2026-04-17 Jumat

Pusat Berita - Halaman 194

Dapatkan berita kripto dan tren pasar secara real-time melalui Pusat Berita HTX.

Mengapa OpenAI Justru Mengejar Claude Code?

OpenAI, yang memimpin gelombang AI generatif dengan ChatGPT, justru menjadi "pengejar" dalam perlombaan pengembangan agen pemrograman AI. Anthropic, yang didirikan mantan anggota OpenAI, dengan cepat meraih popularitas di kalangan developer dan perusahaan melalui Claude Code. Pada Februari, produk ini menyumbang hampir seperlima dari bisnis Anthropic dengan pendapatan tahunan lebih dari $2,5 miliar, sementara OpenAI Codex hanya menghasilkan sekitar $1 miliar. Artikel ini mengungkapkan bahwa OpenAI awalnya mengabaikan pengembangan alat pemrograman AI karena fokus pada ChatGPT dan model multimodal. Sumber daya dialihkan dari proyek Codex, dan hubungan kerja sama dengan Microsoft juga membatasi jalur produk OpenAI. Sebaliknya, Anthropic lebih awal memasang taruhan besar pada kemampuan pemrograman AI. OpenAI kemudian berusaha mengejar ketertinggalan dengan mengintegrasikan tim internal, meluncurkan produk baru, dan bahkan mencoba akuisisi startup (yang gagal karena hambatan dari Microsoft). Pada awal 2026, penggunaan Codex telah meningkat hingga 40% dari penggunaan Claude Code, didorong oleh model GPT-5.2 yang lebih stabil. Kompetisi ini tidak hanya tentang teknologi, tetapi juga menyoroti dampak lebih luas: AI mulai mengambil alih pekerjaan kognitif, mengubah proses pengembangan perangkat lunak, dan berpotensi mendefinisikan ulang tenaga kerja kerah putih. Kekhawatiran keamanan juga muncul seiring dengan percepatan pengembangan ini.

marsbit03/13 07:55

Mengapa OpenAI Justru Mengejar Claude Code?

marsbit03/13 07:55

Prediksi Harga Kripto ala 'Mencari Pedang di Atas Perahu' yang Viral: Logika dan Kekurangan Praktis Ramalan Metafisika

Penulis Frank dari PANews membahas tren prediksi harga aset kripto dengan metode "mencari pedang yang jatuh di perahu" — pendekatan yang mencocokkan pola historis untuk memprediksi pergerakan pasar. Metode ini populer saat pasar tidak pasti, dengan beberapa analis seperti CryptoBullet dan KillaXBT mengklaim akurasi 75-80%. CryptoBullet menggunakan model "tick-tock" yang memprediksi puncak bull market Oktober 2025 (tepat waktu, tapi harga nyatanya $126k vs prediksi $150k). KillaXBT berfokus pada "sajak sejarah" — pola serupa tapi tidak identik, seperti membandingkan tren 2025 dengan 2021. Prediksi semacam ini punya dasar logis: siklus likuiditas dan emosi pasar cenderung berulang (contoh: teori Wyckoff), dan indikator teknis umum juga memberi sinyal serupa. Namun, keakuratan sering kali bias keberuntungan — banyak prediksi gagal diabaikan, yang sukses jadi viral. Kekurangan utama: prediksi ini bukan strategi trading praktis. Mereka hanya memberi arahan umum tanpa detail entry/exit, stop-loss, atau manajemen risiko. Contoh, prediksi CryptoBullet tentang waktu puncak tepat, tapi harga meleset; prediksi KillaXBT soal koreksi Januari 2026 akurat (turun 38%), tapi tanpa level pasti untuk bertindak. Kesimpulan: Pendekatan ini berguna untuk identifikasi fase pasar, tapi bukan panduan trading. Sejarah berulang dengan variasi, bukan replika persis. Investor harus waspada terhadap janji prediksi pasti dan fokus pada prinsip dasar seperti likuiditas dan emosi pasar.

marsbit03/13 07:40

Prediksi Harga Kripto ala 'Mencari Pedang di Atas Perahu' yang Viral: Logika dan Kekurangan Praktis Ramalan Metafisika

marsbit03/13 07:40

Pendiri Bersama Multicoin: PropAMM Sedang Mengubah Persepsi "Desentralisasi Lebih Lambat"

Kyle Samani, salah satu pendiri Multicoin Capital, menjelaskan bahwa PropAMM (Proprietary Automated Market Maker) merupakan inovasi terpenting dalam struktur mikro pasar beberapa tahun terakhir, bahkan mungkin beberapa dekade. Dalam sistem terpusat (CEX), market maker (MM) harus beroperasi melalui server terpisah yang memerlukan komunikasi bolak-balik dengan pertukaran, menyebabkan latensi tinggi. Namun, di Solana, PropAMM dihosting langsung di blockchain, sehingga algoritma MM berjalan pada perangkat fisik yang sama dengan platform perdagangan. Ini menghilangkan kebutuhan komunikasi antar-server dan memungkinkan pembaruan harga terjadi secara instan dalam satu chip silikon, menghasilkan spread yang lebih ketat daripada CEX utama untuk perdagangan spot seperti SOL-USDC. Meskipun PropAMM saat ini menghadapi tantangan dalam memastikan eksekusi terbaik untuk taker karena algoritma yang tidak terbuka dan routing yang non-deterministik, solusi diharapkan dari agregator seperti Jupiter, dFlow, dan Phoenix. Dengan peningkatan kinerja Solana yang akan datang—seperti peningkatan batas CU, Alpenglow untuk mengurangi waktu slot, dan DoubleZero untuk mengurangi latensi jaringan—PropAMM diprediksi akan mendominasi perdagangan on-chain, termasuk spot, kontrak berkelanjutan, dan pasar prediksi, membuktikan bahwa desentralisasi tidak selalu lebih lambat daripada sistem terpusat.

比推03/13 07:30

Pendiri Bersama Multicoin: PropAMM Sedang Mengubah Persepsi "Desentralisasi Lebih Lambat"

比推03/13 07:30

活动图片