3AC subpoenas issued as dispute grows over claims of Terraform dump

CointelegraphDipublikasikan tanggal 2022-12-07Terakhir diperbarui pada 2022-12-07

Abstrak

The bankruptcy judge has given approvals to subpoenas aimed at Three Arrows Capital’s leadership, while a new Terra Luna conspiracy has been floated.

A federal judge overseeing Three Arrows Capital’s (3AC’s) bankruptcy proceedings has signed an order approving subpoenas to be delivered to 3AC’s former leadership, including co-founders Su Zhu and Kyle Davies.

The subpoenas require the founders to give up any “recorded information, including books, documents, records, and papers” in their custody that relates to the firm’s property or financial affairs.

The infamous hedge fund, worth $10 billion at its peak, filed for Chapter 15 bankruptcy on Jul. 1 with its troubles tied up in too much leverage and the collapse of Terra Luna (LUNA), known now as Terra Classic (LUNC), and its algorithmic stablecoin formerly known as TerraUSD (UST).

Since then, the liquidators — advisory firm Teneo — have been trying to hunt down the firm’s assets and pin down the 3AC's co-founders.

The latest order allowing for the subpoenas will require recipients to give up any and all account information, seed phrases, and private keys for its digital and fiat assets, details about the securities and unregistered shares, and any accounts held on centralized or decentralized exchanges, along with any other tangible or intangible assets.

The order also labels hedge fund attorney Hannah Terhune, directors Mark Dubois and Cheuk Yao Pau, and Kelly Chen — wife of co-founder Kyle Davies — as “discovery targets”, alongside trading desk company Tai Ping Shan Limited, venture capital firm DeFiance Capital, 3AC-backed NFT fund Starry Night Capital and all of their associates.

Any individuals served with the subpoena are required to comply within 14 days unless otherwise agreed with the parties.

At the time of writing there has been no solid information on the whereabouts of either Zhu or Davies, it’s rumored Zhu is residing in Dubai while Davies is residing on the Indonesian island of Bali. Both have been active on social media commenting on developments relating to the collapse of FTX and Alameda research.

Claim: Terraform dumped $450M UST before crash

Meanwhile, self-proclaimed Terra whistleblower FatMan has made new claims on Twitter that it was the actions of Terraform Labs itself that led to the de-pegging of TerraUSD (UST), now TerraClassicUSD (USTC), in May — as opposed to a concerted attack.

That being said, not everyone is convinced about the theory or that the information is new.

In a Dec. 6 Twitter thread FatMan cited “bombshell data” from anonymous researcher Cycle_22 that purportedly discovered two trading wallets which are verified to be owned by Terraform Labs had “dumped” $450 million worth of UST on the open market in the three weeks leading up to the de-peg, explaining:

“TFL has been perpetrating the narrative that UST was ‘attacked.’ This is a false flag.”

“In reality, TFL themselves weakened the Curve pool by irresponsibly dumping a massive amount of UST in a short timeframe. This reduced liquidity and severely weakened the peg," FatMan said.

However, some Twitter users responding to the thread have stated it was “public knowledge” that TFL was withdrawing UST from a Curve liquidity pool (3Pool) in preparation to seed its new stablecoin liquidity pool (4Pool) it was working with Frax Finance at the time.

Others, such as Twitter user RyanLion said it had been “clearly communicated” that the UST swaps into the curve pool were part of moves of swapping UST into other stables to purchase Bitcoin (BTC) for the Luna Foundation Guard reserves.

A June blog from blockchain firm Chainalysis said that while Terraform Labs withdrew millions of UST from 3Pool at the time (approximately 150 million), it was the actions of two traders in the hour following — swapping a total of 185 million UST for USDC and TFL’s response to that, which led to the depeg and resulting panic sell-off.

Kripto yang Sedang Tren

Bacaan Terkait

Saham Preferen Bukan Pemicu Kebangkrutan Perusahaan, Cadangan Dolar MicroStrategy Dapat Membayar Dividen dan Bunga Sampai Februari 2027

