2026-04-17 Jumat

Pusat Berita - Halaman 735

Dapatkan berita kripto dan tren pasar secara real-time melalui Pusat Berita HTX.

DeAI: Di Era Pertumbuhan 'Liar' AI, Mengapa Web3 Diperlukan untuk Mengaturnya

Penulis: K, Peneliti Web3Caff Research Dalam perkembangan kecerdasan buatan (AI), DeAI (Arsitektur Pelatihan dan Inferensi AI Terdesentralisasi) muncul sebagai alternatif untuk mengatasi dua masalah utama AI terpusat: mekanisme kepercayaan buta dan kerapuhan skalabilitas. DeAI menggunakan "komputasi terverifikasi" yang memastikan setiap proses inferensi model dapat dilacak dan dibuktikan, memberikan dasar kepercayaan untuk kolaborasi lintas batas. Dari sudut pandang ekonomi, DeAI merespons perubahan dalam industri AI yang beralih dari mengejar komputasi skala besar ke optimisasi nilai per unit GPU (Return-on-GPU). Jaringan GPU terdesentralisasi yang permissionless dan heterogen dapat menyaingi infrastruktur terpusat seperti AWS dan Azure dalam hal biaya, sekaligus menawarkan transparansi dan kepercayaan. DeAI juga mengubah struktur kepemilikan dan partisipasi dalam pengembangan AI. Di jaringan DeAI, kontributor—baik penyedia daya komputasi, pengguna data, maupun pengembang—dapat berpartisipasi dalam tata kelola dan berbagi keuntungan melalui protokol, menciptakan inovasi ekonomi dan kemajuan etis. Meski masih dalam tahap awal dan menghadapi tantangan kinerja dan stabilitas, DeAI menawarkan masa depan di mana AI dapat beroperasi secara otonom dan terpercaya tanpa bergantung pada perantara terpusat, membuka kemungkinan baru untuk ekosistem model yang terbuka dan mandiri.

marsbit01/06 09:32

DeAI: Di Era Pertumbuhan 'Liar' AI, Mengapa Web3 Diperlukan untuk Mengaturnya

marsbit01/06 09:32

Bagaimana Tidak Kehilangan Cryptocurrency pada Tahun 2026. Keamanan Dompet dan Pertukaran

Judul: Cara Mencegah Kehilangan Mata Uang Kripto pada 2026 - Keamanan Dompet dan Pertukaran Dengan meningkatnya popularitas mata uang kripto, risiko kehilangan aset digital juga semakin besar. Artikel ini memberikan panduan keamanan komprehensif untuk pengguna, baik pemula maupun berpengalaman. Poin utama meliputi: 1. **Jenis Dompet**: - *Dompet Panas* (terhubung internet) seperti Exodus atau MetaMask cocok untuk transaksi harian namun lebih rentan serangan. - *Dompet Dingin* (offline) seperti Ledger atau Trezor lebih aman untuk penyimpanan jangka panjang meski kurang praktis. 2. **Praktik Keamanan**: - Gunakan autentikasi dua faktor dan kata sandi kuat. - Simpan cadangan frasa pemulihan di lokasi fisik aman. - Hindari Wi-Fi publik dan perbarui perangkat lunak secara berkala. 3. **Mengenali Layanan Mencurigakan**: - Waspada terhadap janji keuntungan instan, kurangnya transparansi, atau lisensi tidak jelas. - Periksa ulasan pengguna dan reputasi platform. 4. **Pertukaran Aman**: - Untuk transaksi tatap muka, lakukan di lokasi publik dengan pengawasan. - Pada platform P2P, verifikasi reputasi pihak lawan dan catat semua transaksi. 5. **Pemulihan Dana**: - Pelacakan melalui blockchain dimungkinkan, tetapi pengembalian dana sulit terutama pada platform terdesentralisasi. - Kecepatan melaporkan ke pihak berwajib meningkatkan peluang pemulihan. Data menunjukkan kerugian kripto global mencapai $2,9 miliar pada 2025, dengan peningkatan serangan berbasis rekayasa sosial. Tren 2026 diprediksi akan melibatkan lebih banyak dalam serangan siber menggunakan kecerdasan buatan.

RBK-crypto01/06 09:16

Bagaimana Tidak Kehilangan Cryptocurrency pada Tahun 2026. Keamanan Dompet dan Pertukaran

RBK-crypto01/06 09:16

活动图片