Serangkaian penyitaan dilakukan di kantor-kantor jaringan penukaran mata uang kripto yang berada di menara 'Federasi Timur' ('Moscow-City') terkait kasus pencurian 144 juta rubel. Hal ini diketahui 'Izvestia' pada tanggal 31 Juli.
Korban kejahatan ini adalah seorang pria bernama Vladimir R., yang menjadi sasaran pelaku kejahatan. Mereka, berpura-pura sebagai pegawai Dinas Keamanan Federal (FSB) Rusia, meyakinkan pemilik sejumlah besar uang untuk mentransfernya kepada mereka. Operasi ini dilakukan melalui salah satu penukar kripto di ibu kota.
Saat ini, semua titik penukaran sementara ditutup. Selain itu, di gedung tersebut puluhan orang ditahan, delapan di antaranya telah dikenakan tindakan pencegahan.
Pada hari yang sama, pemerintah Rusia melarang penambangan mata uang kripto di Moskow, wilayah Moskow, dan sebagian wilayah Oblast Kursk, yang akan berlaku mulai 15 Agustus 2026 hingga 31 Desember 2032.
Beberapa hari sebelumnya, pada 21 Juli, Duma Negara Rusia mengesahkan undang-undang tentang pengaturan komprehensif peredaran mata uang digital dan hak digital di negara itu. Sesuai dengan undang-undang tersebut, mulai 1 Juli 2027, hanya penukar kripto dan perwakilan di bidang ini yang telah terdaftar dalam daftar negara khusus yang diizinkan beroperasi.
end-content




