多空分歧激化,机构思路同样出现背离 | CFTC 比特币持仓周报

FDipublikasikan tanggal 2022-10-03Terakhir diperbarui pada 2022-10-08

Abstrak

比特币标准合约总持仓量自 13880 进一步上涨至 14271。

10 月 1 日公布的最新一期 CFTC CME 比特币持仓周报( 9 月 21 日 - 9 月 27 日)显示,比特币标准合约总持仓量自 13880 进一步上涨至 14271,该统计周期前几个交易日行情波动幅度有限,不过末段的一波快速反弹一定程度上「激励」到了市场情绪,市场总体持仓量连续第二个统计周期上涨。

规模最大的经销商账户多头头寸自 108 微降至 105,空头头寸自 2502 上升至 2574,规模最大的机构账户在最新统计周期内又一次进行了净空调仓,虽然调仓幅度有限,但是在市场震荡并取得小幅上涨的大背景下,这种「逆势」调仓进一步明确了这类账户看空后市的态度。

资管机构多头头寸自 5488 上升至 5666,空头头寸自 1431 下降至 1151,资管机构在最新统计周期内再度转向,上一统计周期内大举做空之后,在最新统计周期内进行了反向的净多调仓。对于这类账户来说,上一统计周期虽然针对此前行情大跌进行了弥补性的操作,但是行情出现短暂反弹后迅速转回做多,实际上是一种很清晰的看涨态度表达。资管机构与经销商账户的判断出现了明显的背离。

杠杆基金多头头寸自 3390 上升至 3472,该数值两周连降的势头告一段落,空头头寸自 7241 上升至 7962。杠杆基金在最新统计周期内进行了多空双向同步增持,不过在增持过程中多单持仓占比进一步下降,这类账户整体上的看空倾向依旧明显,这也是杠杆基金对于过去几个统计周期思路的延续。

大户账户多头头寸自 2416 上升至 2717,空头头寸自 463 上升至 470,大户账户在最新统计周期内同样进行了多空双向同步增持,不过这类账户的多单持仓占比进一步上升,因此对于大户账户来说,这种增持实际上是偏多的表达,这与杠杆基金的判断存在明显的不同。

散户多头头寸自 1107 下降至 1061,空头头寸自 872 下降至 864,散户在最新统计周期内进行了多空双向同步减持,行情没有出现明显的单边波动,散户账户没有顺势追进机会的情况下,进行了小幅风控处理。

比特币微型合约总持仓量自 22595 上升至 22790。

经销商账户多头头寸自 227 下降至 217,空头头寸自 534 下降至 501,经销商账户在微型合约中进行了多空双向同步减持,这类账户在两大类账户中的调仓幅度都比较有限,微型合约的小幅度多空双向同步减持对于这类账户在标准合约中表达出的偏空态度没有影响。

资管机构账户多头头寸自 100 张上升至 125 张,空头头寸自 1284 张上升至 1311 张,资管机构在微型合约中进行了多空双向同步增持,微型合约中的这种调仓进一步巩固了这类账户的偏多态度。

杠杆基金多头头寸自 9359 上升至 10139,空头头寸自 15820 上升至 16578,杠杆基金在微型合约中延续多空双向同步增持操作,这已经成为了这类账户在微型合约中调仓的常态。

大户多头头寸自 8469 上升至 8580,空头头寸自 1360 上升至 1553,大户账户在微型合约中继续进行多空同步增持,调仓思路与标准合约相仿。

散户多头头寸自 2618 下降至 2519,空头头寸自 1775 下降至 1637,散户在微型合约中进行了与标准合约相似的多空双向同步减持。

Bacaan Terkait

Wawancara CEO Strategy: Setelah Jual Bitcoin, Bisakah STRK Pulih Kembali?

