Juru Bicara Resmi Kementerian Dalam Negeri Rusia Irina Volk menyatakan bahwa petugas Direktorat Utama Investigasi Kriminal Kementerian Dalam Negeri Rusia bersama rekan-rekan dari Kantor Urusan Dalam Negeri untuk SVAO Dinas Utama Kementerian Dalam Negeri Rusia di Moskow telah menangkap delapan pria. Mereka dicurigai mencuri uang lebih dari 100 juta rubel dari beberapa bank Rusia.
Bagaimana Skema Itu Bekerja
Menurut data awal penyelidikan, skema ini dirancang oleh seorang penduduk Moskow dan dia melibatkan rekan-rekan dalam pelaksanaannya — setiap anggota kelompok menjalankan peran terpisah. Diduga, sang pengorganisir mencetak uang kertas suvenir di apartemennya sendiri, yang secara lahiriah mirip dengan tanda uang Bank Rusia pecahan 5 ribu rubel. Produk jadi dia serahkan kepada kaki tangannya, yang kemudian menyetorkannya melalui ATM ke kartu bank ‘dropship’ — rekening yang dibuat atas nama orang-orang fiktif khusus untuk melakukan transaksi ilegal.
Bagaimana Kejahatan Terungkap
Penyidik menemukan jejak kelompok ini setelah perwakilan layanan keamanan bank menghubungi polisi. Selama proses pengumpulan uang, petugas menemukan lebih dari seribu lembar uang kertas suvenir. Pekerjaan lebih lanjut mencakup beberapa wilayah sekaligus — Moskow, Oblast Moskwa dan Samara, serta Krai Stavropol dan Krasnodar, di mana akhirnya 8 tersangka ditangkap.
Seperti yang ditetapkan oleh penyelidikan, para penjahat berhasil menyetor ke ATM lebih dari 20 ribu keping produk kertas yang meniru uang kertas lima ribu rubel. Kerugian yang ditimbulkan kepada bank melebihi 100 juta rubel. Selama penggeledahan, peralatan dan perangkat yang digunakan untuk memproduksi barang suvenir disita dari para tersangka.
Perkara Pidana dan Tindakan Penahanan
Penyidik dari departemen khusus untuk penyelidikan kejahatan kriminal umum — ‘pencurian jarak jauh’ dari Satuan Investigasi Kantor Urusan Dalam Negeri untuk SVAO Dinas Utama Kementerian Dalam Negeri Rusia di Moskow telah membuka perkara pidana atas tanda-tanda kejahatan yang diatur oleh Bagian 4 Pasal 158 KUHP Rusia — pencurian, yang dilakukan dalam ukuran sangat besar. Semua tersangka dikenakan tindakan penahanan berupa penahanan.
Penyelidikan melanjutkan kegiatan operasional dan pencarian untuk mengungkap episode tambahan dan kemungkinan kaki tangan lainnya, yang belum terlihat pada tahap pertama penyelidikan.
Yang Diketahui Saat Ini
-
8 orang ditangkap di beberapa wilayah Rusia
-
Kerugian bank melebihi 100 juta rubel
-
Lebih dari 20 ribu uang kertas suvenir dan peralatan untuk mencetaknya disita
-
Perkara pidana dibuka berdasarkan Bagian 4 Pasal 158 KUHP Rusia
Kasus ini menunjukkan bagaimana kelompok terorganisir menggunakan kombinasi pemalsuan fisik dan alat digital — kartu ‘dropship’ — untuk menarik dana dari sistem perbankan. Investigasi berlanjut, dan hasilnya dapat mempengaruhi jumlah tersangka dan volume tuduhan yang diajukan.
Pendapat AI
Kasus ini menunjukkan kerentanan penerimaan uang tunai otomatis: ATM mengenali pecahan dan sebagian fitur keamanan uang kertas, tetapi peniruan penuh parameter fisik uang kertas lima ribu rubel memungkinkan sistem menghitung pemalsuan sebagai dana nyata. Pendeteksi keaslian lebih dirancang untuk kesalahan tunggal daripada aliran massal uang palsu melalui puluhan perangkat secara bersamaan.
Statistik makroekonomi mengkonfirmasi pertumbuhan pesat skema serupa di Rusia — pada kuartal kedua 2026, jumlah operasi penipuan melalui ATM meningkat menjadi 1764 kasus, yang melebihi angka untuk seluruh tahun 2025. Penggunaan kartu ‘dropship’ menambahkan lapisan digital anonimisasi pada pemalsuan fisik, yang mempersulit identifikasi penerima manfaat akhir dari pencurian. Akankah ATM tetap menjadi mata rantai sistem yang rentan, sampai mesin penerima uang kertas belajar membedakan produk suvenir dari tanda uang asli?