**Ringkasan:** Artikel ini membahas peran unik **saham preferen (preferred shares)** dalam strategi keuangan MicroStrategy (MSTR), khususnya terkait investasinya di Bitcoin (BTC). Saham preferen MSTR, termasuk produk seperti STRC, secara hukum adalah ekuitas tetapi memiliki sifat seperti utang (misalnya, pembayaran dividen tetap/tertentu). Kelebihannya adalah tidak dianggap sebagai utang tradisional: tidak ada tekanan untuk melunasi pokok, dan pembayaran dividen tidak wajib. Jika MSTR kekurangan kas, mereka dapat **menunda atau mengakumulasi pembayaran dividen** saham preferen tanpa memicu default atau kebangkrutan. Risiko kebangkrutan yang sebenarnya justru datang dari **obligasi konversi (convertible notes)** yang jatuh tempo, yang jika tidak dikonversi akan memaksa penjualan BTC. Artikel menyoroti bahwa MSTR baru-baru ini mengumpulkan dana **$3.355 miliar** melalui penerbitan saham biasa ($MSTR), bukan saham preferen, sehingga tidak menambah beban dividen masa depan. Cadangan dolar mereka meningkat menjadi **$14 miliar**, cukup untuk membayar semua dividen saham preferen hingga **Februari 2027** dan setengah dari dividen Maret 2027. Dengan cadangan kuat ini dan asumsi bear market BTC akan berakhir sebelum obligasi konversi awal jatuh tempo (September 2027), MSTR memiliki ruang bernapas. Mereka dapat terus menerbitkan $MSTR saat pasar pulih untuk mengisi kembali cadangan dan membayar dividen, mengurangi tekanan seiring kenaikan harga BTC dan MSTR.

marsbit25m yang lalu

Saham Preferen Bukan Pemicu Kebangkrutan Perusahaan, Cadangan Dolar MicroStrategy Dapat Membayar Dividen dan Bunga Sampai Februari 2027

marsbit25m yang lalu

Dana Kembali, Ethlabs Maju: Ethereum Menghadapi Restrukturisasi Terbesar dalam Sejarah

Pada 23 Juni, ekosistem Ethereum mengalami dua perkembangan penting. Ethlabs, organisasi nirlaba independen baru yang didirikan oleh mantan peneliti Ethereum Foundation, diluncurkan dengan dukungan dana utama dari pemegang ETH besar seperti Bitmine dan SharpLink. Fokus awal Ethlabs adalah memenuhi kebutuhan adopsi institusional, seperti kecepatan penyelesaian lebih cepat, penerbitan aset asli, dan perluasan kapasitas jaringan utama. Secara bersamaan, Ethereum Foundation mengumumkan restrukturisasi besar-besaran, mengurangi 54 karyawan (sekitar 20% dari total) dan memposisikan ulang dirinya sebagai penjaga dan pengatur protokol yang lebih ringan, bukan sebagai pengembang inti utama. Perubahan ini menandakan pergeseran tata kelola: yayasan mengambil langkah mundur, sementara organisasi seperti Ethlabs mengambil peran eksekusi yang lebih besar untuk menjawab kritik mengenai kecepatan dan adopsi pasar. Ethlabs, didukung banyak tokoh berpengaruh ekosistem (kecuali Vitalik Buterin), bertujuan menjadi lapisan eksekusi yang lebih terindustrialisasi, mengatasi kecemasan Ethereum tentang adopsi institusional dan skalabilitas. Sementara Ethereum Foundation berfokus menjaga "kebenaran" dan netralitas protokol, Ethlabs diharapkan membuktikan "keefektifan" Ethereum dalam menarik modal dan aplikasi dunia nyata. Langkah ini dipandang sebagai koreksi tata kelola penting untuk membuat Ethereum lebih tanggap terhadap pasar, meski berpotensi menimbulkan ketegangan baru antara kepentingan institusional dan semangat asli crypto.

链捕手8j yang lalu

Dana Kembali, Ethlabs Maju: Ethereum Menghadapi Restrukturisasi Terbesar dalam Sejarah

链捕手8j yang lalu

Paruh Kedua Kebijakan Kripto AS: UU CLARITY Perjuangkan 60 Suara, Komite "Satu Orang" CFTC Jadi Variabel Terbesar

