2026-08-10 Senin

Berita Kripto - Halaman 429

Tetap selangkah lebih maju di pasar kripto. Berita real-time, wawasan, harga, cerita yang sedang tren, dan analisis ahli—semuanya di satu tempat.

Negara Besar Memblokir Chip, Raksasa Membeli Pembangkit Nuklir: Mengapa Sekarang Waktunya Serius Mencermati DeAI

**Ringkasan Artikel: Mengapa DeAI Perlu Diperhatikan Serius Sekarang?** Pada Mei 2026, tiga peristiwa di benua berbeda menyoroti realitas baru: persaingan daya komputasi AI telah melampaui industri teknologi. AS menutup celah ekspor chip canggih ke China, Kenya menghentikan proyek data center raksasa karena konsumsi listriknya, sementara Huawei memproyeksikan pendapatan besar dari chip AI. Era oligopoli AI sedang terbentuk. Sedikit perusahaan (seperti NVIDIA, AWS, Microsoft, OpenAI) menguasai seluruh rantai pasok AI, dari chip, cloud, model, hingga distribusi. Konsentrasi ini menciptakan risiko: ketergantungan pada beberapa pemain, kerentanan infrastruktur, dan kesenjangan teknologi yang diperparah oleh geopolitik "tirai besi AI" dalam ekspor chip. Negara-negara bereaksi berbeda. Negara Teluk berinvestasi besar-besaran untuk membeli daya komputasi. UE berusaha meningkatkan kedaulatan digitalnya. Sementara banyak negara berkembang berjuang dengan sumber daya yang terbatas dibandingkan belanja modal raksasa perusahaan tech AS. Persaingan ini semakin bergantung pada variabel mendasar: pasokan listrik. Dalam konteks ini, AI Terdesentralisasi (DeAI) muncul sebagai kemungkinan ketiga. Ide intinya adalah menciptakan infrastruktur AI terbuka yang terkoordinasi oleh protokol, menghubungkan daya komputasi GPU yang menganggur di seluruh dunia tanpa kendali pusat tunggal. DeAI bertujuan untuk: - Memecahkan konsentrasi pasar dengan menciptakan jaringan pemasok yang terdesentralisasi. - Meringankan tekanan pada jaringan listrik dengan mendistribusikan kebutuhan energi. - Memberi peluang bagi negara dan bisnis kecil untuk berpartisipasi. - Meningkatkan transparansi melalui verifikasi kriptografis. Meski masih dalam tahap awal dan menghadapi tantangan kinerja, dukungan dari investor ventura dan eksplorasi oleh beberapa pemerintah menunjukkan minat yang tumbuh. Nilai utama DeAI bukanlah untuk segera mengungguli sistem terpusat, tetapi untuk menyediakan arsitektur alternatif yang menolak monopoli dan menyebarkan kekuasaan. Keberadaan pilihan itu sendiri sudah merupakan bentuk penyeimbang.

marsbit06/04 00:55

Negara Besar Memblokir Chip, Raksasa Membeli Pembangkit Nuklir: Mengapa Sekarang Waktunya Serius Mencermati DeAI

