Former Ripple CTO Lied to XRP Holders? David Schwartz Makes Key Clarification

bitcoinistDipublikasikan tanggal 2026-05-05Terakhir diperbarui pada 2026-05-05

David Schwartz, former CTO at Ripple, has pushed back against accusations that he misled XRP holders, addressing claims of secret government agreements and hidden price mechanisms in a series of posts on X that appear to have reignited a long-running debate within the community.

The controversy surfaced after X user @uptownsaul raised questions about whether Schwartz had been less than transparent with the XRP community regarding Ripple’s undisclosed agreements. The exchange prompted the Ripple veteran to step in with a direct clarification — one that touched on NDAs, price theories, and what he described as persistent misinformation circulating in the space.

Schwartz Draws A Line Between NDAs And Conspiracy Theories

According to his posts on X, Schwartz did not deny that Ripple maintains confidential agreements. He acknowledged that many of the company’s partners require NDAs to protect their business arrangements. What he pushed back on was the interpretation of those agreements as evidence of something larger.

In his posts, Schwartz appeared to categorize recurring claims — that the U.S. government has a secret plan for XRP, or that Ripple is holding back a mechanism to drive prices sharply higher — as conspiracy theories that are “almost always” false. He stated that no secret agreements with the government exist and that Ripple’s escrow releases follow a fixed, publicly verifiable schedule on the XRP Ledger.

A Pointed Challenge To Price Theories

Schwartz also addressed long-standing speculation about extreme XRP price targets. In one post on X, he questioned why well-capitalized investors who truly believed in a multi-thousand-dollar XRP scenario would not already be bidding the price significantly higher — framing the absence of such activity as its own form of market data.

When X user @NeilBilon weighed in on the discussion, Schwartz responded again, reiterating that Ripple’s operations and goals are communicated through public channels, even if certain commercial details remain confidential.

Separately, @TGMoney85 raised additional questions about Schwartz’s past statements, which Schwartz addressed by clarifying that his earlier remarks on XRP’s role were economic in nature, not price predictions.

As of this writing, XRP trades at around $2.11, with Schwartz’s comments drawing significant attention across the community but appearing to have had little immediate impact on the asset’s price action.

XRP's trends sideways on the daily chart. Source: XRPUSD on Tradingview

Cover image from Grok, XRPUSD chart from Tradingview

Bacaan Terkait

Rahasia Gaji Harian Magang Raksasa AI Terkuak: Anthropic Lebih dari 5000 Yuan, Kimi Hanya Bisa Masuk Tingkat Keempat

**Rahasia Gaji Magang di Raksasa AI: Anthropic Tembus Rp 5.000/hari, Kimi Masuk Tier Empat** Pada 2026, gaji magang rata-rata mahasiswa di China berkisar Rp 5.000 per hari. Namun, di industri AI, angka ini bisa jauh lebih tinggi. Berdasarkan penelitian terhadap 12 perusahaan AI global, terjadi perang ketat untuk merebut talenta terbaik. **Tingkat Tertinggi (Gaji >Rp 5.000/hari):** * **OpenAI Residency:** Rp 5.625/hari. Program residensi 6 bulan untuk calon peneliti inti. * **Anthropic AI Safety Fellows:** Rp 5.198/hari. Program 4 bulan dengan tambahan dana komputasi besar. **Raksasa AS (Gaji ~Rp 2.000 - Rp 3.780/hari):** Meta (~Rp 3.780/hari), Google (~Rp 3.400/hari), NVIDIA AS (~Rp 2.106/hari, bisa lebih tinggi untuk PhD), dan OpenAI non-teknis (~Rp 1.944/hari) menawarkan gaji magang yang sangat kompetitif. **Raksasa China - Program Khusus Talenta Unggul:** * **ByteDance Top Seed:** Rp 2.000/hari untuk mahasiswa pascasarjana/S3 terpilih. * **Xiaomi (Program Unggulan):** Rp 500-1.100/hari untuk posisi penelitian model besar dan agen AI. **Tingkat Pasar Umum (Gaji Rp 200 - Rp 1.000/hari):** * **DeepSeek (umum):** Rp 500-1.000/hari. * **ByteDance (umum):** Rp 500/hari untuk teknis. * **MiniMax:** Rp 350-600+/hari (teknis). * **Alibaba:** Rp 350-550/hari. * **NVIDIA China:** Rp 400-800/hari. * **Kimi (Moonshot AI):** Rp 400-450/hari (algoritma). * **Xiaomi (umum):** Rp 300-400/hari. * **Zhipu AI:** Rp 200-300/hari (terendah tunai), namun menawarkan proporsi kepemilikan saham karyawan yang tinggi. **Kesimpulan:** 1. **Kesenjangan besar** antara gaji talenta puncak dan magang biasa (bisa 25x). 2. **Kesenjangan AS-China** masih signifikan untuk posisi umum. 3. Perusahaan China mulai mengejar lewat **program khusus** dengan gaji tinggi untuk sedikit talenta teratas. 4. **Opsi ekuitas/saham** menjadi kompensasi utama di banyak startup AI, seperti Zhipu dan MiniMax, meski gaji tunainya lebih rendah. Industri AI saat ini sangat dinamis, menawarkan potensi imbalan tinggi, terutama bagi talenta dengan keahlian langka yang mampu menciptakan terobosan.

