5 altcoin projects that made a real difference in 2022

CointelegraphDipublikasikan tanggal 2022-12-28Terakhir diperbarui pada 2022-12-28

Abstrak

2022 was tough on crypto prices, but ETH, LDO, MATIC, DAI and ATOM all made a positive impact on the industry.

Bitcoin, Ether and the crypto market had a rough 2022 from a price perspective, but traders are hopeful that 2023 will include bullish developments that push crypto prices higher.

Despite the market-wide downturn, a handful of altcoins continued to make a positive contribution to the crypto space and thanks to Ethereum, the term altcoin is no longer a derogatory term.

Let’s explore the top altcoins that made a difference in 2022.

Ethereum fundamentals shone in 2022

Ether’s price hit a yearly high at $3,835 on Jan. 2 and has struggled to regain footing amidst the bear market and other macro factors. The Ethereum network is the top project in 2022 not because of Ether’s price action, but for its fundamentals and for completing the long-awaited mainnet upgrade. The Ethereum merge was completed on Sept. 15, 2022 and while many feared the merge to proof-of-stake (PoS) could cause issues, the transition was flawless.

The main advantage of PoS is that it is much more energy-efficient than proof-of-work (PoW) because it does not require expensive and energy-intensive hardware to validate transactions. This reduces usage costs for the end user and makes it a more sustainable and scalable solution for Ethereum's long-term growth. The Merge also reduced the Ethereum network’s energy consumption by over 99.9%.

Some analysts are bullish on Ether post-Merge due to its emissions schedule becoming deflationary. Although daily active users have increased for the network, emissions have remained inflationary and Ether price is still down from yearly highs.

In 2023, investors are hopeful that increased transactions on the network creates higher demand for Ether and that this translates to a boost in the altcoin’s price.

Lido (LDO) brought Ethereum network staking to the masses

Lido’s makes it easy for users to participate in Ethereum PoS as validators by providing a simple interface for betting without having to reach the high threshold the network requires to stake.

Since launching, Lido has earned $158.8 million in fees from their staked Ether protocol. At the peak, Lido saw 823 daily active users on Sept. 17.

With the Ethereum network Shanghai hard fork scheduled for March 2023, Lido will have a busy Q1 and all the Ether staked in the platform will have the option of being withdrawn. Aztec Connect, the creator of Lido protocol also recently secured a $100 million fundraising round to build an encrypted blockchain.

Polygon partnerships show long-term resiliency

Mass adoption requires traditional companies and brands to get involved in crypto. Polygon has a major focus on partnerships and some of the relationships developed in 2022 include Warner Music, JP Morgan, Instagram and Warren Buffett’s Neobank.

These partners use Polygon in various ways, including integrating the Polygon network into their infrastructure and using Polygon to offer distributed ledger technology (DLT) for their products and services.

Notable companies, including Cointelegraph, also chose to launch NFTs on Polygon. In addition to Cointelegraph, former President Donald Trump, Reddit, DJ Deadmau5 and Nike all launched NFT collections on Polygon.

Some traders expect a 200% upside swing from MATIC due to on-chain metrics showing traction and bevy of future partnerships. Despite all of Polygon’s growth, the Ethereum network still intakes more fees.

Polygon’s focus on Web3’s core principles combined with their partnerships, earned them a spot as a top altcoin project in 2022.

MakerDAO’s DAI proves resilient

In a year that saw algorithmic stablecoins de-peg and perish, Dai has shown resilience. Unlike centralized stablecoins, DAI is a decentralized stablecoin that provides transparency, censorship resistance, and the ability to operate outside traditional financial systems.

While DAI is not new to the crypto space, the decision to increase exposure in low-risk assets such as treasuries and bonds earns them a spot as a top altcoin. According to an analysis from Sebastien Derivaux, a crypto scholar, this decision generated 75% of all DAI revenues (600 million.)

Cosmos upgrades attract institutional investors’ attention

In 2022, Cosmos focused on solving the interoperability and communication challenges that exist between different blockchains. On Jan. 1, Cosmos had 74 active developers and this figure more than doubled, reaching a peak of 154 on Nov. 30.

In a year plagued with cross-chain casualties, Cosmos’ inter-blockchain communications protocol (IBC) has so far seemingly weathered the storm. The success caught the eye of Delphi Digital’s research arm and fund managers at VanEck.

Overall, Cosmos has the potential to be an important infrastructure layer for the crypto ecosystem, helping to facilitate the exchange of value and information between different blockchain networks and enabling a more interoperable future.

While 2022 is a year most crypto investors would like to forget, positive factors in mass adoption arose. The altcoins with a focus on building will continue to propel crypto’s future in 2023 and beyond.