Penulis: Cleve Mesidor, Direktur Eksekutif National Blockchain Foundation di Washington DC Industri kripto di AS tengah menantikan momen pentingnya dengan kemajuan RUU CLARITY di Senat, yang membutuhkan 60 suara untuk disahkan. Untuk mencapainya, Partai Republik mungkin perlu berkompromi dengan Gedung Putih dan menarik beberapa senator yang masih ragu-ragu. Waktu yang tersisa sangat terbatas, hanya sekitar 40 hari kerja legislatif. Selain prospek RUU CLARITY, beberapa proposal perpajakan kripto yang dipisahkan dari RUU PARITY baru berpeluang disahkan tahun ini dengan menumpang pada undang-undang yang lebih besar. Undang-Undang Kepastian Regulasi Blockchain juga berusaha memasukkan perlindungan bagi pengembang ke dalam hukum. Situasi di Commodity Futures Trading Commission (CFTC) memprihatinkan karena kekurangan empat komisioner, menambah ketidakpastian. Perdebatan mengenai yurisdiksi atas pasar prediksi—apakah jatuh ke negara bagian, CFTC, Securities and Exchange Commission (SEC), atau Mahkamah Agung—juga masih berlangsung. Industri akan kehilangan dua pendukung kunci: Komisioner SEC Hester M. Peirce dan Senator Cynthia Lummis, yang keduanya memainkan peran sentral dalam kebijakan kripto. Para ahli berpendapat: - **Sara K. Weed**: Peluang RUU CLARITY lolos tahun ini kecil karena kendala waktu dan pemilu, sehingga SEC dan CFTC harus lebih aktif memberikan kepastian. - **Sulolit 'Raj' Mukherjee**: Reformasi pajak kripto yang berarti kemungkinan akan disahkan dengan menempel pada paket undang-undang yang lebih besar, bukan sebagai RUU mandiri. - **Rashan Colbert**: CFTC sedang berupaya membangun kerangka regulasi yang lebih kokoh untuk pasar prediksi yang tengah berkembang, meski perdebatan klasifikasinya sebagai infrastruktur keuangan atau perjudian masih berlanjut. Babak kedua pertarungan kebijakan kripto telah dimulai. Meski waktu sempit, peluang masih ada, tetapi diperlukan komunikasi dan dorongan pragmatis lintas partai untuk mencapai hasil substansial pada 2026.

marsbit11j yang lalu

Paruh Kedua Kebijakan Kripto AS: UU CLARITY Perjuangkan 60 Suara, Komite "Satu Orang" CFTC Jadi Variabel Terbesar

marsbit11j yang lalu

Trading

Spot
Futures

Artikel Populer

Cara Membeli CRV

Selamat datang di HTX.com! Kami telah membuat pembelian Curve DAO Token (CRV) menjadi mudah dan nyaman. Ikuti panduan langkah demi langkah kami untuk memulai perjalanan kripto Anda.Langkah 1: Buat Akun HTX AndaGunakan alamat email atau nomor ponsel Anda untuk mendaftar akun gratis di HTX. Rasakan perjalanan pendaftaran yang mudah dan buka semua fitur.Dapatkan Akun SayaLangkah 2: Buka Beli Kripto, lalu Pilih Metode Pembayaran AndaKartu Kredit/Debit: Gunakan Visa atau Mastercard Anda untuk membeli Curve DAO Token (CRV) secara instan.Saldo: Gunakan dana dari saldo akun HTX Anda untuk melakukan trading dengan lancar.Pihak Ketiga: Kami telah menambahkan metode pembayaran populer seperti Google Pay dan Apple Pay untuk meningkatkan kenyamanan.P2P: Lakukan trading langsung dengan pengguna lain di HTX.Over-the-Counter (OTC): Kami menawarkan layanan yang dibuat khusus dan kurs yang kompetitif bagi para trader.Langkah 3: Simpan Curve DAO Token (CRV) AndaSetelah melakukan pembelian, simpan Curve DAO Token (CRV) di akun HTX Anda. Selain itu, Anda dapat mengirimkannya ke tempat lain melalui transfer blockchain atau menggunakannya untuk memperdagangkan mata uang kripto lainnya.Langkah 4: Lakukan trading Curve DAO Token (CRV)Lakukan trading Curve DAO Token (CRV) dengan mudah di pasar spot HTX. Cukup akses akun Anda, pilih pasangan perdagangan, jalankan trading, lalu pantau secara real-time. Kami menawarkan pengalaman yang ramah pengguna baik untuk pemula maupun trader berpengalaman.

541 Total TayanganDipublikasikan pada 2024.12.11Diperbarui pada 2026.06.02

Cara Membeli CRV

Diskusi

Selamat datang di Komunitas HTX. Di sini, Anda bisa terus mendapatkan informasi terbaru tentang perkembangan platform terkini dan mendapatkan akses ke wawasan pasar profesional. Pendapat pengguna mengenai harga CRV (CRV) disajikan di bawah ini.

活动图片