2026-04-18 Sabtu

Pusat Berita - Halaman 706

Dapatkan berita kripto dan tren pasar secara real-time melalui Pusat Berita HTX.

Apakah Keuntungan Buyback Proyek Benar-Benar Sudah Berakhir?

Penulis: Chloe, ChainCatcher Dalam keuangan tradisional, pembelian kembali saham (buyback) sering dianggap sebagai stimulus kepercayaan pasar. Namun, strategi serupa pada proyek Web3 tidak membawa hasil positif. Baru-baru ini, pendiri Jupiter, SIONG, mengusulkan penghentian rencana buyback token $JUP, menyatakan bahwa meskipun telah mengeluarkan lebih dari $70 juta untuk buyback dalam setahun, kinerja harga token tetap buruk. Pendiri Helium, Amir Haleem, juga secara langsung mengumumkan penghentian buyback token, menyebutnya "membuang uang ke dalam lubang hitam." Data dari Blockmates menunjukkan bahwa dari Januari hingga Oktober 2025, lima proyek dengan buyback terbesar adalah Hyperliquid ($716 juta), Pump.fun, LayerZero, Raydium, dan Sky ($83 juta). Namun, selain Hyperliquid yang sempat kuat, sebagian besar proyek mengalami penurunan harga yang konsisten, memicu pertanyaan tentang efektivitas buyback. Terdapat perbedaan pendapat di pasar: beberapa pendiri proyek cenderung mengalihkan dana buyback ke "akuisisi pengguna" melalui subsidi biaya transaksi atau insentif, meskipun hal ini berisiko meningkatkan tekanan jual. DeFi OG CM berpendapat bahwa buyback intinya menguntungkan pemegang token dengan mengurangi pasokan, tetapi tidak menjamin kenaikan harga jangka pendek. CEO Helius, Mert Mumtaz, melihat buyback sebagai mekanisme pesimis, sementara Ajit Tripathi dari ConsenSys menyebut narasi buyback sebagai "perusak nilai." Beberapa menyarankan alternatif seperti model buyback dinamis berdasarkan price-to-earnings ratio (P/E) atau mekanisme staking untuk memberi insentif jangka panjang, seperti yang dikemukakan oleh pendiri Solana, Anatoly. Intinya, buyback adalah alat deflasi, bukan jaminan kenaikan harga. Pertumbuhan nilai token harus berkembang dari buyback buta ke manajemen nilai strategis, dengan fokus pada fundamental produk dan alasan berkelanjutan bagi pengguna untuk memegang token.

marsbit01/09 12:12

Apakah Keuntungan Buyback Proyek Benar-Benar Sudah Berakhir?

marsbit01/09 12:12

Tiga CZ, Tiga Kisah yang Berbeda

Tiga "CZ", Tiga Kisah Berbeda Artikel ini membahas tiga tokoh dengan inisial CZ yang mewakili era dan pilihan berbeda dalam gelombang globalisasi. **CZ Chen Zhi: Era Kelabu dan Legenda Kekayaan Instan** CZ Chen Zhi, seorang pengusaha berusia 38 tahun, membangun kerajaan penipuan transnasional di Kamboja. Model bisnisnya yang ilegal, memanfaatkan tenaga kerja paksa dan celah regulasi, pernah menghasilkan pendapatan hingga $30 juta per hari. Era ini, yang ditandai oleh vakum regulasi, berakhir dengan dramatis ketika ia ditangkap di Kamboja dan diekstradisi ke China pada tahun 2026. Kisahnya menandai berakhirnya era di mana kekayaan cepat bisa diraih di wilayah kelabu. **CZ Zhao Changpeng: Era Kewirausahaan Teknologi dan Permainan Inovasi vs Kepatuhan** Pendiri Binance, Zhao Changpeng, adalah seorang teknolog yang mengubah lanskap pertukaran cryptocurrency dengan inovasi produk. Berbeda dengan Chen Zhi, kesuksesannya dibangun di atas terobosan teknis. Namun, menghadapi tekanan regulasi yang semakin ketat. Pada tahun 2023, Zhao dan Binance mengaku bersalah kepada Departemen Kehakiman AS atas pelanggaran anti-pencucian uang. Dengan memilih beradaptasi dan berkompromi dengan regulator, Binance tetap bertahan sebagai exchange terbesar di dunia, meski dengan denda besar dan pergantian kepemimpinan. **CZ Chen: Era AI dan Kemungkinan Lompatan Baru** CZ Chen (seorang wanita) adalah seorang manajer profesional generasi 90-an. Sebagai COO Manus AI, dia mewakili cerita yang sama sekali baru. Kesuksesannya datang bukan dari membangun perusahaan ilegal atau memulai startup, tetapi dari pilihan karier yang tepat pada waktu yang tepat dengan bergabung dengan perusahaan AI yang tepat, Manus. Kesuksesan Manus, yang diakuisisi oleh Meta, membawanya pada lompatan kekayaan dan reputasi. Tantangan yang dihadapinya bukanlah hukum atau kepatuhan, tetapi risiko geopolitik dalam persaingan teknologi AS-China. Kesimpulannya, ketiga kisah ini mencerminkan bagaimana individu berinteraksi dengan kekuasaan, teknologi, dan kehendak negara dalam arus perubahan zaman. Tiket untuk sukses di setiap era memiliki bentuk yang berbeda, dan mereka yang tidak bisa beradaptasi akan tersingkir.

marsbit01/09 11:59

Tiga CZ, Tiga Kisah yang Berbeda

marsbit01/09 11:59

活动图片