Odaily星球日报2j yang lalu

Rahasia Gaji Harian Magang Raksasa AI Terkuak: Anthropic Lebih dari 5000 Yuan, Kimi Hanya Bisa Masuk Tingkat Keempat

Odaily星球日报2j yang lalu

Pengamatan Pasar Metrics Ventures: Saat "Perlombaan Mata Uang Buruk" Menjadi Norma, Bagaimana Memilih Aset Perlindungan Nilai?

**Pengamatan Pasar Metrics Ventures: Memilih Aset Safe Haven di Era "Persaingan Mata Uang yang Buruk"** Laporan bulanan Metrics Ventures untuk Juli-Agustus menyoroti tren makro ekonomi global di tengah ketidakpastian kebijakan moneter AS. Analisis menyimpulkan bahwa era "persaingan mata uang yang buruk" di antara negara-negara Barat telah menjadi norma, di mana kepercayaan terhadap mata uang fiat terus terkikis. Pasar bereaksi secara terpecah: pasar saham AS tampak percaya diri, sementara pasar obligasi dan valuta asing menunjukkan sinyal ketidakpercayaan. Logam mulia seperti emas telah menemukan dasar harga, mencerminkan konsensus bank sentral tentang tren penurunan mata uang yang tak terhindarkan. Menatap ke depan untuk kuartal III-IV, laporan ini merekomendasikan fokus pada aset-aset berikut: 1. **Sumber daya strategis** seperti tembaga dan listrik, yang terkait dengan ketegangan rantai pasokan global. 2. **Emas**, sebagai penyimpan nilai yang terus menilai ulang hilangnya kredibilitas mata uang. 3. **Aset-aset China (RMB)**, khususnya di sektor teknologi (contoh: indeks STAR 50), yang tren bullish-nya dinilai tetap kuat. 4. **Saham sumber daya komoditas** dalam pasar China, yang dianggap memiliki valuasi menarik dengan opsi imbal hasil dari kenaikan harga logam. Sementara itu, pasar cryptocurrency diperkirakan sulit mencatatkan kinerja unggul besar sebelum adanya pelonggaran likuiditas berlebih atau sebelum pertumbuhan AI sepenuhnya terharga di pasar. Inti laporan menekankan bahwa intervensi kebijakan (seperti intervensi nilai tukar AS-Jepang dan penggunaan fasilitas FIMA) menandakan pergeseran dalam pengelolaan moneter global. Dalam iklim ini, logam dan sumber daya nyata dipandang sebagai strategi berisiko rendah dengan nilai ekspektasi (EV) positif dalam jangka menengah.

marsbit4j yang lalu

Pengamatan Pasar Metrics Ventures: Saat "Perlombaan Mata Uang Buruk" Menjadi Norma, Bagaimana Memilih Aset Perlindungan Nilai?

marsbit4j yang lalu

Trading

Spot
活动图片