MiCA register shows late crypto licence rush before EU deadline

ambcryptoDipublikasikan tanggal 2026-07-03Terakhir diperbarui pada 2026-07-03

Abstrak

European regulators authorized dozens of crypto firms in the final days before the EU's MiCA regulation transition period ended. An analysis of ESMA's register shows 36 crypto-asset service provider (CASP) authorizations were issued between June 23 and July 1, with 13 approvals on June 30 alone. This highlights a late licensing rush to comply with the new rules. In total, the register lists 283 authorized CASP records. Germany leads with 59 authorized CASPs, followed by France, the Netherlands, Malta, and Cyprus. However, the data indicates authorizations remain concentrated in a few jurisdictions. Furthermore, not all licenses are equal. While custody and exchange services are common, only 17 firms are authorized to operate a crypto trading platform, meaning the high CASP count does not equate to many fully authorized exchanges.

European regulators authorized dozens of crypto firms in the final days before the EU’s MiCA transition period ended, according to an analysis of the latest ESMA register data.

The register shows 36 crypto-asset service provider authorizations dated between June 23 and July 1, highlighting a late licensing push as firms moved to comply with the bloc’s new unified crypto rules.

Crypto firms rushed for approval before MiCA deadline

The uploaded CASP register shows 283 authorized crypto-asset service provider records, with 66 authorizations dated in June alone.

The pace accelerated near the deadline. The register lists 13 authorizations on June 30, one day before the transition period ended, and one more on July 1.

ESMA had warned that unauthorized providers serving EU clients should stop onboarding new clients and begin winding down regulated activities once the transition period ended.

Germany leads Europe’s MiCA licensing race

Germany has the largest number of authorized CASPs in the register, with 59 records.

France leads with 31, followed by the Netherlands with 28, Malta with 22, and Cyprus with 21.

The data suggests MiCA authorizations remain concentrated in a handful of jurisdictions, even though the regulation creates a passporting framework for licensed firms to operate across the European Economic Area.

Trading platform approvals remain limited

The register also shows that not all MiCA licenses are equal.

Custody, transfer services, and exchange permissions appear far more common than trading platform authorizations. Only 17 firms in the file are authorized to operate a crypto trading platform.

That distinction matters because a large CASP count does not mean Europe has 283 fully authorized exchanges. Many firms hold narrower permissions, such as custody, transfer services, order execution, or crypto-to-fiat exchange.


Final Summary

  • ESMA register data shows 36 CASP authorizations issued between June 23 and July 1, suggesting a late MiCA approval wave before the EU deadline.
  • Germany leads with 59 authorized CASP records, while only 17 firms are authorized to operate crypto trading platforms.

Kripto yang Sedang Tren

Pertanyaan Terkait

QAccording to the ESMA register data, how many crypto-asset service provider (CASP) authorizations were issued in the final days before the MiCA transition period deadline?

AAccording to the ESMA register data, 36 crypto-asset service provider authorizations were issued between June 23 and July 1, just before the MiCA transition period ended.

QWhich EU member state has the highest number of authorized CASPs in the ESMA register?

AGermany has the highest number of authorized CASPs in the ESMA register, with 59 records.

QHow many firms are authorized to operate a crypto trading platform according to the MiCA register?

AAccording to the MiCA register, only 17 firms are authorized to operate a crypto trading platform.

QWhat did ESMA warn unauthorized crypto providers serving EU clients to do after the MiCA transition period ended?

AESMA warned that unauthorized providers serving EU clients should stop onboarding new clients and begin winding down regulated activities once the transition period ended.

QWhat types of crypto service permissions appear to be more common than trading platform authorizations based on the register data?

ABased on the register data, custody, transfer services, and exchange permissions appear far more common than trading platform authorizations.

Bacaan Terkait

Pengamatan Kepatuhan Laporan BIS: Risiko Sebenarnya Stablecoin, Bukan Hanya "Pelepasan Jangkar"

Laporan BIS mengingatkan bahwa risiko utama stablecoin tidak hanya terletak pada kemungkinan "depegging" (kehilangan patokan nilai), tetapi pada tantangan untuk memasukkannya ke dalam sistem keuangan yang dapat diidentifikasi, dipantau, dipertanggungjawabkan, dan diregulasi. Laporan berjudul "Anchoring Trust in Money" menekankan bahwa uang bukan sekadar produk teknologi. Kepercayaan datang dari kerangka hukum, likuiditas, unit akun bersama, dan integritas keuangan. Dalam sistem tradisional, bank bertanggung jawab atas KYC, pemantauan transaksi, dan pelaporan. Sebaliknya, stablecoin yang beredar di blockchain tanpa izin menghadapi risiko kombinasi: anonimitas semu, dompet non-kustodial, jembatan lintas rantai, dan kurangnya kejelasan subjek hukum. Transparansi pada rantai (on-chain) tidak sama dengan transparansi kepatuhan. Alamat yang terlihat tidak berarti identitas terungkap. Risiko stablecoin dapat merembes kembali ke keuangan tradisional melalui pintu masuk/keluar dana (on/off-ramp), platform perdagangan, dan akun pelanggan. Masa depan regulasi bukan melarang inovasi, tetapi "menanamkan aturan" ke dalam infrastruktur. Sistem keuangan token masa depan harus menyematkan identifikasi pelanggan, penyaringan risiko pra-transaksi, jejak data yang dapat diaudit, dan mekanisme kolaborasi lintas yurisdiksi sejak awal. Kepatuhan bukanlah penghalang, melainkan infrastruktur dasar yang memungkinkan inovasi keuangan berkelanjutan dan aman.

