Crypto Firms To Receive Cybersecurity Support Under US Treasury’s New Initiative

bitcoinistDipublikasikan tanggal 2026-04-10Terakhir diperbarui pada 2026-04-10

Abstrak

The US Department of the Treasury has launched a new initiative to provide cybersecurity support to eligible digital asset firms, aiming to reduce growing cyber risks. Led by the Office of Cybersecurity and Critical Infrastructure Protection (OCCIP), the program offers practical threat intelligence to help companies strengthen defenses and respond effectively to incidents. Officials emphasized the increasing role of crypto in the financial system and the need to integrate cybersecurity as a foundational element. The initiative aligns with the GENIUS Act and builds on recommendations from the President’s Working Group on Digital Assets. Additionally, Treasury released a proposed rule to clarify anti-money laundering and sanctions compliance for stablecoin issuers, signaling a broader push toward regulatory clarity and stronger safeguards.

The US Department of the Treasury announced Thursday a new initiative designed to reduce the growing cybersecurity risks facing the crypto industry.

The program, led through the Department’s Office of Cybersecurity and Critical Infrastructure Protection (OCCIP), is intended to give eligible US digital asset firms practical cybersecurity information. The goal is straightforward: help companies spot threats, strengthen prevention efforts, and respond effectively when incidents occur.

Treasury’s Crypto Cybersecurity Push

In remarks accompanying the announcement, Luke Pettit, Assistant Secretary for Financial Institutions, emphasized that digital asset firms now play an increasingly important role in the US financial system.

By extending access to the same quality cybersecurity information used by traditional financial institutions, Pettit said Treasury is working to support a more secure and responsible digital asset ecosystem.

Treasury also framed the announcement as part of a broader push to ensure that cybersecurity is treated as a foundation for the next stage of digital finance, rather than an afterthought.

Tyler Williams, Counselor to the Secretary for Digital Assets, said the initiative reflects the principles behind the country’s stablecoin bill, the GENIUS Act, by encouraging innovation supported by cybersecurity and operational resilience.

Williams added that as digital assets become more integrated into the financial system, providing timely and actionable threat information becomes essential to protecting consumers and safeguarding US financial markets.

Additionally, Treasury officials said the initiative builds on recommendations from the President’s Working Group on Digital Asset Markets report, Strengthening American Leadership in Digital Financial Technology.

Stablecoin Compliance Gets Clearer

Officials involved in cybersecurity oversight also highlighted that the threat environment is changing quickly. Cory Wilson, Deputy Assistant Secretary for Cybersecurity, noted that cyber threats targeting crypto platforms are rising in both frequency and sophistication.

According to Wilson, the new initiative expands access to actionable threat intelligence intended to help firms strengthen defenses, reduce risk exposure, and handle incidents more effectively when they happen.

The announcement arrives alongside other regulatory steps Treasury and related agencies have been pursuing. On Wednesday, the Department also released a joint proposed rule from the Financial Crimes Enforcement Network (FinCEN) and the Office of Foreign Assets Control (OFAC).

That proposal is intended to provide a more detailed framework for the GENIUS Act, translating statutory requirements into clearer anti-money-laundering (AML) and sanctions-compliance obligations for permitted payment stablecoin issuers (PPSIs).

Treasury said the draft rule outlines how stablecoin issuers would be expected to detect, report, and block unlawful activity while still maintaining the tools required to comply with lawful orders.

In combination with the new OCCIP cybersecurity initiative, the actions signal a broader direction: tighter operational standards, greater regulatory clarity, and continued cooperation with digital asset firms to help the crypto industry operate with stronger safeguards.

The 1D chart shows the total crypto market cap at $2.4 trillion. Source: TOTAL on TradingView.com

Featured image from OpenArt, chart from TradingView.com

Pertanyaan Terkait

QWhat is the main goal of the US Treasury's new cybersecurity initiative for the crypto industry?

AThe main goal is to help eligible US digital asset firms spot threats, strengthen prevention efforts, and respond effectively when cybersecurity incidents occur.

QWhich office is leading the new cybersecurity program announced by the US Treasury?

AThe program is led by the Treasury's Office of Cybersecurity and Critical Infrastructure Protection (OCCIP).

QAccording to Treasury officials, how does this initiative relate to the country's stablecoin bill, the GENIUS Act?

AThe initiative reflects the principles behind the GENIUS Act by encouraging innovation that is supported by cybersecurity and operational resilience.

QWhat other regulatory action did the Treasury Department announce alongside this cybersecurity initiative?

