Hong Kong Issues First Stablecoin Licenses To HSBC, Standard Chartered JV

bitcoinistDipublikasikan tanggal 2026-04-11Terakhir diperbarui pada 2026-04-11

Abstrak

The Hong Kong Monetary Authority (HKMA) has issued its first stablecoin licenses to The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited (HSBC) and Anchorpoint Financial Limited, a joint venture between Standard Chartered, Animoca Brands, and Hong Kong Telecom. This follows the implementation of Hong Kong’s Stablecoins Ordinance in August 2025, which established a licensing framework for fiat-backed cryptocurrency issuers. The HKMA received 36 applications but approved only two in this initial phase, as anticipated by Chief Executive Eddie Yue. Amid a broader downturn in digital assets, the stablecoin market has remained resilient, with its combined market cap holding near all-time highs since Q4 2025. Meanwhile, Bitcoin has declined over 42% in the same period. At the time of writing, Bitcoin was trading around $72,200, up more than 8% over the past week.

The Hong Kong Monetary Authority (HKMA) has handed out its first stablecoin licenses, and the winners are Standard Chartered’s JV and HSBC.

HKMA Has Released First Stablecoin Licenses After A Delay

According to HKMA’s website, two entities have now become registered stablecoin issuers in Hong Kong: Anchorpoint Financial Limited and The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited.

Hong Kong launched its stablecoin bill called the Stablecoins Ordinance back in August 2025, establishing a licensing regime for stablecoin issuers. Under this law, parties interested in issuing fiat-tied cryptocurrencies in the Chinese city have to first obtain a license from the HKMA.

Major names quickly lined up to apply for a license. This included HSBC and Anchorpoint Financial Limited. The latter is a joint venture (JV) created by Standard Chartered, Animoca Brands, and Hong Kong Telecom. In total, the HKMA ended up receiving applications from 36 entities. Despite the high interest, though, Eddie Yue, the financial regulator’s chief executive, said in February that a “very small number” of licenses would be granted in the first wave.

Yue also said that these licenses would arrive in March, but in the end, no licenses were issued during that month, suggesting a delay from the HKMA. However, today, on April 10th, the first batch has finally gone out.

With just two licenses being handed out, Yue indeed set up the correct expectations. As mentioned earlier, Standard Chartered’s JV and HSBC are the applicants who have received the first approval. Thus, these banks have a head start over the rest when it comes to stablecoins in the region.

Hong Kong’s stablecoins advance is just one example of positive regulation that these fiat-tied tokens have seen the world over in the past year. One of the most important wins for the sector has been the GENIUS Act signed into law by United States President Donald Trump last year.

Because of all the regulatory momentum and adoption, the stablecoins sector has performed relatively well amid the wider downturn in the digital assets market. As data from DefiLlama shows, stablecoins have seen their combined market cap move sideways at all-time highs (ATHs) since Q4 2025. In the same period as this flat phase in these fiat-tied tokens, Bitcoin has gone down by more than 42%.

The trend in the market cap of the stablecoins over the years | Source: DefiLlama

While the stablecoin market cap is significant in size, the vast majority of it is covered by just two assets pegged to the US Dollar: USDT and USDC. Moves like the euro-pegged token from a consortium of major European banks could shake up this dominance, but it only remains to be seen how the landscape will evolve.

Bitcoin Price

At the time of writing, Bitcoin is floating around $72,200, up more than 8% in the last seven days.

Looks like the price of the coin has surged recently | Source: BTCUSDT on TradingView

Pertanyaan Terkait

QWhich two entities received the first stablecoin licenses from the Hong Kong Monetary Authority?

AAnchorpoint Financial Limited and The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited (HSBC).

QWhat is the name of the stablecoin bill that established the licensing regime in Hong Kong and when was it launched?

AThe Stablecoins Ordinance, launched in August 2025.

QHow many entities applied for a stablecoin license from the HKMA, and how many were granted in this first wave?

A36 entities applied, and 2 licenses were granted in the first wave.

QAccording to the data from DefiLlama, how has the stablecoin market cap performed compared to Bitcoin since Q4 2025?

AThe stablecoin market cap has moved sideways at all-time highs, while Bitcoin has declined by more than 42% in the same period.

QWhat is the current price of Bitcoin mentioned in the article and its 7-day performance?

ABitcoin is floating around $72,200, up more than 8% in the last seven days.

