Pertama Kali: Pra-pelatihan VLA Murni dari Video Manusia untuk Operasi Cekatan, Dapat Diterapkan Hanya dengan Sedikit Data untuk Fine-tuning

marsbitDipublikasikan tanggal 2026-06-08Terakhir diperbarui pada 2026-06-08

Abstrak

Riset kolaboratif dari Microsoft Asia Research dan Universitas Tsinghua memperkenalkan kerangka pra-pelatihan VITRA, yang pertama kali memanfaatkan video aktivitas manusia skala besar untuk pra-pelatihan model Vision-Language-Action (VLA) dalam manipulasi lincah. Inti inovasinya adalah solusi otomatis untuk mengubah video manusia tanpa anotasi menjadi data V-L-A terstruktur. Melalui ekstraksi jejak gerakan 3D tangan, segmentasi aksi atomik berdasarkan kecepatan, dan pembuatan instruksi bahasa dengan GPT-4, dibangun dataset besar berisi 1 juta klip. Model VLA, dengan arsitektur gabungan VLM (PaliGemma-2) dan Diffusion Action Expert, menunjukkan kemampuan prediksi gerakan **zero-shot** yang kuat di lingkungan tak terlihat. Setelah penyetelan halus (**fine-tuning**) hanya dengan sekitar 1.2K data robot nyata, model berhasil diterapkan pada robot lengan lengkap dengan tangan lincah (seperti Realman dengan XHAND1), mencapai tingkat keberhasilan tinggi dalam tugas seperti mengambil, menempatkan, menuang, dan menyapu, serta menunjukkan **kemampuan generalisasi dan ketangguhan** yang luar biasa terhadap objek dan latar belakang baru. Penelitian ini juga mengungkap **hukum penskalaan (_scaling law_)** antara jumlah data pra-pelatihan dan peningkatan kinerja. Dukungan perangkat keras dari tangan lincah XHAND1, dengan model URDF presisi tinggi dan arsitektur penggerak langsung (_direct-drive_), memungkinkan alih ruang gerak manusia-robot dan eksekusi yang responsif. Karya terobosan ...

Mencapai kemampuan operasi cekatan setara manusia merupakan salah satu tantangan utama dalam bidang robotika.

Meskipun tangan cekatan multi-jari memiliki potensi seperti manusia secara perangkat keras, karena tingginya biaya untuk memperoleh data aksi robot berkualitas tinggi, model Visi-Bahasa-Aksi (VLA) yang ada saat ini jauh tertinggal dalam hal skala dan keragaman data dibandingkan model bahasa besar (LLM) dan model bahasa-visual (VLM), sehingga sulit memenuhi kebutuhan tugas kompleks di dunia nyata.

Makalah penelitian terbaru dari Microsoft Research Asia (MSRA) bekerja sama dengan Universitas Tsinghua, "Scalable Vision-Language-Action Model Pretraining for Robotic Manipulation with Real-Life Human Activity Videos", mengusulkan kerangka pra-pelatihan inovatif VITRA untuk mengatasi masalah kunci ini.

Kontribusi inti dari penelitian ini adalah mengusulkan solusi yang sepenuhnya otomatis, mengubah sejumlah besar video aktivitas manusia nyata tanpa anotasi menjadi data yang sepenuhnya selaras dengan format data pelatihan V-L-A robot yang ada.

Dengan mengekstrak lintasan gerakan 3D tangan dari video, melakukan segmentasi aksi atomik, dan menghasilkan instruksi bahasa secara otomatis, tim penelitian membangun dataset V-L-A tangan berskala sangat besar yang berisi 1 juta segmen, 26 juta frame.

Setelah menyelesaikan pra-pelatihan pada data video manusia murni, model menunjukkan kemampuan prediksi aksi tangan nol-sampel (Zero-Shot) yang kuat di lingkungan nyata yang benar-benar belum pernah dilihat sebelumnya.

Hanya dengan sedikit data robot nyata untuk fine-tuning, model dapat mencapai operasi cekatan dengan tingkat keberhasilan tinggi pada robot nyata, dan menunjukkan kemampuan generalisasi yang sangat kuat terhadap objek dan lingkungan baru.

Berikut adalah konten lebih detail.

