC mungkin mengalami rally korektif ke area $72.000–$74.500 atau bahkan $80.000–$80.600, sebelum penurunan akhir di bawah $60.000. 2. **Kemungkinan kecil**: Struktur gelombang C lebih kompleks (5 gelombang atau bentuk wedge), memperpanjang waktu koreksi. 3. **Sangat kecil**: Reversal V-shape langsung, dengan BTC menembus $97.924 didukung berita fundamental kuat. Strategi trading minggu ini berfokus pada memantau apakah support $60.000 bertahan. Jika rally terjadi, resistance kunci berada di $72.000–$74.500 dan $80.000–$80.600. Support lain termasuk $57.400 dan $52.500. Untuk posisi short-term, gunakan 30% modal dengan leverage 1x, ikuti sinyal model kuantitatif, dan terapkan manajemen risiko ketat (stop-loss dan trailing stop). Posisi mid-term mempertahankan 60% short dari $89.000, mengurangi ke 40% jika $74.500 tertembus.

Odaily星球日报02/09 06:41

Ketika Bitcoin Kembali ke Angka 6: Setelah Oversold, Sinyal Apa yang Ditunggu Pasar?

Odaily星球日报02/09 06:41

活动图片