Bacaan Terkait

Menganalisis Dampak AI terhadap Pertumbuhan Ekonomi dan Produktivitas

**Ringkasan tentang Dampak AI terhadap Pertumbuhan Ekonomi dan Produktivitas** Artikel ini membahas tiga pandangan utama mengenai dampak AI terhadap pertumbuhan ekonomi dan produktivitas: optimis, moderat, dan pesimis. Para optimis percaya bahwa AI, melalui otomatisasi R&D dan perbaikan mandiri yang berulang, dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang sangat tinggi, bahkan mungkin memicu pertumbuhan eksplosif seperti "singularitas". Kelompok moderat mengakui bahwa AI akan meningkatkan produktivitas, tetapi menekankan bahwa kontribusinya dibatasi oleh berbagai kendala seperti penghematan biaya yang terbatas, paparan tugas terhadap AI yang terbatas, efek tautan terlemah, kendala fisik dan energi, serta hambatan regulasi dan etika, yang dapat membuat manfaat AI jauh lebih rendah dari perkiraan optimis. Para pesimis sangat skeptis terhadap tingkat paparan, peningkatan produktivitas, dan kecepatan adopsi AI, atau khawatir bahwa AI terutama digunakan untuk "menggantikan" daripada "meningkatkan" tenaga kerja, yang berpotensi menurunkan porsi pendapatan buruh, menekan konsumsi dan permintaan agregat, dan akhirnya menghambat pertumbuhan ekonomi. Jangka pendek (1-2 tahun), AI akan mendukung pertumbuhan ekonomi, terutama melalui dorongan investasi, bukan dari manfaat produktivitas. Jangka panjang, AI berpotensi membawa revolusi produktivitas dan kemakmuran ekonomi yang signifikan. Namun, jalan menuju kemakmuran jangka panjang mungkin tidak mulus. Untuk jangka menengah (3-5 tahun ke depan), ada tiga jalur potensial yang bergantung pada prospek permintaan AI dan kendala yang dihadapi: "optimis" (permintaan sesuai atau melebihi harapan, tanpa kendala signifikan), "moderat" (permintaan sesuai atau melebihi harapan, tetapi menghadapi berbagai hambatan yang perlu diatasi), dan "pesimis" (permintaan di bawah harapan atau menghadapi kendala serius). Jalur "moderat" dinilai paling mungkin terjadi. Namun, semua jalur memiliki tantangan. Jalur "optimis" secara teknologi menjanjikan, tetapi tanpa reformasi redistribusi pendapatan yang tepat waktu, dapat memperlebar kesenjangan dan memicu konflik sosial. Jalur "pesimis" secara teknologi mungkin justru menjaga stabilitas sosial yang lebih baik bagi sebagian besar pekerja. Jalur "moderat", meski menjadi jalan tengah, dapat menyebabkan pengangguran lokal, polarisasi ekonomi dan pasar keuangan, serta ketidakseimbangan struktural. Pembuat kebijakan perlu mempertimbangkan semua faktor ini secara komprehensif, memantau perkembangan, dan bersiap menghadapinya untuk memastikan pembangunan ekonomi dan sosial yang berkelanjutan.

marsbitBaru saja

Menganalisis Dampak AI terhadap Pertumbuhan Ekonomi dan Produktivitas

marsbitBaru saja

Peringatan Penipuan IRS: Surat Palsu Menargetkan Pemegang Kripto dalam Skema Pencurian Data

Unit Investigasi Kriminal IRS telah mengeluarkan peringatan tentang skema phishing canggih yang menargetkan pemegang cryptocurrency. Penipuan ini menggunakan surat kertas yang terlihat resmi, seolah-olah dari IRS, untuk mencuri data pribadi dan aset digital. Surat palsu tersebut meminta penerima mendaftar di "Digital Asset Compliance Portal" yang tidak ada sebelum tenggat waktu tertentu, dan mengandung kode QR yang mengarah ke situs web IRS palsu untuk mengumpulkan informasi sensitif atau bahkan mengelabui korban agar mentransfer aset kripto mereka kepada penipu. Skema ini memanfaatkan fakta bahwa IRS memang telah mengirim surat edukasi terkait kepatuhan pajak aset kripto sejak 2019, sehingga surat seperti ini tidak lagi dianggap tidak biasa. Namun, IRS menegaskan bahwa mereka **tidak pernah** menyertakan kode QR dalam korespondensi resmi, **tidak** meminta transfer aset digital sebagai bagian dari proses kepatuhan, dan **tidak** mengoperasikan portal pendaftaran aset digital. Setiap pemberitahuan yang sah dapat diverifikasi melalui IRS.gov atau nomor telepon yang tercantum di situs resmi tersebut. Jika Anda menerima surat seperti ini, jangan pindai kode QR-nya, jangan hubungi nomor yang tertera di surat, dan jangan masukkan informasi pribadi di situs yang ditautkan. Gunakan hanya saluran resmi IRS untuk memeriksa status akun Anda. Penipuan yang menyamar sebagai regulator ini mengikis kepercayaan terhadap komunikasi IRS yang sah, di saat yang sama lembaga tersebut sedang meningkatkan penegakan hukum di sektor aset digital.