Membuka Jalan Transformasi dari Video Manusia ke Data Robot

Masalah inti dari makalah ini adalah bagaimana mengatasi perbedaan besar antara video manusia yang tidak terstruktur dan data robot yang terstruktur, sehingga dapat mengekstrak label aksi dan instruksi bahasa berkualitas tinggi yang dapat digunakan untuk pra-pelatihan model VLA.

Penelitian ini membangun sistem lengkap yang terdiri dari tiga teknologi inti, mencapai transformasi mulus dari video mentah ke data V-L-A.

Anotasi Gerakan 3D: Memulihkan Lintasan Tangan dan Kamera dengan Akurat

Memulihkan gerakan tangan 3D yang akurat dari video kamera monokuler, tidak terkalibrasi, dan mungkin bergerak, adalah tugas yang sangat menantang.

Penelitian ini mengusulkan metode pelacakan pose tangan dan kamera monokuler berdasarkan teknologi visi 3D terkini:

Pertama, menentukan status kamera melalui aliran optik latar belakang, dan memperkirakan parameter intrinsik kamera.

Selanjutnya, menggunakan SLAM visi mendalam dan model estimasi kedalaman untuk melacak pose kamera, dan menggunakan model rekonstruksi tangan untuk mengekstrak pose tangan 3D di ruang kamera setiap frame (termasuk pose 6D pergelangan tangan dan sudut sendi lengkap).

Akhirnya, menggabungkan informasi ini untuk mendapatkan lintasan gerakan tangan 3D di ruang dunia.

Metode ini tidak hanya menyediakan label aksi berpresisi tinggi, tetapi juga meletakkan dasar untuk segmentasi aksi dan anotasi instruksi selanjutnya.

Segmentasi Aksi Atomik: Pembagian Alami Berdasarkan Nilai Minimum Kecepatan

Data V-L-A robot yang ada biasanya terdiri dari tugas atomik sederhana dan jarak pandang pendek. Bagaimana secara akurat memisahkan aksi atom ini dari video panjang adalah sebuah tantangan.

Tim penelitian mengambil inspirasi dari ritme alami gerakan manusia, mengusulkan algoritma segmentasi sederhana dan efisien: memisahkan berdasarkan nilai minimum kecepatan pergerakan tangan di ruang 3D.

Selama transisi aksi, kecepatan tangan manusia biasanya mengalami perubahan, dan nilai minimum kecepatan sering kali menandai pergantian aksi.

Dengan mendeteksi nilai minimum kecepatan dari lintasan pergelangan tangan 3D di ruang dunia, metode ini dapat secara efisien membagi video panjang menjadi segmen pendek yang berisi aksi atom tunggal, tanpa memerlukan anotasi manual tambahan atau inferensi model apa pun.

Anotasi Instruksi: Deskripsi Aksi Akurat dengan Menggabungkan Lintasan 3D

Untuk menghasilkan instruksi bahasa yang akurat untuk segmen video yang telah dipisahkan, tim penelitian secara cerdik menggabungkan Model Bahasa-Visual (VLM) dan lintasan tangan 3D.

Untuk setiap segmen video, sistem mengambil sampel 8 frame gambar secara merata, dan memproyeksikan serta menumpuk lintasan 3D telapak tangan ke dalam gambar.

Kemudian, gambar-gambar dengan sorotan lintasan ini dimasukkan ke GPT-4, dengan prompt untuk menggabungkan konten gambar dan informasi lintasan, dan mendeskripsikan aksi tangan yang ditentukan dalam bentuk kalimat imperatif.

Eksperimen membuktikan bahwa menyediakan segmen video atomik dan menumpukkan lintasan tangan 3D dapat secara signifikan meningkatkan akurasi GPT dalam menghasilkan deskripsi aksi.

Mencapai Prediksi Nol-Sampel yang Kuat dan Generalisasi Dunia Nyata

Berdasarkan dataset V-L-A tangan manusia berskala sangat besar yang dibangun secara otomatis tersebut, tim penelitian merancang dan melatih sebuah model VLA yang dibuat khusus untuk operasi cekatan.

1. Arsitektur Model yang Menggabungkan VLM dan Pakar Aksi Difusi

Model VLA ini terdiri dari jaringan tulang punggung VLM (PaliGemma-2) dan sebuah pakar aksi difusi (Diffusion Transformer, DiT).

VLM menerima observasi visual, instruksi bahasa, dan informasi sudut pandang kamera (FoV), lalu mengeluarkan sebuah "Fitur Kognisi" (Cognition Feature).

