Crypto leaders join CFTC panel as U.S. pushes ‘pro-innovation’ rules

ambcryptoDipublikasikan tanggal 2026-02-13Terakhir diperbarui pada 2026-02-13

Abstrak

The U.S. Commodity Futures Trading Commission (CFTC) has formed an Innovation Advisory Committee (IAC) under the Trump Administration, comprising leaders from both crypto and traditional finance sectors. Members include executives from Coinbase, Uniswap, Ripple, Chainlink, and Solana, as well as representatives from prediction markets and major financial institutions like Nasdaq and the London Stock Exchange. CFTC Chair Mike Selig stated the committee aims to develop adaptive regulations to keep pace with innovations in blockchain and AI, ensuring the agency’s rules reflect market realities. The move is seen as a shift from the previous administration’s enforcement-heavy approach. Industry leaders, including Uniswap’s Hayden Adams and Chainlink’s Sergey Nazarov, welcomed the initiative as a positive development for DeFi, tokenization, and the broader crypto ecosystem.

The Donald Trump Administration has formed a new advisory team, the Innovation Advisory Committee (IAC), filled with crypto and traditional finance leaders to help drive American innovation.

On the 13th of February, the Commodity Futures Trading Commission (CFTC) unveiled the members of the Innovation Advisory Committee (IAC).

Players from the crypto industry include Coinbase’s Brian Armstrong, Uniswap’s CEO Hayden Adams, Ripple’s Brad Garlinghouse, Chainlink Labs’ Sergey Nazarov, and Solana’s Anatoly Yakovenko, among others.

On the prediction markets segment, Polymarket founder Shayne Coplan and Kalshi’s Tarek Mansour. Additionally, leaders from sport betting platforms FanDuel and DraftKings were tapped.

On the traditional finance side, Depository Trust and Clearing Corporation (DTCC) CEO Frank LaSalla, London Stock Exchange CEO David Schwimmer, Nasdaq CEO Adena Friedman, and others.

CFTC’s end-game

Academic and interest group representatives are also part of the team to provide a balance on tech updates and breakthroughs. According to CFTC chair Mike Selig, this was an ‘energizing moment’ for the regulator, adding that,

“The IAC’s work will help ensure the CFTC’s decisions reflect market realities so the agency can future-proof its markets and develop clear rules of the road for the Golden Age of American financial markets.”

Selig added that the committee will help CFTC formulate adaptive regulations for new breakthroughs in blockchain and AI that are transforming financial markets. He added,

“By bringing together participants from every corner of the marketplace, the IAC will be a major asset for the Commission as we work to modernize our rules and regulations for the innovations of today and tomorrow.”

Great for DeFi and broader crypto?

It’s worth noting that Selig first signaled the move in late January, calling for ‘fit-for-purpose’ regulation of new technologies disrupting financial markets.

Interestingly, the update also comes at a crucial time for prediction markets. The regulator recently withdrew a Biden-era rule that banned event contracts tied to sports and political activities.

Selig said the move was the agency’s ‘commitment to lawful innovation,’ underscoring the pro-crypto and pro-innovation pivot under the Trump Administration.

Reacting to the latest IAC update, Uniswap’s Hayden Adams said,

“Last admin’s CFTC only wanted to talk via subpoenas and enforcement. And lots of builders on this IAC! A great sign for the future of the agency.”

Similarly, Chainlink Labs’ Nazarov echoed Adams’ enthusiasm and expected the move to be bullish for tokenization, DeFi, and crypto overall.


Final Thoughts

  • CFTC chair forms an advisory team to help prepare the agency to form adaptive regulations.
  • Crypto leaders viewed the move as positive for the industry and a U-turn from the previous administration’s enforcement actions.

Pertanyaan Terkait

QWhat is the name of the new advisory committee formed by the CFTC, and what is its purpose?

AThe new advisory committee is called the Innovation Advisory Committee (IAC). Its purpose is to help the CFTC drive American innovation, ensure its decisions reflect market realities, and develop adaptive regulations for new technologies like blockchain and AI.

QName at least three crypto industry leaders who are members of the newly formed CFTC committee.

AThree crypto industry leaders on the committee are Brian Armstrong (Coinbase), Hayden Adams (Uniswap), and Brad Garlinghouse (Ripple).

QAccording to CFTC Chair Mike Selig, what two key technologies is the committee tasked with helping to formulate regulations for?

AThe committee is tasked with helping to formulate regulations for blockchain and artificial intelligence (AI).