marsbit06/04 00:55

Ulasan Outpoll: Sebuah Platform Pasar Prediksi yang Dibangun untuk Trader Aktif

Outpoll adalah platform pasar prediksi yang dirancang khusus untuk trader aktif. Platform ini menyediakan pengalaman dan alat perdagangan tingkat lanjut yang sebelumnya kurang umum di sektor pasar prediksi. Outpoll beroperasi dengan logika standar pasar prediksi, di mana pengguna memperdagangkan kemungkinan suatu peristiwa terjadi, menggunakan USDC sebagai aset penyelesaian dan menerapkan sistem jaminan penuh. Biaya transaksi dikenakan sekitar 0,1% per perdagangan. Fitur utama Outpoll termasuk: * **Alat Perdagangan Canggih:** Mendukung order limit, order pasar, serta pengaturan take-profit dan stop-loss untuk posisi yang terbuka. * **API Publik Lengkap:** Menyediakan REST API dan WebSocket API untuk memungkinkan otomatisasi, pemantauan, dan integrasi dengan alat trader lainnya. * **Pasar yang Dipimpin Kreator:** Memungkinkan pakar komunitas dan pemimpin opini untuk membuat dan mengelola pasar di topik khusus, dengan pengawasan platform. * **Integrasi Berita dan Perdagangan:** Panel berita terintegrasi langsung dalam antarmuka perdagangan untuk akses informasi yang lancar. * **Aplikasi Seluler Asli:** Sudah tersedia aplikasi Android (di Google Play), dengan versi iOS direncanakan rilis tahun ini. Outpoll berfokus pada peningkatan infrastruktur perdagangan untuk pengguna yang lebih profesional melalui alat yang kuat, transparansi, dan jangkauan pasar yang luas melalui program kreatornya. Platform ini kini terbuka untuk pengguna global.

marsbit06/04 00:47

Ulasan Outpoll: Sebuah Platform Pasar Prediksi yang Dibangun untuk Trader Aktif

marsbit06/04 00:47

Bitwise: Crypto Berubah Menjadi Investasi Kontrarian, Tiga Logika untuk Memahami Pasar Saat Ini

Penulis Asli: Matt Hougan, CIO Bitwise Kompilasi Asli: Chopper, Foresight News Artikel ini menganalisis kondisi pasar kripto saat ini dari tiga dimensi utama: 1) **Aset Kripto Berubah Menjadi Pilihan Investasi Kontrarian.** Pasar kripto sedang lesu, dengan penurunan harga utama seperti Bitcoin dan Ethereum. Hal ini terjadi karena perhatian modal global kini terfokus pada sektor seperti AI, mengubah kripto dari investasi tren menjadi investasi kontrarian yang memerlukan kesabaran dan analisis fundamental. Dana kini beralih ke proyek dengan dasar fundamental yang kuat, seperti Hyperliquid. 2) **Pasar Menunggu Kepastian Regulasi, tapi RUU CLARITY Kemungkinan Besar Tidak Akan Disahkan.** Ketidakpastian regulasi, terutama terkait RUU CLARITY di AS, menghambat aliran modal institusional. Meskipun RUU ini bertujuan menciptakan kerangka hukum yang jelas, kemungkinan disahkannya tahun ini diragukan (sekitar 30-55%). Ketidakpastian ini membuat investor institusi lebih memilih aset seperti saham AI. Pasar kripto sulit pulih sebelum kejelasan regulasi tercapai. 3) **Modal Beralih ke Aset Fundamental Generasi Baru.** Berbeda dengan siklus bearish sebelumnya, dana tidak hanya lari ke Bitcoin. Beberapa aset dengan fundamental unik dan kapitalisasi pasar lebih kecil, seperti Hyperliquid, Zcash, dan XLM, justru menunjukkan kinerja positif yang kuat pada Mei 2026. Pergeseran ini mencerminkan logika investasi kontrarian dan menandakan bahwa pasar kemungkinan memasuki fase akhir siklus bearish. **Kesimpulan:** Tekanan jangka pendek diperkirakan berlanjut karena ketidakpastian regulasi dan dominasi narasi AI. Namun, periode ini justru menawarkan peluang investasi kontrarian. Kunci kesuksesan terletak pada kesabaran, disiplin, dan fokus untuk mengidentifikasi serta berinvestasi pada proyek-proyek bernilai dengan fundamental yang kuat untuk imbal hasil jangka panjang yang substansial.

marsbit06/04 00:04

Bitwise: Crypto Berubah Menjadi Investasi Kontrarian, Tiga Logika untuk Memahami Pasar Saat Ini

marsbit06/04 00:04

CLARITY Act Jadi Pusat Benturan Politik Terbaru: Sen. Lummis Menangkis CEO JPMorgan

