Ketidakpastian masih membayangi UU CLARITY, salah satu proposal legislatif paling komprehensif untuk mengatur sektor kripto di Amerika Serikat.
Meskipun pengesahan UU Kejelasan, juga dikenal sebagai UU Transparansi, dinantikan di Senat, laporan dari AS menunjukkan bahwa undang-undang tersebut tidak dimasukkan ke dalam agenda Senat hari ini.
Karena Kongres AS akan memasuki liburan bulanan di bulan Agustus, harapan atas pengesahan UU Kejelasan semakin meredup. Hal ini terkait dengan fakta bahwa UU Kejelasan tidak termasuk dalam jadwal pemungutan suara Senat AS yang diumumkan pada 3 Agustus.
Ini mengurangi peluang para pemimpin Senat untuk mengajukan rancangan undang-undang tersebut untuk dipertimbangkan sebelum dimulainya liburan Senat yang dijadwalkan pada 10 Agustus.
Dalam jadwal Senat tanggal 3 Agustus, alih-alih RUU CLARITY, diagendakan pemungutan suara prosedural terkait regulasi pendanaan pemerintah HR 6500. Namun, jadwal saat ini tidak menyebutkan waktu yang dialokasikan di Majelis Umum atau prosedur pemungutan suara untuk RUU CLARITY.
Menurut aturan Senat, proses prosedural yang panjang harus dipatuhi sebelum UU CLARITY Act dapat diajukan untuk pemungutan suara di Majelis Umum.
Dukungan Demokrat Sangat Kritis!
Untuk disahkan di Senat, sebuah RUU memerlukan 60 suara. Bahkan jika semua Partai Republik mendukungnya, RUU tersebut tetap membutuhkan dukungan minimal 7 senator Demokrat.
Namun, beberapa senator Demokrat berpendapat bahwa draf UU CLARITY yang dirilis tidak memadai dari segi perlindungan konsumen, norma etika, dan pencegahan konflik kepentingan di sektor kripto. Oleh karena itu, mereka menyerukan negosiasi lebih lanjut.
Jika CLARITY Tidak Mendapat Persetujuan Sekarang, Kapan Lagi?
Para ahli mengatakan jika undang-undang tidak disahkan pada bulan Agustus, maka pengesahannya kemungkinan besar akan ditunda hingga September. Namun, beberapa pihak memperkirakan bahwa karena adanya pemilu Kongres pada bulan November, para senator AS tidak akan bisa fokus pada undang-undang apa pun dan akan berkonsentrasi pada pemilu. Oleh karena itu, UU CLARITY berasumsi bahwa pengesahan undang-undang tersebut mungkin akan ditunda hingga tahun 2027.
Kesimpulannya, RUU CLARITY Act belum dihapus dari agenda Senat, tetapi sudah sangat dekat dengan pemungutan suara umum final sebelum jeda kerja Senat pada 10 Agustus. Nasib RUU tersebut masih bergantung pada apakah para senator dapat mengambil langkah-langkah prosedural yang diperlukan dengan cepat dan mendapatkan dukungan Demokrat yang diperlukan.
*Ini bukan rekomendasi investasi.






