CEO Robinhood Vlad Tenev berpendapat bahwa AS harus mengizinkan perdagangan saham tokenisasi di dalam negeri. Menurutnya, model ini dapat membuat penyelesaian transaksi lebih cepat, membuka perdagangan 24 jam, dan memberikan investor lebih banyak kontrol atas aset mereka.
CEO Robinhood meyakini bahwa memindahkan saham ke blockchain dapat mengubah tidak hanya cara penyimpanannya, tetapi juga infrastruktur pasar saham itu sendiri. Secara khusus, dia menyoroti tiga keunggulan:
- penyelesaian yang lebih cepat. Saham tokenisasi dapat ditransfer dan diselesaikan untuk transaksi hampir secara real-time. Ini, kata Tenev, mengurangi risiko antara penutupan transaksi dan penyelesaian akhir serta mengurangi kebutuhan broker untuk menahan uang tunai dalam jumlah besar;
- perdagangan 24/7. Berbeda dengan pasar saham tradisional, saham tokenisasi dapat diperdagangkan 24 jam sehari, tujuh hari seminggu. Hal ini memungkinkan reaksi terhadap peristiwa yang terjadi di akhir pekan atau setelah penutupan bursa;
- pergerakan aset yang lebih bebas. Token dapat ditransfer antara berbagai platform dan disimpan di dompet kripto pribadi. Tenev percaya bahwa ini akan meningkatkan persaingan antar layanan keuangan, karena pengguna akan lebih mudah memindahkan aset mereka.
"Tokenisasi adalah jalan terbaik untuk memodernisasi sistem keuangan Amerika dan memperluas impian kepemilikan bagi semua orang, termasuk warga Amerika. Tokenisasi bukan hanya tentang memindahkan saham ke blockchain semata-mata demi blockchain. Sebaliknya, kami membangun ulang infrastruktur yang menjadi dasar kepemilikan aset, sehingga mereka dapat bergerak se-bebas informasi di internet," tegas Tenev.
Robinhood Ingin Menyatukan Saham Tokenisasi dan DeFi
Tenev juga secara terpisah menekankan kemungkinan penyimpanan saham tokenisasi secara mandiri. Menurutnya, pengguna dapat menyimpan aset tersebut di dompet mereka sendiri, dan pengembang dapat menciptakan layanan keuangan baru berdasarkan aset tersebut.
Di antara kemungkinan skenario, dia menyebutkan pinjaman dan penggunaan saham tokenisasi sebagai jaminan dalam protokol keuangan terdesentralisasi (DeFi).
Sementara itu, Tenev mengakui bahwa token saham Robinhood saat ini bukan merupakan kepemilikan langsung atas sekuritas dasar yang mendasarinya. Mereka dijamin oleh saham yang sesuai dan memberikan akses ke nilai ekonominya, khususnya dividen.
Menurutnya, struktur token semacam itu dapat berubah di masa depan, terutama setelah terbentuknya kerangka peraturan yang sesuai.
Tenev Mendesak Regulator Amerika untuk Mengubah Aturan
Menurut kepala Robinhood ini, hambatan utama untuk meluncurkan saham tokenisasi di AS bukanlah teknologi, melainkan undang-undang yang berlaku dan infrastruktur pasar saham. Dia mencatat bahwa aturan AS terkait sekuritas telah terbentuk selama lebih dari satu abad dan sangat mempertimbangkan teknologi serta struktur pasar masa lalu.
Tenev mendesak regulator untuk mempertahankan mekanisme perlindungan investor, namun sekaligus menyesuaikan aturan dengan teknologi blockchain.
"Akan aneh jika dunia lain dapat membangun masa depan kepemilikan di sekitar aset Amerika, sementara warga Amerika sendiri justru ditinggalkan," ucapnya.
Menurut Tenev, saham publik mungkin hanya menjadi tahap pertama dari tokenisasi aset keuangan yang lebih luas. Ke depannya, infrastruktur ini dapat digunakan untuk aset dengan akses terbatas dan likuiditas rendah, khususnya saham perusahaan swasta.
Sebagai catatan, awal tahun 2026, CEO Robinhood menyebut ketidaktersediaan staking bagi sebagian warga Amerika sebagai jalan buntu kebijakan kripto AS.
end-content




