Penambang Bitcoin dari China, Menerima Panggilan Wajib Militer di Rusia
Presiden Rusia Vladimir Putin menandatangani Dekrit Presiden No. 821 pada 2025, yang mewajibkan warga negara asing laki-laki berusia 18-65 tahun yang ingin mengajukan izin tinggal jangka panjang di Rusia untuk menandatangani kontrak dinas militer selama minimal satu tahun. Kebijakan ini berdampak langsung pada penambang Bitcoin Tiongkok yang beroperasi di Rusia, memaksa mereka menghadapi pilihan sulit: meninggalkan status tinggal mereka atau wajib mendaftar militer.
Pemerintah Rusia sebelumnya melegalkan penambangan kripto pada 2024, namun mewajibkan pendaftaran resmi dengan detail dompet dan pendapatan. Untuk mendaftar secara legal, penambang asing memerlukan izin tinggal jangka panjang, yang sekarang dikaitkan dengan kewajiban militer. Jalan lain seperti menggunakan visa bisnis atau mempekerjakan warga lokal untuk memegang kepemilikan tambang juga tertutup, karena aturan keimigrasian yang ketat, hukuman pidana untuk penambangan ilegal, dan penyitaan peralatan serta aset kripto.
Selain tantangan hukum, penambang juga menghadapi kelangkaan energi. Konsumsi listrik penambangan yang mencapai 1,5% dari total nasional menyebabkan pemadaman dan pembatasan listrik di wilayah seperti Siberia dan Kaukasus Utara. Kombinasi kewajiban militer, pembatasan energi, dan risiko penyitaan aset membuat masa depan penambang asing di Rusia semakin tidak pasti.
marsbit02/27 02:37