Produsen-produsen Cina menyuplai lebih dari 97% pasokan robot humanoid global pada paruh pertama tahun 2026 — perkiraan ini dipublikasikan oleh perusahaan riset California, Smart Analytics Global (SAG). Secara total, sekitar 19.100 unit robot humanoid dikirimkan ke seluruh dunia dalam periode tersebut — meningkat 272% dibandingkan 5.100 unit pada periode yang sama tahun 2025. Sementara itu, Cina sendiri mewakili lebih dari 85% permintaan global untuk perangkat semacam itu.
Pemimpin pasar adalah AGIBOT asal Shanghai, yang mengirimkan sekitar 8.400 robot dan menguasai 44% pangsa pasar global — pengiriman perusahaan ini tumbuh 562% year-on-year. Posisi kedua ditempati oleh Unitree Robotics dari Hangzhou dengan sekitar 5.900 perangkat dan pangsa 31%. Kedua perusahaan ini bersama-sama menyediakan sekitar 75% pasokan robot humanoid global.
Struktur permintaan juga berubah: aplikasi industri dan komersial menyumbang lebih dari 70% pasokan pada paruh pertama 2026, dibandingkan sekitar 50% pada tahun sebelumnya. Robot humanoid semakin aktif keluar dari lingkup demonstrasi dan tugas penelitian untuk mengambil tempat di lini produksi dan operasi komersial.
SAG memperkirakan, pada akhir tahun 2026 secara keseluruhan, pengiriman robot humanoid global akan mendekati 60.000 unit — hampir tiga kali lipat pertumbuhan year-on-year, dengan pendapatan industri sekitar $1,6 miliar. Perusahaan ini mengharapkan capaian 500.000 unit terkirim pada tahun 2030.
AS Membatasi Akses ke Robot Cina
Pada 28 Juli 2026, Komisi Komunikasi Federal AS (FCC) melarang lembaga-lembaga federal dan penerima subsidi pemerintah untuk membeli dan menggunakan "perangkat robotik canggih" asing — termasuk robot humanoid dan robot berkaki empat, yang dianggap oleh badan antarkementerian pemerintah AS sebagai ancaman terhadap keamanan nasional negara itu. Pembatasan ini berlaku untuk model baru dan tidak memengaruhi perangkat yang sebelumnya telah disahkan.
Mengapa Cina Memimpin
SAG menyebutkan beberapa faktor yang mendukung pengembangan ekosistem robotika domestik di Cina:
- dukungan negara dan kebijakan industri
- pendanaan sektor yang melimpah
- kapasitas produksi yang meluas
- gelombang IPO perusahaan-perusahaan pengembang
Bidang AI fisik menarik startup di bidang robotika, perusahaan teknologi besar, dan semakin banyak produsen mobil. Ekosistem produksi berskala besar Cina memberi pengembang robot humanoid kesempatan untuk menguji dan menerapkan perangkat langsung dalam kondisi industri, yang mempercepat transisi dari prototipe dan proyek percontohan ke penyebaran komersial dalam skala besar.
Bertaruh pada Lokalisasi Rantai Pasokan
Pertumbuhan cepat sektor robotika Cina dijelaskan oleh keunggulan terintegrasi dari rantai produksi yang lengkap, kerangka kelembagaan yang terencana, dan kelimpahan skenario aplikasi nyata — demikian penilaian para ahli yang dikutip Global Times dalam artikel 11 Agustus 2026. Peran kunci dimainkan oleh rantai pasokan yang andal: tingkat lokalisasi dalam industri robotika Cina meningkat nyata pada tahun 2026, dan komponen kunci secara bertahap beralih ke kendali internal. Lebih dari 90% suku cadang kunci untuk robot humanoid saat ini dibeli di dalam negeri.
Gabungan faktor-faktor ini — dari kebijakan industri hingga kendali atas rantai pasokan — menjelaskan mengapa dua perusahaan Cina, AGIBOT dan Unitree, bersama-sama menguasai tiga perempat pasar robot humanoid global. Sementara itu, respons AS berupa pembatasan FCC menunjukkan bahwa dominasi Cina di bidang ini sudah dipersepsikan bukan hanya sebagai masalah persaingan industri, tetapi juga keamanan nasional.
Opini AI
Dari sudut pandang analisis data mesin, dominasi Cina di pasar robot humanoid membawa risiko yang kurang jelas dibandingkan pembatasan ekspor FCC. Salah satu dari dua perusahaan terkemuka, Unitree, sebelumnya dimasukkan oleh Pentagon dalam daftar organisasi yang terkait dengan sektor pertahanan Cina, seperti dilaporkan publikasi CNews. Beban reputasi semacam ini dapat membatasi ekspansi robot Cina bahkan di pasar yang secara formal tidak bergabung dengan sanksi AS, karena pelanggan korporat menghindari risiko reputasi lebih kuat daripada pelanggan pemerintah.
Preseden historis mengingatkan dirinya sendiri: skenario serupa dalam perebutan pasar secara cepat oleh Cina telah terjadi di bidang tenaga surya dan produksi baterai, yang berakhir dengan tarif proteksionis dari AS dan UE. Data industri tentang pendapatan sektor sebesar $1,6 miliar dengan pengiriman hampir 60.000 perangkat menunjukkan harga rata-rata robot yang rendah — faktor yang dapat mempercepat adopsi massal sekaligus memicu tuduhan dumping. Akankah robotika humanoid tetap berada di luar zona perang dagang, atau mengulangi jejak panel surya?





