Menurut perkiraan analis Morgan Stanley, harga emas dapat melampaui level $5000 per ons tahun depan, karena logam mulia menunjukkan pertumbuhan yang mantap di tengah meningkatnya risiko utang di AS.
Dinamika pasar saat ini sudah menunjukkan tren naik yang berkelanjutan. Dalam sepekan terakhir, emas bertambah sekitar 3,6%, mencapai level $4540 per ons. Meski ada pengambilan keuntungan sebagian oleh investor, tren keseluruhan tetap bullish.
Katalis utama pertumbuhan, menurut analis Morgan Stanley, adalah tindakan Departemen Keuangan AS, yang melipatgandakan volume operasi dukungan likuiditas untuk obligasi pemerintah dengan jatuh tempo 10–30 tahun dari $2 miliar menjadi $4 miliar per operasi. Hal ini menyebabkan pelemahan dolar dan meningkatkan daya tarik emas sebagai aset pelindung. Bank-bank sentral juga aktif meningkatkan cadangan emas — China menambah simpanan sebesar 60 ton, dan Polandia menambahkan 82 ton ke cadangannya. Dukungan tambahan untuk pasar logam mulia diberikan oleh utang pemerintah AS yang terus bertambah, yang telah melebihi angka $40 triliun.
Ketegangan geopolitik dan kemungkinan sanksi terhadap Iran juga berkontribusi pada peningkatan permintaan emas sebagai aset pelindung. Sementara itu, analis memperkirakan bahwa Federal Reserve akan mempertahankan tingkat suku bunga saat ini selama tahun 2026, yang semakin mendukung tren bullish di pasar logam mulia.
end-content




