Menteri Keuangan Serbia Siniša Mali bertemu dengan perwakilan Solana Foundation dan Solana Policy Institute (SPI) di Beograd untuk membahas pengembangan aset digital dan infrastruktur keuangan negara tersebut.
Mali mengumumkan pertemuan tersebut di Instagramnya. Pertemuan ini berlangsung sebagai bagian dari Solana Summit di Beograd, yang tahun ini diselenggarakan oleh ibu kota Serbia.
Serbia Ingin Mengembangkan Pasar Modal yang Ditokenisasi
Menurut Mali, para peserta pertemuan membahas beberapa arah pengembangan aset digital di Serbia:
- menyempurnakan undang-undang tentang aset digital;
- membuat infrastruktur sistem keuangan dan pasar modal yang modern;
- kemungkinan peluncuran sekuritas yang ditokenisasi di Bursa Efek Beograd;
- partisipasi Solana dalam EXPO 2027, yang akan diselenggarakan di Beograd.
Penekanan khusus pada tokenisasi sekuritas penting bagi industri kripto karena blockchain semakin dianggap sebagai infrastruktur untuk penerbitan dan perdagangan representasi digital aset keuangan tradisional.
Perlu dicatat bahwa, menurut pendiri Consensys Joseph Lubin, tokenisasi akan menjangkau seluruh ekonomi dunia.
Mali menekankan bahwa Serbia memiliki "keuangan negara yang stabil, sektor IT yang kuat, dan salah satu komunitas pengembang terkuat di wilayah tersebut".
"Tujuan kami adalah agar Serbia menjadi tempat di mana proyek-proyek keuangan inovatif dimulai, kemudian berkembang di Eropa dan di seluruh dunia," tambah menteri tersebut.
Mengingat bahwa SPI muncul pada Maret 2025. Organisasi nirlaba independen ini didirikan oleh CEO DeFi Education Fund, Miller Whitehouse-Levine. SPI berfokus pada kerja sama dengan pejabat pemerintah dan pembuat undang-undang serta bertujuan untuk menjelaskan peran jaringan terdesentralisasi, khususnya Solana, dalam membentuk ekonomi digital dan pendekatan terhadap regulasi kripto.
end-content