Pakar aksi difusi kemudian menerima fitur kognisi tersebut, status tangan saat ini, serta blok aksi berisik yang dimask, dan memprediksi urutan aksi tangan di masa depan melalui denoising iteratif.

Untuk menangani aksi tangan manusia yang bergerak cepat dan beradaptasi dengan data segmen pendek, model menggunakan mekanisme perhatian sebab-akibat (Causal Attention) untuk denoising aksi, memastikan prediksi setiap langkah aksi hanya bergantung pada aksi sebelumnya, sehingga secara efektif menghindari dampak negatif dari zero-padding.

2. Prediksi Aksi Tangan Nol-Sampel: Menunjukkan Kemampuan Luar Biasa di Lingkungan Belum Pernah Dilihat

Di lingkungan kehidupan nyata yang benar-benar belum pernah dilihat sebelumnya, model yang telah dipra-pelatih menunjukkan kemampuan prediksi aksi tangan nol-sampel yang kuat.

Dalam evaluasi tugas menggenggam dan tugas prediksi aksi umum, model ini secara signifikan mengungguli model yang dilatih pada data yang dikumpulkan di lingkungan laboratorium (seperti EgoDex), serta mengungguli model yang dilatih menggunakan data beranotasi manusia mentah.

Hal ini membuktikan sepenuhnya bahwa menggunakan video kehidupan nyata yang masif dan beragam untuk pra-pelatihan dapat sangat meningkatkan kemampuan generalisasi model terhadap lingkungan kompleks dan objek yang belum dikenal.

3. Operasi Cekatan Robot Nyata: Penerapan Efisien Hanya dengan Sedikit Data Fine-tuning

Untuk diterapkan pada robot nyata, tim penelitian menyelaraskan ruang aksi tangan manusia dengan ruang aksi tangan cekatan robot (seperti Realman yang dilengkapi dengan XHAND1 dari StarMove).

Hanya dengan menggunakan sedikit (sekitar 1,2 ribu) data teleoperasi robot nyata untuk fine-tuning model yang telah dipra-pelatih, robot dapat melakukan berbagai tugas operasi cekatan termasuk menggenggam, menempatkan, menuang, dan menyapu di dunia nyata.

Hasil eksperimen menunjukkan bahwa dibandingkan dengan model yang tidak dipra-pelatih dengan data VLA manusia atau model yang dipra-pelatih di dataset lain (seperti OXE, EgoDex), metode ini mencapai peningkatan signifikan dalam tingkat keberhasilan tugas, terutama ketika menghadapi objek dan latar belakang yang belum pernah dilihat sebelumnya, menunjukkan ketangguhan yang luar biasa.

Dukungan Inti Perangkat Keras untuk Penerapan VITRA di Dunia Nyata

Alasan kerangka VITRA dapat mencapai kemampuan generalisasi yang menakjubkan pada robot nyata, selain inovasi tingkat algoritma, juga tidak terlepas dari dukungan kuat dari perangkat keras dasar —

tangan cekatan lima jari penggerak langsung mandiri pertama di Tiongkok, XHAND1 dari StarMove.

Kerangka ini dan karakteristik perangkat keras XHAND1 membentuk "kolaborasi lunak-keras" yang sempurna, menunjukkan keunggulan penerapan yang tak tergantikan dalam skenario aplikasi praktis.

Sambungan Mulus antara URDF Presisi Tinggi dan Ruang Aksi Tangan Manusia

Terobosan inti dari kerangka VITRA terletak pada penyelarasan ruang aksi tangan manusia dengan ruang aksi tangan cekatan robot.

XHAND1 secara resmi menyediakan model URDF dengan presisi yang sangat tinggi, tidak hanya menggambarkan parameter gerak dan dinamika secara akurat, tetapi juga memetakan distribusi spasial sendi tangan manusia dengan sempurna.

Dukungan model tingkat "digital twin" ini memungkinkan VITRA pada tahap fine-tuning untuk memetakan sudut sendi manusia secara akurat ke sendi yang sesuai di XHAND1, sehingga secara signifikan mengurangi kesenjangan realitas dari video manusia ke perangkat keras nyata, dan memastikan penerapan strategi pra-pelatihan yang efisien pada perangkat keras nyata.

Arsitektur Penggerak Langsung Penuh dan Respons Frekuensi Tinggi: Menjalankan Operasi Cekatan Kompleks dengan Sempurna

Saat menjalankan tugas operasi cekatan kompleks seperti menuang dan menyapu, robot memerlukan kemampuan respons dinamis yang sangat tinggi.

