# Artikel Terkait Agen

Pusat Berita HTX menyediakan artikel terbaru dan analisis mendalam mengenai "Agen", mencakup tren pasar, pembaruan proyek, perkembangan teknologi, dan kebijakan regulasi di industri kripto.

Dragonfly: Crypto Bukan Dirancang untuk Manusia

Dragonfly Capital, firma modal ventura terkemuka, baru saja mengumumkan pengumpulan dana sebesar $650 juta. Mitra mereka, Haseeb Qureshi, menyatakan bahwa crypto tidak dirancang untuk manusia, melainkan untuk agen AI. Meskipun crypto menggunakan kontrak pintar, manusia masih lebih mempercayai kontrak hukum karena sistem perbankan dirancang untuk kelemahan manusia. Crypto, dengan alamat yang rumit, biaya gas, dan risiko keamanan, terasa canggung dan berbahaya bagi pengguna manusia. Namun, kekakuan dan kepastian kode crypto justru sempurna untuk agen. AI tidak akan lelah, malas, atau ceroboh. Mereka dapat memverifikasi transaksi, menganalisis kontrak, dan bernegosiasi dalam hitungan menit. Sistem hukum tradisional tidak siap untuk peserta non-manusia, sedangkan crypto memungkinkan agen untuk memiliki dan mentransfer aset secara mandiri. Masa depan akan didominasi oleh dompet 'autopilot' yang sepenuhnya dioperasikan oleh AI. Agen akan berinteraksi dengan protokol seperti Aave atau Ethena untuk memecahkan masalah keuangan pengguna, dan bahkan akan berdagang secara mandiri dengan agen lainnya. Fenomena ini sudah mulai terlihat dengan munculnya proyek seperti Moltbook dan Conway Research. Kesimpulannya, kekurangan crypto bagi manusia bukanlah bug, melainkan bukti bahwa teknologi ini dirancang untuk pengguna yang berbeda. Dalam dekade mendatang, interaksi langsung manusia dengan crypto akan tampak aneh, karena AI akan menjadi antarmuka utamanya.

marsbit02/19 05:16

Dragonfly: Crypto Bukan Dirancang untuk Manusia

marsbit02/19 05:16

Ketika AI Membentuk Ulang Jalan Belanja, Berapa Banyak Waktu yang Tersisa untuk PayPal?

Dengan judul "Ketika AI Mengubah Jalan Belanja, Berapa Banyak Waktu yang Tersisa untuk PayPal?", artikel ini membahas transformasi besar dalam e-commerce yang dipicu oleh AI. PayPal mengakuisisi Cymbio senilai $200 juta untuk memperkuat posisinya dalam "Agentic Commerce", di mana agen AI mengambil alih proses penemuan, keputusan, dan pembelian produk. Infrastruktur baru sedang dibangun: Google dan Shopify mengembangkan Universal Commerce Protocol (UCP), sementara OpenAI dan Stripe meluncurkan Agentic Commerce Protocol (ACP). Microsoft juga mengintegrasikan kemampuan pembayaran ke dalam Copilot. Prediksi menunjukkan Agentic Commerce dapat mencakup 10-25% penjualan e-commerce AS pada tahun 2030. PayPal, yang sebelumnya fokus pada pembayaran, kini bergerak ke alur kerja yang lebih luas seperti distribusi katalog produk, dan manajemen pesanan. Pembayaran berubah dari menjadi tombol "akhir" menjadi infrastruktur yang tertanam. Bank-bank tradisional memiliki sumber daya seperti saluran pembayaran, tetapi harus beradaptasi. Perusahaan fintech seperti Stripe dan PayPal bersaing untuk menjadi "dompet default" untuk agen. Industri crypto hampir tidak hadir dalam sistem ini, yang bisa menjadi peluang atau risiko tergantung pada kemampuan mereka untuk berintegrasi. Kesimpulannya, diversifikasi PayPal ke Agentic Commerce bukanlah pilihan ofensif, tetapi biaya yang diperlukan untuk mempertahankan relevansinya dalam infrastruktur e-commerce generasi berikutnya.

marsbit02/18 12:42

Ketika AI Membentuk Ulang Jalan Belanja, Berapa Banyak Waktu yang Tersisa untuk PayPal?

marsbit02/18 12:42

活动图片