**Wawancara dengan CEO Strategi: Bisakah STRATEGI Pulih Setelah Penjualan Bitcoin?** Dalam wawancara ini, CEO Strategy Phong Le menjelaskan alasan di balik penjualan 32 Bitcoin yang menggegerkan pasar. Ia menekankan bahwa keputusan tersebut adalah bagian dari strategi jangka panjang untuk membuktikan likuiditas dan menguji proses internal, bukan reaksi panik. Le menegaskan bahwa perusahaan tetap memegang keyakinan kuat pada Bitcoin sebagai aset fundamental. Le menjelaskan bahwa mayoritas STRATEGI (Strategy Preferred Stock) dipegang oleh investor ritail dan institusional jangka panjang, sehingga risiko "death spiral" dari protokol DeFi minimal. Ia juga membeberkan proses pengambilan keputusan yang ketat di perusahaan, melibatkan dewan direksi dan analisis data mendalam. Menyikapi volatilitas harga STRATEGI, CEO menyatakan perusahaan memiliki banyak opsi pendanaan, namun strategi "tidak melakukan apa-apa" (holding Bitcoin) tetap menjadi pilihan penting, sebagaimana terbukti selama bear market 2022. Keyakinannya pada nilai dasar Bitcoin dan visi tentang peran kripto di masa depan ekonomi robot dan AI membuatnya optimis. Mengenai pemulihan harga STRATEGI ke nilai pari $100, Le yakin dengan diisi kembali cadangan dolar dan dimulainya mekanisme pembayaran dividen pertama pada 30 Juni, produk yang sangat dijaminkan ini akan secara bertahap kembali ke level tersebut. Ia menutup dengan menegaskan transparansi perusahaan terkait penjualan Bitcoin, sebagaimana tercatat dalam dokumen 8-K.

marsbit8m yang lalu

Wawancara CEO Strategy: Setelah Jual Bitcoin, Bisakah STRK Pulih Kembali?

marsbit8m yang lalu

Pendiri IOSG: Ethereum Tidak Perlu Lagi Keyakinan Teknologi, Ia Butuh Kompromi Gaya Elon Musk

**Pendiri IOSG: Ethereum Tidak Perlu Lagi Kepercayaan Teknis, Tapi Perlu Kompromi ala Musk** Penulis menilai pembentukan ETHLabs bukan sekadar "yayasan kedua", melainkan sinyal pasar yang tidak percaya pada pendekatan "berdiam diri dan terdesentralisasi" Ethereum Foundation (EF). Ini adalah suara modal, bukan forum. Perbedaan mendasar antara Vitalik Buterin (V) dan Elon Musk terletak pada pendekatan: Musk memahami bisnis dan realitas terlebih dahulu, lalu menyesuaikan teknologi; V berangkat dari teknologi murni dan mengharapkan realitas tumbuh sendiri. Keberuntungan Ethereum dengan aplikasi seperti DeFi dan NFT mungkin tidak bertahan karena kini ada banyak pilihan lain. Ethereum saat ini membutuhkan bukan roadmap teknis baru, melainkan **seseorang yang turun langsung memahami bisnis dan bersungguh-sungguh mengejar aplikasi dunia nyata**. Harapannya adalah V mempelajari cara Musk membangun bisnis dan fokus pada pertanyaan: aplikasi dunia nyata apa yang bisa dijalankan Ethereum? Masalah EF sebenarnya adalah manajemen dan aliran keluar talenta, yang tidak bisa diatasi oleh pendiri yang menjaga jarak. Model baru dengan banyak "steward" seperti ETHLabs berisiko fragmentasi tanpa arah bersama. Kohesi sejati harus datang dari nilai ETH sebagai aset bersama, tetapi ini memerlukan **narasi dunia nyata yang jelas dan dapat dipahami semua pihak**. Kredibilitas dan independensi struktur baru ini harus dibangun melalui waktu dan transparansi, bukan sekadar pengumuman. Ancaman terbesar Ethereum bukanlah pesaing seperti Solana, melainkan **pergeseran perhatian global ke AI**. Jendela waktu hanya 12-18 bulan. Untuk merebut kembali perhatian, dibutuhkan pendiri yang fokus pada aplikasi praktis dan narasi yang mampu menarik talenta terbaik. Cahaya idealisme V masih ada, tetapi untuk menyinari realitas, yang dibutuhkan bukanlah lagi menatap langit, melainkan **terjun ke dalam arena**. Dan waktu untuk tindakan itu hampir habis.

