预言机龙头、价值币Link的重磅利好事件:质押+CCIP,ChainLink是Web3时代的谷歌Google

币圈一级市场阿生Dipublikasikan tanggal 2022-10-01Terakhir diperbarui pada 2022-10-01

Abstrak

Chainlink将于12月推出质押奖励功能,也就是预言机龙头的质押终于要落地了。

预言机龙头、独角兽、价值币Link的两个重大利好事件:

1.Chainlink将于12月推出质押奖励功能,也就是预言机龙头的质押终于要落地了。

2.国际资金清算系统SWIFT已与Chainlink Labs就跨链互操作协议(CCIP)建立了合作关系,跨链互操作性协议(CCIP)可以实现去中心化跨链消息传递和通证转移。

可以说 CCIP+质押是ChainLink未来的两大杀手锏功能,如果把以太坊比作Web 3世界的微软(底层操作系统),那ChainLink就是Web 3世界中的Google(提供信息、与Web 3技术支持)。

微软市值:18000亿美金,谷歌市值:13000亿美金,ETH市值:1600亿美金,Link市值:38亿美金。

虽然Web 2与Web 3无法直接市值对比,公链与预言机也无法直接对比,但就目前Link的市值以及其项目应用价值来看,还有很大空间。

预言机是什么?为什么需要预言机?

因为区块链无法获得链外和现实中的数据,所以需要预言机来提供可靠的数据,包括像菠菜的随机数、借贷价格、金融衍生品价格、稳定币汇率、保险数据、预测市场数据等各种线上线下的数据。预言机通过各种机制来保障数据的安全性。

首先我们来看看LINK的基本面吧:

1.预言机的龙头老大。占据着市场的90%的份额。

2.从 2018 年发展至今,Chainlink已经替超过 1,000 个协议提供数据资料。

3.去年Link发布了2.0版白皮书,野心非常大,预言机只是其中一个功能而已。

4.AccuWeather 及美联社也于去年正式与 Chainlink 合作进行数据验证。前 Google 执行长 Eric Schmidt和Diem联合创始人Christian Catalini目前也正担任 Chainlink Labs 的战略顾问。

Link预言机常见的应用场景

1、获得代币价格等信息汇率、借贷利率等信息

DeFi和预言机是天生的好伙伴,很多DeFi借贷项目都会用到预言机。比如很多稳定币并不是真实的1:1的价值锚定,会有一些小波动,像Maker的美元稳定币DAI,你可以使用预言机来获得DAI的实时汇率.

2. VRF随机数 - 利用链上加密证明机制生成可验证的随机数,未来会有越来越多的Gamfi,NFT项目需要这种可验证的随机数来做稀有属性NFT,比如AXS就在用Link的VRF服务.用户可以证明随机数是公平公正的,因为无论是游戏玩家、游戏开发者还是第三方都无法篡改或操纵生成的随机数。

3. 链下计算 - 这是一个当前还没有引起重视,但是一些项目已然开始探索的区块链扩容方式,比如CTSI,Truebit等等。 未来区块链扩容,除了分片与Rollup,链下计算大概率会是第三张牌,同时我实在想不出,比Link更适合做这个的项目了

4.还有自动维护智能合约触发清算的Keepers服务(类似KP3R)也已上线,DID服务在白皮书里也有写到,甚至哪天Chainlink开始做跨链桥类似的跨链服务我也丝毫不会觉得意外,因为它天然接入所有链,天然适合做跨链……

5.获取现实世界的数据

一些去中心化保险产品,相比利益驱动的保险公司,会更信任代码。除了常见的DeFi产品的保险外,还有一种参数保险,它是一种带有参数触发器和付款条件的特殊保险,比如Etherisc推出了航班延误保险和飓风保险,它就可以使用预言机来获得航班是否延误的数据,或者哪里受到了飓风影响,从而判断是否触发理赔条件。

随着未来区块链继续发展,不断出圈,吸引圈内圈外越来越多的资本,供应商,服务商……你觉得他们最开始,会使用哪个项目来“接入”区块链? Link就是Web3时代的Google。

Chainlink可以兼容任何区块链,并且在不断扩展,接入更多区块链环境。在2021年,Chainlink接入了众多顶尖的L1区块链和L2扩容方案,其中包括Arbitrum、Avalanche、BNB Chain、Ethereum、Fantom、Harmony、Heco、Moonriver、Optimism、Polygon、Starkware以及xDai。

如果说区块链是去中心化的计算机网络,智能合约是去中心化的应用,那么Chainlink就可以理解成是去中心化的互联网,让智能合约可以与链下世界交互,并同时保持区块链技术在安全、透明和信任方面的核心价值。

Bacaan Terkait

Wawancara CEO Strategy: Setelah Jual Bitcoin, Bisakah STRK Pulih Kembali?