Kripto yang Sedang Tren

Bacaan Terkait

Pendiri IOSG: Ethereum Tidak Perlu Lagi Keyakinan Teknologi, Ia Butuh Kompromi Gaya Elon Musk

**Pendiri IOSG: Ethereum Tidak Perlu Lagi Kepercayaan Teknis, Tapi Perlu Kompromi ala Musk** Penulis menilai pembentukan ETHLabs bukan sekadar "yayasan kedua", melainkan sinyal pasar yang tidak percaya pada pendekatan "berdiam diri dan terdesentralisasi" Ethereum Foundation (EF). Ini adalah suara modal, bukan forum. Perbedaan mendasar antara Vitalik Buterin (V) dan Elon Musk terletak pada pendekatan: Musk memahami bisnis dan realitas terlebih dahulu, lalu menyesuaikan teknologi; V berangkat dari teknologi murni dan mengharapkan realitas tumbuh sendiri. Keberuntungan Ethereum dengan aplikasi seperti DeFi dan NFT mungkin tidak bertahan karena kini ada banyak pilihan lain. Ethereum saat ini membutuhkan bukan roadmap teknis baru, melainkan **seseorang yang turun langsung memahami bisnis dan bersungguh-sungguh mengejar aplikasi dunia nyata**. Harapannya adalah V mempelajari cara Musk membangun bisnis dan fokus pada pertanyaan: aplikasi dunia nyata apa yang bisa dijalankan Ethereum? Masalah EF sebenarnya adalah manajemen dan aliran keluar talenta, yang tidak bisa diatasi oleh pendiri yang menjaga jarak. Model baru dengan banyak "steward" seperti ETHLabs berisiko fragmentasi tanpa arah bersama. Kohesi sejati harus datang dari nilai ETH sebagai aset bersama, tetapi ini memerlukan **narasi dunia nyata yang jelas dan dapat dipahami semua pihak**. Kredibilitas dan independensi struktur baru ini harus dibangun melalui waktu dan transparansi, bukan sekadar pengumuman. Ancaman terbesar Ethereum bukanlah pesaing seperti Solana, melainkan **pergeseran perhatian global ke AI**. Jendela waktu hanya 12-18 bulan. Untuk merebut kembali perhatian, dibutuhkan pendiri yang fokus pada aplikasi praktis dan narasi yang mampu menarik talenta terbaik. Cahaya idealisme V masih ada, tetapi untuk menyinari realitas, yang dibutuhkan bukanlah lagi menatap langit, melainkan **terjun ke dalam arena**. Dan waktu untuk tindakan itu hampir habis.

marsbit1j yang lalu

Pendiri IOSG: Ethereum Tidak Perlu Lagi Keyakinan Teknologi, Ia Butuh Kompromi Gaya Elon Musk

marsbit1j yang lalu

JD.com dan Mantan CTO Open AI Mira Murati Memasuki Jalur AI yang Sama

Bayangkan seorang lansia terjatuh di rumah. Tanpa perintah suara, perangkat pintar atau kamera langsung "melihat" kejadian tersebut dan AI secara proaktif mengirimkan peringatan darurat. Ini adalah salah satu visi yang coba diwujudkan oleh JoyAI-VL-Interaction, model interaksi visual-bahasa open-source pertama di dunia yang baru dirilis oleh JD.com. Berbeda dengan model AI biasa yang bekerja dengan logika "tanya-jawab", JoyAI-VL-Interaction dirancang untuk berinteraksi secara aktif dan real-time dengan dunia fisik. Model ini dapat secara otonom memutuskan kapan harus merespons, kapan harus diam, dan kapan harus menyerahkan tugas kompleks ke model backend, hanya dengan menganalisis aliran video secara terus-menerus. Pendekatan ini disepakati juga oleh Thinking Machines Lab (didirikan oleh mantan CTO OpenAI, Mira Murati), menandakan pergeseran industri menuju AI yang lebih proaktif. JD.com menempatkan modalitas visual sebagai penggerak utama, karena banyak informasi penting di dunia nyata muncul sebagai perubahan visual, bukan perintah suara. Model 8B parameter ini dirancang ringan, dapat dijalankan pada GPU seperti RTX 3090, dan sepenuhnya open-source—termasuk kode, model, dataset, dan sistem inferensi. Ini memungkinkan pengembang dengan mudah membuat aplikasi untuk berbagai skenario seperti penjagaan lansia/anak, asistensi tunanetra, komentar olahraga otomatis, inspeksi toko, dan kolaborasi robot. Pelepasan open-source ini merupakan bagian dari strategi JD.com yang lebih besar untuk membawa AI ke dunia fisik. Perusahaan ini mengandankan aset datanya yang unik dari ribuan skenario operasional nyata di logistik, ritel, dan industri, serta berencana mengumpulkan 10 juta jam data video berkualitas tinggi. Dengan membuka akses, JD.com berharap dapat mempercepat adopsi AI interaktif yang dapat melihat, memahami, dan bertindak secara mandiri di lingkungan kita.

