Seorang pundit telah memicu perbincangan di komunitas kripto dengan menyatakan bahwa pemegang XRP dapat melihat kekayaan yang belum pernah terjadi sebelumnya, berpotensi mencapai status jutawan atau miliarder. Dia menyebutkan lanskap regulasi kripto yang terus berubah di Amerika Serikat (AS) dan potensi XRP untuk memainkan peran keuangan yang signifikan dalam perekonomian, yang dapat mendorong permintaan yang kuat dan pertumbuhan nilai untuk altcoin ini.
Mengapa Pemegang XRP Siap untuk Kekayaan yang Luar Biasa
Joshua Dalton, pendiri Triblu, sebuah perusahaan layanan TI yang tidak didanai, memprediksi dalam sebuah postingan X bahwa pemegang XRP dapat menjadi jutawan, miliarder, triliuner, dan bahkan kuadriliuner. Dia menyatakan bahwa sementara para penggemar Bitcoin, termasuk pendiri Strategy Michael Saylor, mungkin melihat sedikit atau tidak ada keuntungan dari token di masa depan, anggota komunitas memiliki posisi unik untuk mencapai kekayaan yang luar biasa.
Dalam postingannya, Dalton menggambarkan altcoin ini sebagai peluang unik untuk pertumbuhan keuangan, berpotensi melampaui apa yang ditawarkan Bitcoin. Diperdagangkan hanya pada $1,86 dibandingkan dengan nilai Bitcoin lebih dari $88.000, harga rendah XRP memberikan keuntungan yang signifikan bagi para investornya. Keterjangkauan ini bisa sangat menguntungkan untuk menciptakan kekayaan jika cryptocurrency mengalami lonjakan harga besar di masa depan.
Dalam kasus Dalton, fokusnya bukan pada perbedaan harga tetapi pada dampak potensial yang dapat dimiliki token terhadap perekonomian AS jika menjadi mata uang cadangan. Dia berargumen bahwa Bitcoin tidak dapat berfungsi sebagai mata uang resmi untuk cadangan AS karena penciptanya, Satoshi Nakamoto, tetap tidak diketahui. Dia juga menyarankan bahwa Bitcoin berpotensi dikendalikan atau dioperasikan oleh Tiongkok, menjadikannya tidak dapat dipercaya dan tidak andal untuk tujuan keuangan nasional.
Di sisi lain, pendiri Triblu mencatat bahwa pemerintah dapat sepenuhnya mempercayai XRP karena dioperasikan oleh Ripple dan sepenuhnya berbasis di Amerika Serikat. Dalton menekankan bahwa, tidak seperti Bitcoin, altcoin memiliki kapasitas untuk mengatasi tantangan nasional, termasuk krisis utang sekitar $38 triliun. Dia membingkainya sebagai aset yang lebih andal dan bernilai strategis bagi negara, menyoroti kemampuannya untuk mendukung stabilitas ekonomi skala besar dengan cara yang tidak dapat dilakukan Bitcoin.
Potensi XRP di Tengah Regulasi AS yang Berkembang
Pernyataan Dalton tentang XRP sebagai mata uang cadangan yang lebih baik daripada Bitcoin untuk AS muncul di tengah perkembangan regulasi yang terus berubah di negara tersebut. Pada bulan Januari, Presiden Donald Trump menandatangani perintah eksekutif mendirikan cadangan nasional untuk Bitcoin dan altcoin lainnya, memicu rumor bahwa token tersebut dapat dimasukkan dalam cadangan.
Selain itu, tahun ini, DPR AS telah meloloskan beberapa RUU terkait kripto, termasuk CLARITY ACT, GENIUS ACT, dan Undang-Undang Anti-CBDC Surveillance State. Tindakan legislatif ini diharapkan dapat mempengaruhi lanskap regulasi untuk cryptocurrency secara positif, berpotensi mendorong adopsi yang lebih luas, meningkatkan kepercayaan investor, dan menciptakan lingkungan yang lebih stabil untuk aset digital.
Ini sangat signifikan bagi XRP, terutama setelah penyelesaian pertarungan hukumnya dengan Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC), yang telah memperkuat legitimasi dan prospek pertumbuhannya.