QWhat recent action did the CFTC take regarding prediction markets, and how did the chairman describe this move?

AThe CFTC withdrew a Biden-era rule that banned event contracts tied to sports and political activities. Chairman Selig described this move as a demonstration of the agency's 'commitment to lawful innovation'.

QHow did Uniswap CEO Hayden Adams characterize the difference between the current CFTC's approach and that of the previous administration?

AHayden Adams said that the previous administration's CFTC 'only wanted to talk via subpoenas and enforcement,' contrasting it with the new committee which includes many builders, calling it a 'great sign for the future of the agency.'

Bacaan Terkait

Fitur Baru pump.fun, Membawa 'Black Mirror' ke Dalam Kenyataan

Edisi pertama Season 7 *Black Mirror*, "Common People", menceritakan pasangan Mike dan Amanda. Amanda memiliki tumor otak dan bergantung pada langganan layanan teknologi untuk bertahan hidup. Biaya yang membengkak memaksa Mike melakukan tugas memalukan di siaran langsung demi uang, mencerminkan bagaimana orang terdorong menjual martabat demi kelangsungan hidup. Baru-baru ini, fitur baru pump.fun bernama "Pump.fun Go" mengingatkan banyak orang pada episode tersebut. Fitur ini memungkinkan pengguna mengirimkan tugas berhadiah uang. Salah satu contoh viral adalah pria dari India yang menerima 40 SOL (sekitar $2.600) untuk menato "$Bountywork" di dahinya. Dia bahkan menambahkan huruf "n" kedua untuk mendapatkan hadiahnya. Selain uang hadiah, popularitasnya membuatnya mendapat penghasilan hampir $48.000 dari token kripto terkait. Fitur ini juga menyoroti sisi gelap saat orang melakukan hal ekstrem untuk uang, seperti memakan serangga atau minum saus pedas untuk hadiah kecil. Ini mengingatkan pada insiden nyata di platform siaran langsung di masa lalu, di mana konten berbahaya terkadang berakhir tragis. Namun, di antara tugas-tugas ekstrem, ada juga yang positif. Misalnya, hadiah untuk mengorganisir demonstrasi antipekerjaan, menunjukkan kebaikan kepada 10 orang asing, menyumbangkan makanan kepada yang membutuhkan, atau bahkan membantu nenek-nenek menyeberang jalan. Ini menunjukkan bahwa platform tersebut juga dapat digunakan untuk hal-hal yang membawa kebaikan dan cahaya di tengah berbagai fenomena gelap yang muncul. Pada akhirnya, dunia penuh dengan kontras, dan meski kegelapan ada, kita tetap bisa berharap untuk menemukan lebih banyak cahaya.

marsbit4m yang lalu

Fitur Baru pump.fun, Membawa 'Black Mirror' ke Dalam Kenyataan

marsbit4m yang lalu

Selat Hormuz Dibuka Kembali, Apakah The Fed Akan 'Berbelok ke Dovish' dan Pasar akan Menilai Ulang 'Penurunan Suku Bunga'?

Dua katalis penurunan inflasi sedang berkembang secara bersamaan, memberikan dasar kuat bagi Ketua Fed Washe untuk bersikap lebih lunak (dovish) dalam pertemuan FOMC minggu ini. Menurut laporan Citigroup, pembukaan kembali Selat Hormuz diperkirakan akan menekan harga minyak dan menghilangkan risiko kenaikan inflasi dari sektor energi. Pada saat yang sama, data inti CPI bulan lalu menunjukkan pendinginan yang nyata dengan pertumbuhan bulanan hanya 0,21%. Kombinasi perkembangan ini semakin melemahkan alasan bagi Fed untuk mempertahankan sikap ketat (hawkish), sehingga membuka jalan kembali untuk potensi penurunan suku bunga. Bagi pasar, hal ini memiliki implikasi penentuan harga langsung. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 2 tahun telah turun sekitar 13 bps dari seminggu lalu, namun masih lebih dari 60 bps di atas level Februari, menunjukkan ruang untuk penyesuaian lebih lanjut. Laporan memperkirakan pernyataan FOMC akan menghapus kata-kata "bersifat akomodatif" dan median titik suku bunga akan menunjukkan tidak ada perubahan suku bunga tahun ini. Namun, penyesuaian hawkish ini sudah sepenuhnya diantisipasi pasar. Variabel sebenarnya terletak pada nada komunikasi Washe. Dengan perkembangan terkini di Selat Hormuz dan tren pendinginan inflasi inti, risiko Washe mengirimkan sinyal yang lebih lunak daripada perkiraan meningkat. Jika bahasanya lebih lunak, pasar mungkin akan mempercepat penyesuaian harga terhadap jalur penurunan suku bunga. Dari sisi penetapan harga pasar, laporan menilai probabilitas implisit kenaikan suku bunga dalam futures masih terlalu tinggi. Seiring dengan menghilangnya risiko inflasi yang sebelumnya mendukung ekspektasi hawkish, pasar berpeluang lebih lanjut menekan harga kenaikan suku bunga dan meningkatkan harga penurunan suku bunga, menunjukkan bahwa imbal hasil obligasi pemerintah AS masih memiliki ruang untuk turun.

