# Artikel Terkait Evaluasi AI

Pusat Berita HTX menyediakan artikel terbaru dan analisis mendalam mengenai "Evaluasi AI", mencakup tren pasar, pembaruan proyek, perkembangan teknologi, dan kebijakan regulasi di industri kripto.

15 Model Penalaran Kolektif Gagal, Rincian Risiko Tersembunyi di Balik Chain of Thought Output

Penelitian dari Harvard University, USC, Brown University, MIT, dan lainnya mengungkap kerentanan keamanan sistemik dalam model penalaran besar (LRM). Evaluasi keamanan tradisional yang hanya fokus pada jawaban akhir dinilai tidak memadai, karena jalur pemikiran (chain-of-thought/CoT) yang diekspos dapat memuat konten berbahaya seperti instruksi pembuatan bom atau racun, meskipun jawaban akhir tampak aman. Studi ini memperkenalkan kerangka evaluasi dua tahap yang memisahkan penilaian risiko pada *reasoning* (r) dan *answer* (y) berdasarkan 20 prinsip keamanan. Hasilnya mengidentifikasi tiga mode kegagalan: **Unsafe** (kedua tahap berisiko), **Leak** (hanya jalur penalaran yang berisiko), dan **Escape** (hanya jawaban akhir yang berisiko). Pengujian pada 15 model penalaran (seperti GPT-4, Claude, Gemini, Llama) menunjukkan temuan konsisten: tingkat bahaya rata-rata pada tahap penalaran secara sistematis lebih tinggi daripada pada jawaban akhir. Risiko terutama terkonsentrasi pada prinsip seperti misinformasi, ilegalitas, bias, dan bahaya fisik. Sebagai mitigasi, tim mengusulkan metode **Adaptive Multi-Principle Steering**, intervensi *white-box* yang mengarahkan aktivasi internal model menjauhi titik "tidak aman" menuju titik "aman" berdasarkan prinsip yang terpicu. Metode ini terbukti mengurangi jumlah keluaran tidak aman hingga 40.8% pada model DeepSeek-R1, dengan mempertahankan 97.7% kemampuan pada tugas standar. Penelitian ini menyoroti pentingnya memantau keamanan pada seluruh proses penalaran model, bukan hanya output akhir, dan menyediakan kerangka terpadu untuk diagnosis dan intervensi. Keterbatasan mencakup ketergantungan pada akses *white-box* dan kesetiaan representasi jalur pemikiran.

marsbit07/06 23:58

15 Model Penalaran Kolektif Gagal, Rincian Risiko Tersembunyi di Balik Chain of Thought Output

marsbit07/06 23:58

Di Balik Skor AI, Ada "Pembuat Soal" Seorang Tionghoa

Setiap peluncuran model AI terbaru, industri sering merujuk pada sejumlah "rapor" standar seperti MMLU-Pro, MMMU, dan MMMU-Pro. Di balik sistem evaluasi kunci ini, terdapat seorang "penyusun soal" bernama Chen Wenhu, asisten profesor di University of Waterloo. MMLU-Pro dikembangkan oleh Chen dan timnya sebagai respons atas keterbatasan MMLU lama. Ketika model-model mutakhir seperti o3 OpenAI mulai mencapai skor hampir sempurna, MMLU-Pro hadir dengan 12.032 soal yang lebih menantang, memperluas pilihan jawaban dan menekankan penalaran, sehingga berhasil membedakan kemampuan model yang sebelumnya tampak setara. Chen juga terlibat dalam MMMU, tolok ukur multimodal yang mengevaluasi pemahaman model terhadap gambar, grafik, dan teks secara terintegrasi. MMMU-Pro kemudian menyempurnakannya dengan memastikan model tidak bisa mengandalkan teks saja. Latar belakang Chen dalam pemahaman informasi kompleks dan pengembangannya di Google DeepMind untuk proyek Gemini memberinya wawasan mendalam. Ia mendirikan TIGERLab (atau "Geng Harimau"), yang tidak hanya fokus pada evaluasi tetapi juga riset model, seperti UniVideo untuk video dan MoCha untuk karakter virtual. Saat ini, Chen bergabung dengan Meta Super Intelligence Lab, terus berkontribusi pada data dan evaluasi multimodal. Karyanya mengingatkan bahwa di balik kemajuan AI yang terlihat, ada banyak talenta seperti dirinya yang membangun fondasi penting bagi perkembangan industri.

marsbit06/19 09:21

Di Balik Skor AI, Ada "Pembuat Soal" Seorang Tionghoa

marsbit06/19 09:21

活动图片