Arsitektur motor penggerak langsung penuh (Direct-Drive) yang diadopsi oleh XHAND1 menyediakan fondasi perangkat keras yang paling ideal untuk algoritma ini.

Desain penggerak langsung penuh pada dasarnya menghilangkan gesekan besar, kelambanan, dan gangguan nonlinier yang disebabkan oleh reduktor tradisional, memberikan kemampuan respons dinamis yang sangat sensitif pada tangan cekatan. Hal ini memungkinkan XHAND1 untuk segera dan akurat menjalankan perintah aksi yang dikeluarkan oleh model VITRA, serta mengoperasikan berbagai objek yang belum dikenal dengan aman.

Array Sensor yang Kaya: Mereservasi Ruang untuk Persepsi Multimodal di Masa Depan

Meskipun model VITRA saat ini terutama bergantung pada input visual, array sensor yang kaya yang dilengkapi pada XHAND1 (seperti array taktil resolusi tinggi) mereservasi ruang yang luas untuk persepsi multimodal di masa depan.

Dengan menggabungkan kemampuan persepsi perangkat keras yang kuat dari XHAND1, model VLA di masa depan diharapkan dapat lebih lanjut menggabungkan umpan balik taktil, menangani tugas "langkah jari (Finger Gaits)" yang lebih halus dan kompleks.

Hukum Skala dari Ukuran Data

Penelitian ini juga membahas secara mendalam pengaruh skala data pra-pelatihan terhadap kinerja model.

Eksperimen menemukan bahwa seiring dengan peningkatan jumlah data pra-pelatihan, kesalahan model dalam tugas prediksi aksi tangan nol-sampel terus menurun, dan tingkat keberhasilan dalam tugas operasi robot nyata terus meningkat.

Perilaku skala (Scaling Behavior) yang jelas ini menunjukkan bahwa dengan lebih memperluas skala data video manusia, diharapkan dapat terus meningkatkan kinerja model VLA.

Pencapaian ini menandai terobosan kunci dalam pemanfaatan video manusia tidak terstruktur untuk pra-pelatihan model VLA robot.

Dengan menyediakan seperangkat solusi transformasi data yang sepenuhnya otomatis, penelitian ini secara signifikan menurunkan ambang batas untuk memperoleh data pelatihan robot berkualitas tinggi, membuka jalan bagi penerapan tangan cekatan multi-jari dalam skenario kompleks nyata yang lebih luas, dan meletakkan dasar yang kuat untuk menuju kecerdasan berwujud (embodied intelligence) yang benar-benar tergeneralisasi.

Tautan makalah: https://arxiv.org/abs/2510.21571

Artikel ini berasal dari akun WeChat publik "量子位", penulis: Tim VITRA

Kripto yang Sedang Tren

Pertanyaan Terkait

QApa yang menjadi tantangan utama dalam pengembangan kemampuan manipulasi lincah (dexterous manipulation) pada robotika?

ATantangan utamanya adalah ketersediaan data tindakan robot berkualitas tinggi dalam skala dan keragaman yang memadai. Pengumpulan data robotik langsung mahal dan terbatas, sehingga model VLA (Vision-Language-Action) yang ada tertinggal jauh dari model bahasa besar (LLM) dan model visi-bahasa (VLM) dalam hal data.

QApa itu VITRA dan kontribusi utamanya dalam penelitian ini?

AVITRA adalah kerangka kerja pra-pelatihan inovatif yang dikembangkan oleh Microsoft Asia Research (MSRA) dan Universitas Tsinghua. Kontribusi utamanya adalah menyediakan solusi otomatis penuh untuk mengubah video aktivitas manusia nyata yang tidak berlabel menjadi data V-L-A berskala besar yang selaras dengan format pelatihan robot, menggunakan 3D hand tracking, segmentasi aksi atomik, dan generasi instruksi bahasa.

QBagaimana cara VITRA mengubah video manusia menjadi data yang dapat digunakan untuk melatih model robot?

AVITRA menggunakan tiga teknologi inti: 1) Pelacakan pose kamera dan tangan 3D dari video monokuler untuk mendapatkan gerakan tangan yang tepat. 2) Segmentasi aksi atomik berdasarkan titik kecepatan minimum pada lintasan pergelangan tangan 3D. 3) Anotasi instruksi bahasa otomatis menggunakan GPT-4 dengan gambar yang disoroti lintasan tangan 3D.