TheNewsCrypto7m yang lalu

Peringatan Penipuan IRS: Surat Palsu Menargetkan Pemegang Kripto dalam Skema Pencurian Data

TheNewsCrypto7m yang lalu

RWA Mingguan: Sepuluh Lembaga Keuangan Eropa Membentuk Koperasi Aset Ter-tokenisasi; Ondo Luncurkan Jaringan Eksekusi Baru Ondo Network

**Ringkasan Mingguan RWA: 24-31 Juli 2026** Lanskap RWA global menunjukkan pertumbuhan dan transformasi signifikan minggu ini. Kapitalisasi pasar on-chain aset RWA meningkat stabil menjadi $368,2 miliar, dengan jumlah pemegang melonjak 40,81% mencapai rekor 1,45 juta. Namun, volume transfer stablecoin anjlok hampir 30%, mengindikasikan penurunan aktivitas transaksi on-chain meski likuiditas tetap stabil. **Sorotan Regulasi & Kebijakan:** * Korea Selatan merencanakan undang-undang komprehensif untuk aset digital dan stablecoin, sementara partai oposisi mengajukan RUU untuk menghapus pajak crypto. * Kenya menurunkan persyaratan modal minimum untuk penerbit stablecoin menjadi $2,32 juta. * Zimbabwe menyetujui tujuh perusahaan fintech, termasuk platform tokenisasi aset, untuk bergabung dalam sandbox peraturannya. **Perkembangan Proyek Utama:** * **Sektor Keuangan:** Sepuluh lembaga keuangan Eropa membentuk koperasi blockchain RL1 untuk membangun infrastruktur aset tokenisasi bersama. **Project Agorá** yang dipimpin BIS menyelesaikan uji coba pembayaran lintas batas sebesar $1 juta menggunakan cadangan bank sentral dan deposit bank yang ditokenisasi, dengan waktu penyelesaian rata-rata 80 detik. **BNY Mellon** mulai memindahkan bisnis transfer agent intinya ke blockchain. * **Ekspansi Ke Aset Nyata:** **POSCO International** Korea mendemonstrasikan tokenisasi faktur dagang riil di Injective untuk mempercepat pembayaran. Peternak sapi di **Brazil** menggunakan tokenisasi RWA untuk mendapatkan pinjaman hampir $20.000 dengan bantuan smart collar. * **Inovasi Stablecoin:** Open USD (OUSD), didukung oleh lebih dari 140 institusi termasuk Visa dan Mastercard, akan diluncurkan di Ethereum. Tether meluncurkan stablecoin compliant USA₮ di jaringan Celo. * **Infrastruktur:** Ondo Finance meluncurkan **Ondo Network**, lapisan eksekusi baru yang memisahkan proses eksekusi dari penyelesaian untuk kecepatan dan privasi yang lebih baik. **Tantangan & Wawasan:** Analisis mengungkapkan meski aset RWA on-chain bertambah, sekitar 90% masih "tidur" dengan utilisasi rendah di DeFi. Kompetisi kini bergeser dari sekadar penerbitan aset ke pembangunan aplikasi, likuiditas, dan saluran distribusi yang efektif, seperti integrasi dengan platform seperti Robinhood, untuk membangunkan nilai triliunan dana yang belum dimanfaatkan.

marsbit11m yang lalu

RWA Mingguan: Sepuluh Lembaga Keuangan Eropa Membentuk Koperasi Aset Ter-tokenisasi; Ondo Luncurkan Jaringan Eksekusi Baru Ondo Network

marsbit11m yang lalu

Perusahaan Kripto Wintermute Lontarkan Pernyataan Pesimis Soal Kenaikan Altcoin yang Ditunggu-tunggu! Berikut Detailnya

Perusahaan market maker kripto terkemuka, Wintermute, menyampaikan pernyataan pesimistis terkait potensi musim altcoin yang dinantikan. Laporan mereka menyebutkan bahwa perilaku investor institusional mulai berubah, dengan modal yang semakin terkonsentrasi pada lebih sedikit token. Wintermute mencatat bahwa klien institusional menyumbang 72% volume perdagangan spot OTC mereka pada paruh pertama 2026. Data menunjukkan modal institusional bertindak lebih selektif dan terfokus pada token tertentu, berbeda dengan minat investor ritel yang bertahan lebih lama. Perusahaan memprediksi bahwa "musim altcoin" klasik, di mana ratusan altcoin meroket secara bersamaan seperti di siklus sebelumnya, mungkin akan berubah. Dalam siklus baru, hanya proyek dengan penggunaan kasus yang kuat, likuiditas tinggi, dan minat institusional yang kemungkinan akan menonjol. Data dari platform seperti CryptoQuant dan Kaiko mendukung tren ini. Volume perdagangan pasangan altcoin/Bitcoin mendekati level terendah sejak 2021, sementara 10 altcoin teratas (selain stablecoin) mendominasi sekitar 80,5% kapitalisasi pasar altcoin. Selain itu, 10 altcoin teratas kini menyumbang 63% dari total volume perdagangan altcoin, meningkat dari sekitar 50% beberapa bulan lalu, mengindikasikan konsentrasi modal yang semakin tajam. Analis menyimpulkan bahwa dalam kondisi saat ini, potensi musim kenaikan altcoin baru mungkin tidak seluas pasar bull sebelumnya, dengan keuntungan yang kemungkinan akan terkonsentrasi pada sejumlah kecil proyek prospektif yang memiliki teknologi canggih, likuiditas tinggi, dan ekosistem yang berkelanjutan.

cryptonews.ru35m yang lalu

Perusahaan Kripto Wintermute Lontarkan Pernyataan Pesimis Soal Kenaikan Altcoin yang Ditunggu-tunggu! Berikut Detailnya

cryptonews.ru35m yang lalu

Trading

Spot
活动图片