marsbit1j yang lalu

Pendiri IOSG: Ethereum Tidak Perlu Lagi Keyakinan Teknologi, Ia Butuh Kompromi Gaya Elon Musk

marsbit1j yang lalu

JD.com dan Mantan CTO Open AI Mira Murati Memasuki Jalur AI yang Sama

Bayangkan seorang lansia terjatuh di rumah. Tanpa perintah suara, perangkat pintar atau kamera langsung "melihat" kejadian tersebut dan AI secara proaktif mengirimkan peringatan darurat. Ini adalah salah satu visi yang coba diwujudkan oleh JoyAI-VL-Interaction, model interaksi visual-bahasa open-source pertama di dunia yang baru dirilis oleh JD.com. Berbeda dengan model AI biasa yang bekerja dengan logika "tanya-jawab", JoyAI-VL-Interaction dirancang untuk berinteraksi secara aktif dan real-time dengan dunia fisik. Model ini dapat secara otonom memutuskan kapan harus merespons, kapan harus diam, dan kapan harus menyerahkan tugas kompleks ke model backend, hanya dengan menganalisis aliran video secara terus-menerus. Pendekatan ini disepakati juga oleh Thinking Machines Lab (didirikan oleh mantan CTO OpenAI, Mira Murati), menandakan pergeseran industri menuju AI yang lebih proaktif. JD.com menempatkan modalitas visual sebagai penggerak utama, karena banyak informasi penting di dunia nyata muncul sebagai perubahan visual, bukan perintah suara. Model 8B parameter ini dirancang ringan, dapat dijalankan pada GPU seperti RTX 3090, dan sepenuhnya open-source—termasuk kode, model, dataset, dan sistem inferensi. Ini memungkinkan pengembang dengan mudah membuat aplikasi untuk berbagai skenario seperti penjagaan lansia/anak, asistensi tunanetra, komentar olahraga otomatis, inspeksi toko, dan kolaborasi robot. Pelepasan open-source ini merupakan bagian dari strategi JD.com yang lebih besar untuk membawa AI ke dunia fisik. Perusahaan ini mengandankan aset datanya yang unik dari ribuan skenario operasional nyata di logistik, ritel, dan industri, serta berencana mengumpulkan 10 juta jam data video berkualitas tinggi. Dengan membuka akses, JD.com berharap dapat mempercepat adopsi AI interaktif yang dapat melihat, memahami, dan bertindak secara mandiri di lingkungan kita.

marsbit1j yang lalu

JD.com dan Mantan CTO Open AI Mira Murati Memasuki Jalur AI yang Sama

marsbit1j yang lalu

Google Mulai Jual TPU, Raksasa Teknologi Ingin Menghasilkan 'Token Murah' dengan Produksi Chip AI

Google mulai menjual chip TPU mereka ke klien dan pusat data pihak ketiga, yang sebelumnya hanya tersedia melalui layanan cloud. TPU (Tensor Processing Unit) adalah chip khusus yang dirancang untuk komputasi AI, terutama dalam operasi matematika matriks dan tensor, membuatnya sangat efisien untuk model AI besar. Dengan mengkombinasikan ribuan TPU menjadi kluster superkomputer, Google menciptakan pusat komputasi AI yang sangat efisien. Hal ini memungkinkan Gemini menawarkan harga token yang lebih rendah dibandingkan pesaing seperti OpenAI, sehingga lebih kompetitif di pasar. Langkah ini dianggap sebagai tantangan bagi Nvidia, yang selama ini mendominasi pasar chip AI dengan ekosistem CUDA-nya. Meskipun Nvidia masih menjadi standar industri, Google berfokus pada efisiensi dan biaya yang lebih rendah, terutama untuk inferensi AI, di mana biaya token menjadi faktor kritis. Selain Google, perusahaan cloud seperti Huawei Cloud dan Alibaba Cloud juga mengembangkan ekosistem komputasi AI mandiri dengan chip buatan sendiri, seperti Ascend dan Zhenwu. Mereka tidak hanya fokus pada kinerja chip, tetapi juga pada kemampuan sistem untuk mengubah chip menjadi solusi produktif yang terjangkau. Pasar komputasi AI kini bergeser dari hanya mengejar kinerja tertinggi menjadi menekankan efisiensi dan biaya yang lebih rendah. Dengan komputasi AI semakin menjadi sumber daya dasar seperti listrik atau air, perusahaan yang dapat menyediakan solusi terjangkau dan terintegrasi akan lebih kompetitif di masa depan.

marsbit1j yang lalu

Google Mulai Jual TPU, Raksasa Teknologi Ingin Menghasilkan 'Token Murah' dengan Produksi Chip AI

marsbit1j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片