marsbit4m yang lalu

Selat Hormuz Dibuka Kembali, Apakah The Fed Akan 'Berbelok ke Dovish' dan Pasar akan Menilai Ulang 'Penurunan Suku Bunga'?

marsbit4m yang lalu

Serangan Kenaikan Suku Bunga AS-Jepang, Mana yang Paling Berbahaya: Saham, Obligasi, atau Mata Uang Kripto?

Pasar global minggu ini difokuskan pada kenaikan suku bunga Jepang dan pertemuan Fed. Investor menghadapi minggu yang berpotensi bergejolak. Di AS, meskipun Fed diprediksi tidak akan menaikkan suku bunga pada pertemuan ini, sentimen berubah. Data inflasi (CPI Mei 4.2%) dan ketenagakerjaan yang solid telah memperlemah argumen penurunan suku bunga. Pasar bahkan mulai mempertimbangkan kemungkinan kenaikan suku bunga di kemudian tahun ini. Jika Ketua Fed baru, Christopher Waller, menyampaikan sikap hawkish, pasar dapat bereaksi dengan kenaikan imbal hasil obligasi AS jangka pendek dan penguatan dolar, yang akan menekan aset berisiko seperti saham teknologi bernilai tinggi. Di Jepang, Bank of Japan (BoJ) hampir pasti akan menaikkan suku bunga 25 bps. Meskipun kenaikan ini sudah diantisipasi, kekhawatiran utama adalah implikasinya terhadap perdagangan carry trade global yang meminjam yen murah. Komunikasi pasca-pertemuan akan sangat penting untuk mengukur kecepatan normalisasi kebijakan. Sejarah menunjukkan bahwa kenaikan suku bunga BoJ sering bertepatan dengan tekanan di pasar global, seperti pada tahun 2000, 2007, dan terutama Agustus 2024 yang memicu likuiditas. Aset mana yang paling berisiko? * **Obligasi AS:** Imbal hasil jangka pendek paling sensitif terhadap perubahan ekspektasi Fed. * **Dolar:** Kemungkinan menguat didukung oleh sentimen Fed yang hawkish. * **Saham AS:** Saham pertumbuhan bernilai tinggi, saham kecil, dan perusahaan teknologi tanpa laba paling rentan terhadap biaya pendanaan yang lebih tinggi. * **Pasar Kripto:** Aset seperti Bitcoin dan altcoin menghadapi tekanan dari potensi pengurangan likuiditas global dan preferensi risiko yang menurun. Intinya, meskipun keputusan suku bunga dari kedua bank sentral mungkin sudah diprediksi, komunikasi dan sinyal tentang jalur kebijakan di masa depan dapat memicu volatilitas yang signifikan di seluruh kelas aset, terutama jika kedua bank sentral tampak lebih hawkish daripada yang diharapkan.

marsbit8m yang lalu

Serangan Kenaikan Suku Bunga AS-Jepang, Mana yang Paling Berbahaya: Saham, Obligasi, atau Mata Uang Kripto?

marsbit8m yang lalu

Data Menerjemahkan Siklus BTC: Tiga Sinyal Pembalikan Bawah Menyala Serentak, Q4 Mungkin Jadi Jendela Kunci Balik Arah?

