BitcoinBerita

Berfokus pada berita, analisis harga, evolusi teknologi, dan tren pasar dalam ekosistem Bitcoin. Ini mengulas peran dan pengaruhnya dalam sistem keuangan global.

Ingin Lindung Nilai, Beli Emas-Minyak; Ingin Naik Tajam, Beli AI. Bitcoin yang "Ketinggalan Zaman" Masuki Pasar Beruang

Penulis: Wall Street News Harga Bitcoin terus menurun, sempat mencapai USD 66,123, terendah dalam dua bulan. Penjelasan yang beredar antara lain arus keluar dana ETF, ketegangan geopolitik, dan penjualan oleh Strategy. Namun, analisis Bloomberg menunjukkan bahwa faktor-faktor ini hanyalah gejala. Masalah mendasarnya adalah Bitcoin kalah dalam persaingan aset. Bitcoin kini terjepit di "zona tengah yang canggung" dan kalah di tiga bidang: * **Lindung nilai inflasi:** Emas, saham energi, dan komoditas lebih disukai karena memiliki dukungan fisik dan logika yang jelas. * **Pertumbuhan tinggi:** Perusahaan AI dengan pendapatan dan laba riil lebih menarik karena Bitcoin tidak menghasilkan arus kas. * **Eksposur kripto:** Investor yang ingin terpapar ekosistem kripto kini memiliki pilihan lain seperti bursa, stablecoin, atau perusahaan infrastruktur dengan kinerja yang terikat pada adopsi industri. Meski ada peringatan dari Fed tentang risiko inflasi yang lebih persisten, pasar tidak lagi bereaksi dengan membeli Bitcoin sebagai lindung nilai. Narasi "emas digital" Bitcoin tergerus oleh emas fisik dan saham energi. Arus keluar ETF dan penjualan oleh Strategy mencerminkan kenyataan baru: modal memiliki lebih banyak tempat tujuan, dan investor menjadi lebih selektif. Mereka menuntut alasan yang jelas mengapa harus memilih Bitcoin dibanding aset lain. Logika bearish baru untuk Bitcoin bukan lagi tentang penipuan atau kegagalan teknologi, melainkan bahwa **kelangkaan saja tidak lagi cukup**.

marsbit06/03 02:21

Ingin Lindung Nilai, Beli Emas-Minyak; Ingin Naik Tajam, Beli AI. Bitcoin yang "Ketinggalan Zaman" Masuki Pasar Beruang

marsbit06/03 02:21

Belilah Emas dan Minyak untuk Hedging, AI untuk Pertumbuhan Cepat, Bitcoin yang 'Ketinggalan Zaman' Masuki Pasar Beruang

Bitcoin terus mengalami penurunan, mencapai level terendah dalam dua bulan di sekitar $66.123. Menurut analis, alasan di balik penurunan ini lebih dalam daripada sekadar aliran keluar dana ETF atau penjualan oleh Strategy. Inti masalahnya adalah Bitcoin kini kalah bersaing di tiga bidang utama. Pertama, sebagai lindung nilai inflasi, emas dan saham energi kini lebih disukai karena memiliki dukungan fisik dan logika yang lebih langsung. Kedua, untuk pertumbuhan tinggi, investor beralih ke perusahaan AI yang memiliki pendapatan dan laba nyata, di mana Bitcoin tidak menghasilkan arus kas. Ketiga, bahkan di dalam ekosistem kripto, eksposur kini dapat diperoleh melalui stablecoin, pertukaran, atau infrastruktur yang terkait dengan adopsi nyata, bukan hanya Bitcoin. Narasi "emas digital" Bitcoin tidak lagi mendapatkan reaksi positif otomatis terhadap kekhawatiran inflasi. Aliran keluar ETF dan penjualan oleh institusi mencerminkan gejala dari realitas baru: investor kini lebih selektif. Mereka memiliki lebih banyak pilihan dan mempertanyakan nilai tambah Bitcoin. Logika bearish baru untuk Bitcoin bukan lagi tentang penipuan atau kegagalan teknologi, melainkan bahwa kelangkaan saja tidak lagi cukup untuk menarik modal. Bitcoin terjepit di zona tengah yang canggung, bukan sebagai aset lindung nilai terbaik, aset pertumbuhan terbaik, atau satu-satunya pilihan kripto.

华尔街日报06/03 00:42

Belilah Emas dan Minyak untuk Hedging, AI untuk Pertumbuhan Cepat, Bitcoin yang 'Ketinggalan Zaman' Masuki Pasar Beruang

华尔街日报06/03 00:42

Strategy Akhiri Rentetan Pembelian Bitcoin dengan Penjualan Langka—Berapa Banyak yang Mereka Jual?

Perusahaan treasury Bitcoin, Strategy, mengakhiri periode akumulasi BTC selama 3,5 tahun dengan melakukan penjualan pertamanya sejak 2022. Berdasarkan pengajuan 8-K ke SEC, perusahaan yang dipimpin Michael Saylor itu menjual 32 BTC senilai $2,5 juta, dengan harga rata-rata $77,135 per koin. Penjualan ini tidak sepenuhnya mengejutkan. Awal Mei, Saylor menyebutkan kemungkinan Strategy menjual sedikit Bitcoin untuk mendanai dividen, sebagai bentuk "pesan" kepada pasar. Hasil penjualan ini diharapkan digunakan untuk pembagian dividen. Meski langka, penjualan ini memiliki preseden. Pada Desember 2022, Strategy juga pernah menjual 704 BTC untuk tujuan tax-loss harvesting, namun kemudian membeli kembali aset tersebut. Setelah penjualan terbaru, total kepemilikan Strategy kini menjadi 843,706 BTC, dengan harga rata-rata perolehan (cost basis) $75,699 per koin. Harga Bitcoin yang kini turun di bawah level itu berarti kepemilikan perusahaan saat ini berada dalam posisi rugi (in the red). Sementara itu, di tengah aksi jual Strategy, perusahaan treasury Ethereum terbesar, Bitmine, justru menambah akumulasinya. Perusahaan tersebut mengakuisisi 26,497 ETH selama seminggu terakhir, mendekati target kepemilikannya sebesar 5% dari total suplai ETH yang beredar. Pasar bereaksi negatif terhadap penjualan oleh Strategy, dengan harga spot Bitcoin anjlok ke level $71,400.

bitcoinist06/02 09:33

Strategy Akhiri Rentetan Pembelian Bitcoin dengan Penjualan Langka—Berapa Banyak yang Mereka Jual?

bitcoinist06/02 09:33

活动图片