AThe Treasury also released a joint proposed rule from FinCEN and OFAC to provide a more detailed framework for the GENIUS Act, outlining clearer AML and sanctions-compliance obligations for payment stablecoin issuers.

QWhy did officials state that providing actionable threat information to crypto firms is becoming essential?

AAs digital assets become more integrated into the financial system, providing timely and actionable threat information is essential to protecting consumers and safeguarding US financial markets.

Bacaan Terkait

Apple Akhirnya Mengakui, Siri Sudah Tua

Apple akhirnya mengakui bahwa Siri telah tertinggal. Pada WWDC 2026, Apple memperkenalkan "Siri AI", hasil kolaborasi mendalam dengan Google yang menggunakan kemampuan model Gemini untuk melatih model dasar generasi baru mereka. Apple merilis lima Apple Foundation Models, dengan model terkecil 3 miliar parameter yang berjalan di perangkat, dan model cloud terbesar dioptimalkan untuk GPU Nvidia. Sejarah Siri dimulai pada 2011 sebagai asisten pribadi pertama, tetapi perkembangannya terhambat oleh pendekatan Apple yang tertutup dan penekanan berlebihan pada privasi serta komputasi *on-device*. Meskipun Apple telah mengintegrasikan AI dalam fitur sistem selama bertahun-tahun, kehadiran ChatGPT mengubah pasar, memaksa Apple untuk bertindak. Pada 2024, Apple memperkenalkan Apple Intelligence, tetapi mengalami keterlambatan. Pada 2026, mereka menjalin kemitraan strategis dengan Google, membayar miliaran dolar untuk akses ke model Gemini guna mendongkrak kemampuan Siri. Infrastruktur Private Cloud Compute kini juga memanfaatkan Google Cloud dan GPU Nvidia. Inti strategi Apple tetap pada kontrol perangkat dan integrasi sistem. Siri AI diintegrasikan ke dalam sistem, memiliki memori, dan dapat menyinkronkan percakapan antar perangkat. Apple membuka kerangka kerja bagi pengembang untuk mengintegrasikan model AI eksternal seperti Claude dan Gemini. Namun, tantangan tetap ada. Di China, Apple Intelligence akan membutuhkan kemitraan dengan model lokal dan adaptasi peraturan. Selain itu, fitur ini hanya tersedia untuk perangkat Apple terbaru, berpotensi menciptakan pembagian di antara pengguna. Pada akhirnya, tujuan Apple adalah menciptakan AI yang memahami konteks kehidupan pengguna, tidak hanya menjadi chatbot, tetapi asisten yang benar-benar membantu meringankan beban kognitif sehari-hari.

marsbit20m yang lalu

Apple Akhirnya Mengakui, Siri Sudah Tua

marsbit20m yang lalu

Seberapa Jauh Lagi Siklus Bull Market Saham AS Saat Ini Dibandingkan dengan Puncak Gelembung Sejarah?

Penilaian terbaru dari kepala strategis ekuitas AS Goldman Sachs menunjukkan bahwa kegembiraan pasar saat ini telah mencapai persentil ke-86 secara historis, mendekati tetapi belum menyentuh tingkat ekstrem puncak gelembung internet tahun 2000 dan puncak bull market tahun 2021. Dalam dua bulan terakhir, indeks S&P 500 melonjak 15%, menempati persentil ke-99 dalam data historis sejak 1980. Meskipun empat sinyal utama puncak pasar bersejarah — euphoria spekulatif, penurunan prospek pertumbuhan, penerbitan saham besar-besaran, dan pengetatan kebijakan Fed — belum sepenuhnya terpenuhi, masing-masing semakin mendekati ambang batas pemicu dibandingkan beberapa bulan lalu. Laporan ini menilai bahwa ruang untuk bull market masih ada, tetapi risiko sedang menumpuk. Kenaikan baru-baru ini didorong oleh tema intelijen buatan (AI), dengan dukungan utama berasal dari revisi besar ekspektasi laba terkini, bukan hanya gelembung sentimen. Meskipun demikian, kelebaran pasar sangat sempit, meski belum mencapai tingkat konsentrasi ekstrem era gelembung dotcom. Secara keseluruhan, kegembiraan pasar saat ini semakin mendekati rentang puncak historis tetapi belum tiba. Kenaikan masih didukung oleh perbaikan fundamental ekspektasi laba. Namun, dengan momentum yang terus kuat, konsentrasi pasar yang tinggi, dan beberapa sinyal risiko yang mulai memanas, inti laporan ini adalah peringatan bagi investor: jendela peluang masih terbuka, tetapi perlahan-lahan menyempit.

