Habis Rp14 Triliun, Kapitalisasi Pasar Anjlok Rp2.000 Triliun, SenseTime Tiba-tiba Untung
Pada 16 Agustus, SenseTime, perusahaan AI ternama, mengumumkan peringatan laba positif yang mengindikasikan akan mencapai profit bersih untuk pertama kalinya sejak IPO pada paruh pertama 2026. Ini mendorong sahamnya naik lebih dari 8%. Namun, nilai pasar sahamnya, yang pernah mencapai puncak sekitar HK$270 miliar, kini hanya sekitar HK$64,6 miliar, turun lebih dari 80%.
Sebagai salah satu "Empat Naga AI" Tiongkok, SenseTime unggul di era AI 1.0 dengan teknologi visi komputer seperti pengenalan wajah dan solusi kota pintar. Namun, perusahaan ini tertinggal dalam transisi ke era AI 2.0 yang dipicu oleh generatif AI seperti ChatGPT, yang berfokus pada kemampuan kreatif. SenseTime menghadapi serangkaian tantangan berat: sanksi AS, disrupsi teknologi, penurunan bisnis andalannya (kota pintar turun dari 45,6% pendapatan pada 2021 menjadi sekitar 12%), kematian pendirinya, laporan short-seller, dan pemotongan hampir 60% karyawan.
Untuk bertahan, SenseTime melakukan transformasi radikal dari model bisnis proyek berbasis visi ke model yang digerakkan oleh generatif AI. Pada 2025, 72,4% pendapatan berasal dari AI generatif, sementara visi AI menyumbang 21,6%. Perusahaan juga mengendalikan biaya dengan meningkatkan efisiensi pelatihan model dan mengurangi ketergantungan pada komputasi tinggi. Peringatan laba menunjukkan hasil awal dari transformasi ini.
Meski menunjukkan tanda-tanda perbaikan, SenseTime menghadapi tantangan mendasar di era AI saat ini: persaingan bergeser ke ekosistem lengkap (model, komputasi, pengguna, aplikasi) yang dikuasai raksasa teknologi seperti Microsoft/OpenAI, Google, Alibaba, Tencent, dan ByteDance. Pertanyaan kritisnya adalah apakah perusahaan AI independen seperti SenseTime dapat membangun pertahanan bisnis yang berkelanjutan tanpa memiliki platform aliran pengguna super. Masa depannya bergantung pada kemampuannya menjawab tantangan ini.
marsbit08/17 12:24