QApa hasil yang ditunjukkan model VLA setelah pra-pelatihan dengan data manusia dan penyetelan halus (fine-tuning) sedikit data robot?

AModel menunjukkan kemampuan prediksi gerakan tangan zero-shot yang kuat di lingkungan baru. Setelah fine-tuning dengan hanya sekitar 1.2K data robot nyata, model berhasil diterapkan pada robot untuk melakukan berbagai tugas manipulasi lincah seperti mengambil, menempatkan, menuang, dan menyapu dengan tingkat keberhasilan tinggi dan kemampuan generalisasi yang sangat baik terhadap objek dan latar belakang baru.

QPeran apa yang dimainkan oleh tangan robotik lincah '星动XHAND1' (Xingdong XHAND1) dalam penerapan VITRA di dunia nyata?

AXingdong XHAND1, tangan robotik lincah penggerak langsung (full direct-drive) buatan dalam negeri, memberikan dukungan perangkat keras inti. Model URDF-nya yang presisi memungkinkan pemetaan ruang aksi tangan manusia yang mulus. Arsitektur penggerak langsungnya memberikan respons dinamis tinggi untuk menjalankan operasi rumit, dan susunan sensornya yang kaya membuka kemungkinan untuk persepsi multimodal di masa depan.

Bacaan Terkait

New Huo Research: Inflasi Ancaman Mengerikan, Dapatkah Kripto Menghasilkan Performa Independen Jangka Pendek?

Inflasi AS menunjukkan tanda-tanda penurunan dengan CPI Juni turun menjadi 3,5% (yoy), tetapi New Fire Research Institute (新火研究院) memperingatkan agar pasar tidak terlalu optimis. Penurunan itu terutama didorong oleh energi, sementara inti barang (core goods) terus naik, dengan PPI inti barang mencapai 5,1% (yoy). Ketua The Fed menekankan independensi dan toleransi nol terhadap inflasi, menunjukkan sikap hawkish akan bertahan dan berpotensi menekan aset berisiko. Sementara itu, pasar semikonduktor memori menghadapi tekanan struktural, tercermin dari penurunan tajam saham seperti Micron dan SK Hynia, serta penurunan indeks KOSPI Korea yang memicu circuit breaker. Tekanan ini berasal dari geopolitik, keuntungan dari tema AI, dan proses deleveraging di pasar Korea yang masih berlanjut. Berbeda dengan pasar tradisional, pasar kripto relatif stabil dengan BTC naik 1,3% dan ETH naik 3,4% pekan lalu. Dukungan fundamental datang dari aliran masuk bersih berkelanjutan ke ETF Bitcoin spot AS, penyempitan diskon Coinbase, dan ekosistem Robinhood Chain yang aktif. Dari sisi kebijakan, RUU *CLARITY Act* memiliki peluang untuk dibahas di Senat AS sebelum masa reses Agustus. Kesimpulannya, kemungkinan pasar kripto mencetak reli bullish independen dalam jangka pendek dinilai kecil, karena tekanan inflasi dan sikap hawkish The Fed akan membebani aset berisiko secara keseluruhan. Namun, fundamental pasar kripto terus membaik dengan dukungan aliran dana ETF dan aktivitas on-chain. Bitcoin di sekitar level $60.000 tetap dinilai sebagai zona konfigurasi dengan rasio harga-kinerja menarik. Risiko downside relatif terkendali, sedangkan potensi kenaikan bergantung pada perubahan lingkungan makro dan katalis kebijakan seperti *CLARITY Act*. Titik awal untuk tren bull yang berkelanjutan memerlukan sinyal konfirmasi dasar kedua dari pasar dan pergeseran kondisi makro.

marsbit24m yang lalu

New Huo Research: Inflasi Ancaman Mengerikan, Dapatkah Kripto Menghasilkan Performa Independen Jangka Pendek?