marsbit27m yang lalu

Seberapa Jauh Lagi Siklus Bull Market Saham AS Saat Ini Dibandingkan dengan Puncak Gelembung Sejarah?

marsbit27m yang lalu

Rapper Afroman: Tak Paham Bitcoin, Tapi Jadi Pejuang Kebebasan Baru di Komunitas Kripto

Joseph Edgar Foreman, lebih dikenal sebagai Afroman, adalah rapper berusia 51 tahun yang terkenal dengan lagu hit "Because I Got High". Ia baru-baru ini menjadi simbol "pejuang kebebasan" setelah memenangkan gugatan pencemaran nama baik melawan tujuh petugas polisi yang menggerebek rumahnya di Ohio pada 2022. Ia menggunakan rekaman penggerebekan dari kamera keamanan rumahnya dalam video musik untuk mengejek para petugas, yang kemudian viral dan mendorong streaming musiknya naik lebih dari 500%. Ketidakpahamannya tentang Bitcoin tidak menghalanginya untuk menjadi bintang tamu di Bitcoin Conference di Las Vegas. Panitia melihat keselarasan antara perjuangannya untuk kebebasan berbicara dengan nilai inti komunitas kripto. Di konferensi itu, barang-barang pribadinya seperti setelan bergambar bendera Amerika yang dikenakannya di pengadilan dilelang dengan Bitcoin, meskipun hasilnya tidak signifikan secara finansial baginya. Foreman dengan jujur mengakui alasan utamanya hadir adalah karena dibayar. Meskipun mengaku tidak memiliki Bitcoin dan memahaminya seperti saham, pesan Afroman tentang kebebasan individu dan kritik terhadap otoritas beresonansi dengan hadirin. Dalam wawancara terbatas dan penampilan panggung utama, ia menekankan kekuatan kebebasan berbicara untuk melawan korupsi. Di atas panggung, ia juga mengumumkan niatnya untuk mencalonkan diri sebagai presiden AS pada 2028, dengan platform yang mencakup legalisasi ganja rekreasi dan reformasi kepolisian.

Foresight News31m yang lalu

Rapper Afroman: Tak Paham Bitcoin, Tapi Jadi Pejuang Kebebasan Baru di Komunitas Kripto

Foresight News31m yang lalu

Trading

Spot
Futures

Artikel Populer

Cara Membeli T

Selamat datang di HTX.com! Kami telah membuat pembelian Threshold Network Token (T) menjadi mudah dan nyaman. Ikuti panduan langkah demi langkah kami untuk memulai perjalanan kripto Anda.Langkah 1: Buat Akun HTX AndaGunakan alamat email atau nomor ponsel Anda untuk mendaftar akun gratis di HTX. Rasakan perjalanan pendaftaran yang mudah dan buka semua fitur.Dapatkan Akun SayaLangkah 2: Buka Beli Kripto, lalu Pilih Metode Pembayaran AndaKartu Kredit/Debit: Gunakan Visa atau Mastercard Anda untuk membeli Threshold Network Token (T) secara instan.Saldo: Gunakan dana dari saldo akun HTX Anda untuk melakukan trading dengan lancar.Pihak Ketiga: Kami telah menambahkan metode pembayaran populer seperti Google Pay dan Apple Pay untuk meningkatkan kenyamanan.P2P: Lakukan trading langsung dengan pengguna lain di HTX.Over-the-Counter (OTC): Kami menawarkan layanan yang dibuat khusus dan kurs yang kompetitif bagi para trader.Langkah 3: Simpan Threshold Network Token (T) AndaSetelah melakukan pembelian, simpan Threshold Network Token (T) di akun HTX Anda. Selain itu, Anda dapat mengirimkannya ke tempat lain melalui transfer blockchain atau menggunakannya untuk memperdagangkan mata uang kripto lainnya.Langkah 4: Lakukan trading Threshold Network Token (T)Lakukan trading Threshold Network Token (T) dengan mudah di pasar spot HTX. Cukup akses akun Anda, pilih pasangan perdagangan, jalankan trading, lalu pantau secara real-time. Kami menawarkan pengalaman yang ramah pengguna baik untuk pemula maupun trader berpengalaman.

885 Total TayanganDipublikasikan pada 2024.12.10Diperbarui pada 2026.06.02

Cara Membeli T

Diskusi

Selamat datang di Komunitas HTX. Di sini, Anda bisa terus mendapatkan informasi terbaru tentang perkembangan platform terkini dan mendapatkan akses ke wawasan pasar profesional. Pendapat pengguna mengenai harga T (T) disajikan di bawah ini.

活动图片