marsbit1j yang lalu

JD.com dan Mantan CTO Open AI Mira Murati Memasuki Jalur AI yang Sama

marsbit1j yang lalu

Google Mulai Jual TPU, Raksasa Teknologi Ingin Menghasilkan 'Token Murah' dengan Produksi Chip AI

Google mulai menjual chip TPU mereka ke klien dan pusat data pihak ketiga, yang sebelumnya hanya tersedia melalui layanan cloud. TPU (Tensor Processing Unit) adalah chip khusus yang dirancang untuk komputasi AI, terutama dalam operasi matematika matriks dan tensor, membuatnya sangat efisien untuk model AI besar. Dengan mengkombinasikan ribuan TPU menjadi kluster superkomputer, Google menciptakan pusat komputasi AI yang sangat efisien. Hal ini memungkinkan Gemini menawarkan harga token yang lebih rendah dibandingkan pesaing seperti OpenAI, sehingga lebih kompetitif di pasar. Langkah ini dianggap sebagai tantangan bagi Nvidia, yang selama ini mendominasi pasar chip AI dengan ekosistem CUDA-nya. Meskipun Nvidia masih menjadi standar industri, Google berfokus pada efisiensi dan biaya yang lebih rendah, terutama untuk inferensi AI, di mana biaya token menjadi faktor kritis. Selain Google, perusahaan cloud seperti Huawei Cloud dan Alibaba Cloud juga mengembangkan ekosistem komputasi AI mandiri dengan chip buatan sendiri, seperti Ascend dan Zhenwu. Mereka tidak hanya fokus pada kinerja chip, tetapi juga pada kemampuan sistem untuk mengubah chip menjadi solusi produktif yang terjangkau. Pasar komputasi AI kini bergeser dari hanya mengejar kinerja tertinggi menjadi menekankan efisiensi dan biaya yang lebih rendah. Dengan komputasi AI semakin menjadi sumber daya dasar seperti listrik atau air, perusahaan yang dapat menyediakan solusi terjangkau dan terintegrasi akan lebih kompetitif di masa depan.

marsbit1j yang lalu

Google Mulai Jual TPU, Raksasa Teknologi Ingin Menghasilkan 'Token Murah' dengan Produksi Chip AI

marsbit1j yang lalu

Trading

Spot
Futures

Artikel Populer

Cara Membeli ATOM

Selamat datang di HTX.com! Kami telah membuat pembelian Cosmos (ATOM) menjadi mudah dan nyaman. Ikuti panduan langkah demi langkah kami untuk memulai perjalanan kripto Anda.Langkah 1: Buat Akun HTX AndaGunakan alamat email atau nomor ponsel Anda untuk mendaftar akun gratis di HTX. Rasakan perjalanan pendaftaran yang mudah dan buka semua fitur.Dapatkan Akun SayaLangkah 2: Buka Beli Kripto, lalu Pilih Metode Pembayaran AndaKartu Kredit/Debit: Gunakan Visa atau Mastercard Anda untuk membeli Cosmos (ATOM) secara instan.Saldo: Gunakan dana dari saldo akun HTX Anda untuk melakukan trading dengan lancar.Pihak Ketiga: Kami telah menambahkan metode pembayaran populer seperti Google Pay dan Apple Pay untuk meningkatkan kenyamanan.P2P: Lakukan trading langsung dengan pengguna lain di HTX.Over-the-Counter (OTC): Kami menawarkan layanan yang dibuat khusus dan kurs yang kompetitif bagi para trader.Langkah 3: Simpan Cosmos (ATOM) AndaSetelah melakukan pembelian, simpan Cosmos (ATOM) di akun HTX Anda. Selain itu, Anda dapat mengirimkannya ke tempat lain melalui transfer blockchain atau menggunakannya untuk memperdagangkan mata uang kripto lainnya.Langkah 4: Lakukan trading Cosmos (ATOM)Lakukan trading Cosmos (ATOM) dengan mudah di pasar spot HTX. Cukup akses akun Anda, pilih pasangan perdagangan, jalankan trading, lalu pantau secara real-time. Kami menawarkan pengalaman yang ramah pengguna baik untuk pemula maupun trader berpengalaman.

487 Total TayanganDipublikasikan pada 2024.12.10Diperbarui pada 2026.06.02

Cara Membeli ATOM

Diskusi

Selamat datang di Komunitas HTX. Di sini, Anda bisa terus mendapatkan informasi terbaru tentang perkembangan platform terkini dan mendapatkan akses ke wawasan pasar profesional. Pendapat pengguna mengenai harga ATOM (ATOM) disajikan di bawah ini.

活动图片