**Ringkasan: Tiga Sinyal Jatuh Bersamaan, Q4 2026 Bisa Jadi Titik Balik Kunci untuk BTC?** Bitcoin (BTC) telah mengalami koreksi signifikan, turun lebih dari 52% dari puncak $126,198 pada Oktober 2025 ke level sekitar $59,100 pada Juni 2026. Meski terasa menyakitkan, penurunan ini masih lebih moderat dibandingkan siklus bearish sebelumnya (2014, 2018, 2022). Analisis siklus "halving" menunjukkan pola yang konsisten. Puncak biasanya terjadi 12-18 bulan pasca-halving, diikuti oleh dasar 12-14 bulan kemudian. Mengingat BTC mencapai puncak sekitar 18 bulan setelah halving April 2024, **jendela untuk mencapai dasar potensial diperkirakan sekitar Oktober 2026**, yang juga akan sekitar 17 bulan sebelum halving berikutnya (diperkirakan April 2028). Tiga indikator on-chain utama secara bersamaan menyala di zona rendah: 1. **MVRV Z-Score** (~0.27) mendekati area undervalued historis. 2. **Harga Realisasi** (realized price) sekitar $53,600, membuat harga pasar saat ini hanya ~9% di atasnya — selisih yang langka dan sering terjadi di dekat dasar. 3. Harga BTC menyentuh **Rata-rata Bergerak 200-minggu** (~$62,200), sebuah level support kritis di masa lalu. Aliran dana menunjukkan **perilaku kontrarian**: dana ETF AS mengalami aliran keluar besar-besaran (mencerminkan kepanikan ritel), sementara alamat "paus" (whale) justru menambah kepemilikan mereka secara agresif, dan persediaan BTC di bursa terus menurun. Ketegangan geopolitik utama (Perang Iran) yang menekan pasar tampaknya mereda dengan kesepakatan gencatan senjata yang diumumkan pertengahan Juni 2026, menghilangkan satu ketidakpastian makro besar dan memicu reli harga. **Kesimpulannya**, meski sentimen pasar sangat negatif, data — dari posisi siklus, valuasi on-chain, hingga aliran dana institusional — mulai mengisyaratkan bahwa kita mungkin mendekati area akumulasi jangka panjang. Q4 2026 bisa menjadi periode transisi kritis dari fase bearish menuju akumulasi kembali. Seperti di setiap dasar pasar, keyakinan adalah barang langka, tetapi peluang sering kali muncul justru ketika ketakutan paling tinggi.

marsbit9m yang lalu

Data Menerjemahkan Siklus BTC: Tiga Sinyal Pembalikan Bawah Menyala Serentak, Q4 Mungkin Jadi Jendela Kunci Balik Arah?

marsbit9m yang lalu

Penerbitan Obligasi Nvidia Senilai $20 Miliar Menambahkan Bahan Bakar pada Kisah Transformasi Penambang Bitcoin ke AI

Penulis: Sam Bourgi. Kompilasi: Deep Tide TechFlow. Nvidia dilaporkan berencana menerbitkan obligasi senilai minimal $20 miliar untuk mendanai investasi terkait AI dan melunasi utang. Langkah ini menjadi penegas tingginya permintaan pasar terhadap infrastruktur AI. Perkembangan ini juga terkait erat dengan tren transformasi yang dilakukan oleh para penambang Bitcoin, seperti HIVE Digital, TeraWulf, Hut 8, dan CleanSpark, yang mulai mengalihkan fasilitas dan daya listrik mereka yang sebelumnya untuk penambangan kripto menjadi pusat data dan layanan hosting AI. Dorongan utama di balik transformasi ini adalah menyempitnya margin profit bisnis penambangan Bitcoin, terutama pasca 'halving' April 2024, yang dikombinasikan dengan tingginya kesulitan penambangan dan biaya operasional. Dalam lingkungan yang disebut analis sebagai "yang paling keras", banyak penambang terpaksa menjual sebagian persediaan Bitcoin mereka untuk mengurangi leverage dan mencari sumber pendapatan baru. Data menunjukkan lebih dari 15.000 BTC terjual oleh penambang antara Oktober tahun lalu dan Maret tahun ini. Sebagai pemasok utama GPU untuk model bahasa besar, rencana pengeluaran modal Nvidia menjadi barometer bagi industri. Ledakan permintaan komputasi AI ini membuka peluang bagi para penambang dengan infrastruktur listrik yang mapan. Analis, termasuk dari Bernstein, memproyeksikan perusahaan penambang besar akan berevolusi menjadi penyedia infrastruktur AI, di mana nilai masa depan mereka akan semakin didorong oleh bisnis komputasi awan AI.

marsbit41m yang lalu

Penerbitan Obligasi Nvidia Senilai $20 Miliar Menambahkan Bahan Bakar pada Kisah Transformasi Penambang Bitcoin ke AI

marsbit41m yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片