marsbit24m yang lalu

Base di Bawah Tekanan

**Ringkasan: Momen Tekanan untuk Base** Jesse Pollak, salah satu pendiri Base, baru-baru ini dua kali mengakui kekurangan strategi Base. Pertama, ia menyatakan bahwa fokus pada token sosial dan kreator selama setahun lebih adalah kesalahan, karena tidak menghasilkan adopsi berkelanjutan. Kedua, ia mengakui bahwa Base tertinggal dalam hal tokenisasi aset dunia nyata (RWA), khususnya saham tokenisasi, di mana Robinhood Chain telah bergerak lebih dulu. Base berencana meluncurkan saham tokenisasi yang didukung 1:1 oleh saham asli, berbeda dengan model derivatif Robinhood. Dukungan Coinbase telah mendorong pertumbuhan Base yang pesat, tetapi juga menyoroti masalah mendasar, terutama dalam desentralisasi. Base sering dikritik karena masalah sentralisasi, dengan dua insiden gangguan produksi blok yang menunjuk pada masalah sequencer tunggal. L2BEAT bahkan mempertimbangkan untuk menurunkan status desentralisasi Base dari Stage 1 ke Stage 0. Dalam hal ini, Robinhood Chain yang baru muncul dianggap sebagai pesaing yang lebih "crypto native". Kemunculan Robinhood Chain telah mempercepat persaingan. Dalam beberapa hari setelah peluncuran, volume perdagangan DEX-nya masuk lima besar, bahkan sempat melampaui Base. Sikap dan keterlibatan aktif CEO Robinhood, Vlad Tenev, dalam ekosistemnya juga kontras dengan insiden baru-baru ini di mana perubahan foto profil pendiri Coinbase, Brian Armstrong, memicu volatilitas ekstrem pada token meme $BRAIN, merusak kepercayaan komunitas. Meskipun demikian, Base masih memimpin di antara L2 dengan TVL hampir $12 miliar dan menguasai standar di bidang pembayaran mesin. Tujuan jangka panjang Base adalah menjadi infrastruktur keuangan yang andal. Namun, tekanan dari Robinhood Chain memaksa Base untuk segera mengatasi masalah desentralisasi dan kepercayaan yang telah lama ada. Jika tidak, posisinya dalam persaingan ketat di bidang tokenisasi RWA dan infrastruktur blockchain bisa semakin sulit.

Foresight News41m yang lalu

Base di Bawah Tekanan

Foresight News41m yang lalu

Trading

Spot

Artikel Populer

Cara Membeli CORE

Selamat datang di HTX.com! Kami telah membuat pembelian CORE (CORE) menjadi mudah dan nyaman. Ikuti panduan langkah demi langkah kami untuk memulai perjalanan kripto Anda.Langkah 1: Buat Akun HTX AndaGunakan alamat email atau nomor ponsel Anda untuk mendaftar akun gratis di HTX. Rasakan perjalanan pendaftaran yang mudah dan buka semua fitur.Dapatkan Akun SayaLangkah 2: Buka Beli Kripto, lalu Pilih Metode Pembayaran AndaKartu Kredit/Debit: Gunakan Visa atau Mastercard Anda untuk membeli CORE (CORE) secara instan.Saldo: Gunakan dana dari saldo akun HTX Anda untuk melakukan trading dengan lancar.Pihak Ketiga: Kami telah menambahkan metode pembayaran populer seperti Google Pay dan Apple Pay untuk meningkatkan kenyamanan.P2P: Lakukan trading langsung dengan pengguna lain di HTX.Over-the-Counter (OTC): Kami menawarkan layanan yang dibuat khusus dan kurs yang kompetitif bagi para trader.Langkah 3: Simpan CORE (CORE) AndaSetelah melakukan pembelian, simpan CORE (CORE) di akun HTX Anda. Selain itu, Anda dapat mengirimkannya ke tempat lain melalui transfer blockchain atau menggunakannya untuk memperdagangkan mata uang kripto lainnya.Langkah 4: Lakukan trading CORE (CORE)Lakukan trading CORE (CORE) dengan mudah di pasar spot HTX. Cukup akses akun Anda, pilih pasangan perdagangan, jalankan trading, lalu pantau secara real-time. Kami menawarkan pengalaman yang ramah pengguna baik untuk pemula maupun trader berpengalaman.

619 Total TayanganDipublikasikan pada 2024.12.13Diperbarui pada 2026.06.02

Cara Membeli CORE

Diskusi

Selamat datang di Komunitas HTX. Di sini, Anda bisa terus mendapatkan informasi terbaru tentang perkembangan platform terkini dan mendapatkan akses ke wawasan pasar profesional. Pendapat pengguna mengenai harga CORE (CORE) disajikan di bawah ini.

活动图片