Senator pro-kripto Cynthia Lummis dan CEO JPMorgan Jamie Dimon terlibat dalam perdebatan terbaru menyangkut RUU CLARITY Act yang sedang berproses di Senat. Lummis menanggapi langsung kritik Dimon terhadap RUU tersebut dan CEO Coinbase Brian Armstrong, dengan menyatakan bahwa pernyataan Dimon "sama sekali salah" karena dinilai belum membaca teks rancangan undang-undangnya. Dimon, yang dikenal skeptis terhadap aset kripto, berpendapat bahwa RUU CLARITY dan stablecoin kripto tidak menyediakan pengamanan yang memadai terkait Anti Pencucian Uang (AML) dan Bank Secrecy Act (BSA). Ia berargumen bahwa jika firma kripto menjalankan fungsi seperti bank, maka mereka harus tunduk pada standar yang sama dengan lembaga keuangan tradisional. Lummis membantah framing tersebut. Ia menekankan bahwa RUU CLARITY justru dibangun berdasarkan persyaratan AML dan BSA yang sudah berlaku untuk perbankan, dengan lebih dari 1.600 referensi pada ketentuan tersebut dalam naskah RUU. Selain menanggapi kritik, Lummis juga mengungkapkan langkah selanjutnya untuk paket undang-undang kripto. Ia menyatakan bahwa Senat sedang bekerja menggabungkan berbagai komponen, termasuk ketentuan terkait SEC dari CLARITY Act dengan elemen pasar komoditas dari Komite Pertanian Senat. Revisi juga direncanakan untuk RUU stablecoin pertama (GENIUS Act) dan ketentuan etika, untuk kemudian disajikan sebagai satu RUU yang utuh ke sidang paripurna. Lummis mengaku berkoordinasi dengan beberapa senator lain dalam upaya perakitannya.

bitcoinist06/03 23:03

CLARITY Act Jadi Pusat Benturan Politik Terbaru: Sen. Lummis Menangkis CEO JPMorgan

bitcoinist06/03 23:03

Analis yang Memprediksi Jatuhnya Bitcoin dari $82.000 Mengungkapkan Apa yang Akan Terjadi Selanjutnya

Analis kripto Tony, yang berhasil memprediksi penurunan Bitcoin dari puncak lokal sekitar $82.000, mengungkapkan pandangannya tentang pergerakan aset kriptu terdepan ini. Dalam posting di X, ia menyatakan bahwa BTC kemungkinan akan terus menurun dan berpotensi mencetak rekor rendah baru dalam beberapa bulan mendatang, sebelum akhirnya mencapai titik terendah dalam siklus bear ini. Tony merujuk pada level Resistance Rata-rata Bergerak 200 hari (200 MA) dan level Fibonacci 0,5 serta 0,618 sebagai alasan di balik penurunan harga. Ia juga menguraikan dua skenario: penurunan langsung atau "jebakan" berupa fake breakout di atas $85.000 untuk menjerat trader retail, yang kemudian akan diikuti oleh penjualan besar-besaran. Bagaimanapun, ia menegaskan tren utama masih bearish. Chart yang dibagikannya menunjukkan potensi penurunan Bitcoin hingga sekitar $50.000 pada Juli, bahkan mungkin di bawah $40.000. Analis lain, Colin, menambahkan bahwa area $65.000-$66.000 mungkin menjadi level support untuk koreksi jangka pendek yang bisa berlangsung beberapa minggu atau bulan. Namun, ia setuju bahwa retest ke level $60.000 dan potensi breakout ke bawah tahun ini masih sangat mungkin. Colin mencatat bahwa kerugian Bitcoin dalam siklus bear ini belum mencapai 70% seperti pada siklus sebelumnya, mengisyaratkan ruang untuk penurunan lebih lanjut. Pada saat penulisan, harga Bitcoin diperdagangkan di sekitar $66.300, turun lebih dari 6% dalam 24 jam terakhir. Kedua analis sepakat bahwa meski koreksi jangka pendek mungkin terjadi, pasar bull tidak akan segera dimulai, dan rekor rendah baru untuk tahun ini masih menjadi ekspektasi utama.

bitcoinist06/03 19:19

Analis yang Memprediksi Jatuhnya Bitcoin dari $82.000 Mengungkapkan Apa yang Akan Terjadi Selanjutnya

bitcoinist06/03 19:19

活动图片