# Artikel Terkait Video AI

Pusat Berita HTX menyediakan artikel terbaru dan analisis mendalam mengenai "Video AI", mencakup tren pasar, pembaruan proyek, perkembangan teknologi, dan kebijakan regulasi di industri kripto.

Ali "Menaruh Barang", Byte "Berlatih Ilmu"

Dalam satu minggu terakhir Mei, dua raksasa teknologi China, Alibaba dan ByteDance, memamerkan dua pendekatan berbeda dalam strategi AI mereka. Alibaba, sebagai perusahaan publik, fokus pada integrasi AI untuk monetisasi langsung. Mereka menghubungkan model Qwen dengan platform e-commerce seperti Taobao, menciptakan fitur seperti "pencocokan harga AI" dan "pakaian virtual AI". Melalui protokol ACT, mereka membangun infrastruktur untuk transaksi berbasis agen AI. Pendapatan eksternal Alibaba Cloud tumbuh 40%, menunjukkan model bisnis "MaaS" (Model-as-a-Service) mereka yang berhasil. Namun, pendekatan ini mungkin mengorbankan penelitian mendasar untuk keunggulan jangka pendek. Sebaliknya, ByteDance, yang masih swasta, berinvestasi besar dalam penelitian AI jangka panjang. Departemen Seed mereka, dengan anggaran belanja modal (capex) yang meningkat pesat, bertujuan "menjelajahi batas atas kecerdasan". Mereka merilis model pembuatan video Seedance 2.0 yang memimpin peringkat global dan mempublikasikan penelitian mendalam tentang "model dunia". Perusahaan ini memberikan kebebasan bagi tim risetnya tanpa tekanan kuartalan dari pasar modal. Perbedaan kunci ini lebih disebabkan oleh status kepemilikan daripada filosofi semata. Sebagai perusahaan publik, Alibaba terikat pada harapan ROI jangka pendek investor. ByteDance, yang belum IPO, memiliki kemewahan untuk berfokus pada terobosan teknologi jangka panjang. Analisis menyimpulkan bahwa jalan strategis AI sebuah perusahaan di China sangat ditentukan oleh apakah perusahaan tersebut terdaftar di bursa atau tidak, yang membentuk pilihan antara "menjual AI" dan "membuat AI".

marsbit06/01 00:11

Ali "Menaruh Barang", Byte "Berlatih Ilmu"

marsbit06/01 00:11

Di Bidang Pembuatan Video AI, Unggul Jauh Benar-benar Terwujud

Menurut artikel berjudul "在AI视频生成这块,“遥遥领先”成真了" (Dalam Generasi Video AI, "Jauh Lebih Unggul" Menjadi Kenyataan), model generasi video AI China seperti ByteDance's Seedance 2.0 dan Kuaishou's Kling 3.0 kini dianggap memimpin pesaing AS seperti OpenAI's Sora. Keunggulan ini didukung oleh platform evaluasi global Artificial Analysis. Kelebihan utama China terletak pada **keunggulan data**. Platform seperti Douyin dan Kuaishou menyediakan data pelatihan video berkualitas tinggi dalam jumlah besar dengan anotasi perilaku pengguna yang alami, sesuatu yang sulit diperoleh perusahaan AS. Selain itu, integrasi model seperti Seedance ke dalam alat kreatif (contoh: CapCut) menciptakan siklus umpan balik yang terus-menerus untuk penyempurnaan. **Aplikasi komersial** yang jelas juga menjadi pendorong. Teknologi ini telah digunakan secara luas untuk video e-dagang, iklan, dan drama pendek (short drama), menciptakan aliran pendapatan langsung. Di AS, aplikasi komersial serupa masih terbatas. Namun, tantangan tetap ada. **Kesenjangan komputasi (computing power)** dengan AS masih besar, diperkirakan mencapai 8 kali lipat pada 2026. **Isu hak cipta** juga muncul, seperti tuduhan dari studio Hollywood terhadap Seedance. **Biaya operasional** yang tinggi mulai membatasi akses pengguna, dan **kesenjangan kemampuan model dasar** (foundation model) di bidang seperti pemahaman bahasa masih sekitar 9 bulan hingga 1 tahun di belakang model AS terkemuka. Kesimpulannya, China memang memimpin dalam generasi video AI berkat ekosistem data dan aplikasi yang kuat, tetapi tantangan dalam komputasi, hak cipta, biaya, dan model dasar perlu diatasi untuk mempertahankan kepemimpinan ini.

marsbit05/21 04:39

Di Bidang Pembuatan Video AI, Unggul Jauh Benar-benar Terwujud

marsbit05/21 04:39

活动图片