marsbit1j yang lalu

Pengamatan Kepatuhan Laporan BIS: Risiko Sebenarnya Stablecoin, Bukan Hanya "Pelepasan Jangkar"

marsbit1j yang lalu

Laporan BIS: Risiko Nyata Stablecoin Bukan Hanya 'Decoupling'

Laporan BIS mengingatkan bahwa risiko utama stablecoin bukan hanya ketidakstabilan nilai (de-pegging), tetapi kemampuan untuk diintegrasikan ke dalam sistem keuangan yang teridentifikasi, termonitor, dapat dipertanggungjawabkan, dan teregulasi. Dari perspektif kepatuhan, uang memerlukan kerangka institusional yang menjamin unit akun, pembayaran pasti, likuiditas, regulasi, dan integritas keuangan. Stablecoin, yang banyak beredar di blockchain tanpa izin, menghadapi tantangan dalam KYC, AML/CFT, dan kejelasan tanggung jawab karena pseudo-anonimitas, dompet non-tahanan, dan bridging antar-rantai. Transparansi data rantai-blok (on-chain) tidak secara otomatis berarti transparansi kepatuhan. Alamat yang terlihat tidak sama dengan identitas yang diketahui. Risiko dari ekosistem stablecoin dapat berpindah kembali ke keuangan tradisional melalui titik on-ramp/off-ramp (pintu masuk/keluar dana). Oleh karena itu, arah masa depan yang diusulkan BIS adalah mengintegrasikan teknologi tokenisasi ke dalam sistem moneter berbasis bank sentral dan lembaga teratur, dengan menanamkan aturan sejak awal ("embedded rules"). Ini termasuk identifikasi klien, pra-skrining transaksi, penilaian risiko, jejak data yang dapat diaudit, serta mekanisme kolaborasi lintas lembaga dan yurisdiksi. Intinya, bagi profesional kepatuhan, setiap inovasi keuangan baru harus menjawab pertanyaan mendasar: Siapa yang mengidentifikasi klien, memantau transaksi, menangani anomali, dan bertanggung jawab? Kepatuhan bukanlah penghalang inovasi, melainkan infrastruktur dasar agar inovasi keuangan dapat berkelanjutan dan aman.

链捕手1j yang lalu

Laporan BIS: Risiko Nyata Stablecoin Bukan Hanya 'Decoupling'

链捕手1j yang lalu

Trading

Spot

Artikel Populer

Cara Membeli T

Selamat datang di HTX.com! Kami telah membuat pembelian Threshold Network Token (T) menjadi mudah dan nyaman. Ikuti panduan langkah demi langkah kami untuk memulai perjalanan kripto Anda.Langkah 1: Buat Akun HTX AndaGunakan alamat email atau nomor ponsel Anda untuk mendaftar akun gratis di HTX. Rasakan perjalanan pendaftaran yang mudah dan buka semua fitur.Dapatkan Akun SayaLangkah 2: Buka Beli Kripto, lalu Pilih Metode Pembayaran AndaKartu Kredit/Debit: Gunakan Visa atau Mastercard Anda untuk membeli Threshold Network Token (T) secara instan.Saldo: Gunakan dana dari saldo akun HTX Anda untuk melakukan trading dengan lancar.Pihak Ketiga: Kami telah menambahkan metode pembayaran populer seperti Google Pay dan Apple Pay untuk meningkatkan kenyamanan.P2P: Lakukan trading langsung dengan pengguna lain di HTX.Over-the-Counter (OTC): Kami menawarkan layanan yang dibuat khusus dan kurs yang kompetitif bagi para trader.Langkah 3: Simpan Threshold Network Token (T) AndaSetelah melakukan pembelian, simpan Threshold Network Token (T) di akun HTX Anda. Selain itu, Anda dapat mengirimkannya ke tempat lain melalui transfer blockchain atau menggunakannya untuk memperdagangkan mata uang kripto lainnya.Langkah 4: Lakukan trading Threshold Network Token (T)Lakukan trading Threshold Network Token (T) dengan mudah di pasar spot HTX. Cukup akses akun Anda, pilih pasangan perdagangan, jalankan trading, lalu pantau secara real-time. Kami menawarkan pengalaman yang ramah pengguna baik untuk pemula maupun trader berpengalaman.

914 Total TayanganDipublikasikan pada 2024.12.10Diperbarui pada 2026.06.02

Cara Membeli T

Diskusi

Selamat datang di Komunitas HTX. Di sini, Anda bisa terus mendapatkan informasi terbaru tentang perkembangan platform terkini dan mendapatkan akses ke wawasan pasar profesional. Pendapat pengguna mengenai harga T (T) disajikan di bawah ini.

活动图片