Ditulis di Perbatasan UEA dan Oman: Pelajaran Hidup bagi Penduduk Asli Crypto Setelah Melewati Baku Tembak
Penulis, salah satu pendiri MegaETH, membagikan refleksinya setelah menyaksikan langsung konflik di Timur Tengah. Ia menekankan bahwa teknologi bukanlah pengubah peradaban, melainkan penguat arah yang sudah ditentukan peradaban—seperti leverage. Dalam siklus naik, teknologi menjadi alat produktivitas dan koordinasi (seperti internet awal), namun dalam siklus turun, ia berubah menjadi senjata perebut perhatian bahkan alat perusak.
Terkait crypto, penulis menyoroti pergeseran dari visi awal sebagai sistem paralel pembentuk ulang keuangan yang lebih terbuka dan berdaulat, menjadi sekadar aset atau perantara TradFi (keuangan tradisional) yang mengejar legitimasi. Stablecoin, misalnya, dinilai hanya sebagai kemasan ulang mata uang sovereign, bukan sistem mandiri.
Pelajaran dari perang: kemenangan crypto bukan diraih dengan "disukai" tetapi dengan konsisten mengkritik kelemahan sistem lama dan membangun infrastruktur yang membangun kedaulatan—meski terkesan membosankan dan tidak populer. Penulis mendorong para crypto native untuk kembali ke semangat cyberpunk, memverifikasi sendiri, memilih jalan yang benar, dan membangun jalan paralel yang berfokus pada nilai struktural jangka panjang.
marsbit03/03 07:39