Ketika "Alkitab Bitcoin" Bertemu dengan Lonjakan Perak: Apakah Teori Lama Masih Berlaku?
Ringkasan: Buku "The Bitcoin Standard" (2018) oleh Saifedean Ammous, yang dianggap sebagai "Alkitab Bitcoin", berargumen bahwa Bitcoin adalah mata uang yang lebih keras daripada emas karena kelangkaannya yang terprogram. Buku ini juga memperingatkan bahwa perak tidak dapat menjadi penyimpan nilai yang andal karena pasokannya yang elastis—harga yang lebih tinggi akan mendorong penambangan lebih banyak, memicu kehancuran gelembung.
Namun, pada 2025, perak mencapai rekor tertinggi $117/ons, didorong oleh faktor-faktor yang tidak sepenuhnya diantisipasi oleh teori buku tersebut. Produksi tambang perak justru menurun meski harganya naik, karena 75% perak diproduksi sebagai produk sampingan dari tambang logam dasar seperti tembaga. Defisit pasokan telah berlangsung selama lima tahun berturut-turut, dan permintaan industri—terutama dari sektor光伏 (surya), kendaraan listrik, dan AI—telah menjadi penggerak utama, menyumbang lebih dari 60% dari total permintaan.
Sementara para maksimalis Bitcoin menggunakan argumen buku ini untuk membenarkan posisi mereka dan memperingatkan gelembung perak, realitas pasar saat ini menunjukkan dinamika yang lebih kompleks dan permintaan yang kaku yang mungkin tidak sesuai dengan prediksi lama.
比推01/28 14:18