**Wawancara dengan CEO Strategi: Bisakah STRATEGI Pulih Setelah Penjualan Bitcoin?** Dalam wawancara ini, CEO Strategy Phong Le menjelaskan alasan di balik penjualan 32 Bitcoin yang menggegerkan pasar. Ia menekankan bahwa keputusan tersebut adalah bagian dari strategi jangka panjang untuk membuktikan likuiditas dan menguji proses internal, bukan reaksi panik. Le menegaskan bahwa perusahaan tetap memegang keyakinan kuat pada Bitcoin sebagai aset fundamental. Le menjelaskan bahwa mayoritas STRATEGI (Strategy Preferred Stock) dipegang oleh investor ritail dan institusional jangka panjang, sehingga risiko "death spiral" dari protokol DeFi minimal. Ia juga membeberkan proses pengambilan keputusan yang ketat di perusahaan, melibatkan dewan direksi dan analisis data mendalam. Menyikapi volatilitas harga STRATEGI, CEO menyatakan perusahaan memiliki banyak opsi pendanaan, namun strategi "tidak melakukan apa-apa" (holding Bitcoin) tetap menjadi pilihan penting, sebagaimana terbukti selama bear market 2022. Keyakinannya pada nilai dasar Bitcoin dan visi tentang peran kripto di masa depan ekonomi robot dan AI membuatnya optimis. Mengenai pemulihan harga STRATEGI ke nilai pari $100, Le yakin dengan diisi kembali cadangan dolar dan dimulainya mekanisme pembayaran dividen pertama pada 30 Juni, produk yang sangat dijaminkan ini akan secara bertahap kembali ke level tersebut. Ia menutup dengan menegaskan transparansi perusahaan terkait penjualan Bitcoin, sebagaimana tercatat dalam dokumen 8-K.

marsbit7m yang lalu

Wawancara CEO Strategy: Setelah Jual Bitcoin, Bisakah STRK Pulih Kembali?

marsbit7m yang lalu

Pendiri IOSG: Ethereum Tidak Perlu Lagi Keyakinan Teknologi, Ia Butuh Kompromi Gaya Elon Musk

**Pendiri IOSG: Ethereum Tidak Perlu Lagi Kepercayaan Teknis, Tapi Perlu Kompromi ala Musk** Penulis menilai pembentukan ETHLabs bukan sekadar "yayasan kedua", melainkan sinyal pasar yang tidak percaya pada pendekatan "berdiam diri dan terdesentralisasi" Ethereum Foundation (EF). Ini adalah suara modal, bukan forum. Perbedaan mendasar antara Vitalik Buterin (V) dan Elon Musk terletak pada pendekatan: Musk memahami bisnis dan realitas terlebih dahulu, lalu menyesuaikan teknologi; V berangkat dari teknologi murni dan mengharapkan realitas tumbuh sendiri. Keberuntungan Ethereum dengan aplikasi seperti DeFi dan NFT mungkin tidak bertahan karena kini ada banyak pilihan lain. Ethereum saat ini membutuhkan bukan roadmap teknis baru, melainkan **seseorang yang turun langsung memahami bisnis dan bersungguh-sungguh mengejar aplikasi dunia nyata**. Harapannya adalah V mempelajari cara Musk membangun bisnis dan fokus pada pertanyaan: aplikasi dunia nyata apa yang bisa dijalankan Ethereum? Masalah EF sebenarnya adalah manajemen dan aliran keluar talenta, yang tidak bisa diatasi oleh pendiri yang menjaga jarak. Model baru dengan banyak "steward" seperti ETHLabs berisiko fragmentasi tanpa arah bersama. Kohesi sejati harus datang dari nilai ETH sebagai aset bersama, tetapi ini memerlukan **narasi dunia nyata yang jelas dan dapat dipahami semua pihak**. Kredibilitas dan independensi struktur baru ini harus dibangun melalui waktu dan transparansi, bukan sekadar pengumuman. Ancaman terbesar Ethereum bukanlah pesaing seperti Solana, melainkan **pergeseran perhatian global ke AI**. Jendela waktu hanya 12-18 bulan. Untuk merebut kembali perhatian, dibutuhkan pendiri yang fokus pada aplikasi praktis dan narasi yang mampu menarik talenta terbaik. Cahaya idealisme V masih ada, tetapi untuk menyinari realitas, yang dibutuhkan bukanlah lagi menatap langit, melainkan **terjun ke dalam arena**. Dan waktu untuk tindakan itu hampir habis.

marsbit1j yang lalu

Pendiri IOSG: Ethereum Tidak Perlu Lagi Keyakinan Teknologi, Ia Butuh Kompromi Gaya Elon Musk

marsbit1j yang lalu

JD.com dan Mantan CTO Open AI Mira Murati Memasuki Jalur AI yang Sama

Bayangkan seorang lansia terjatuh di rumah. Tanpa perintah suara, perangkat pintar atau kamera langsung "melihat" kejadian tersebut dan AI secara proaktif mengirimkan peringatan darurat. Ini adalah salah satu visi yang coba diwujudkan oleh JoyAI-VL-Interaction, model interaksi visual-bahasa open-source pertama di dunia yang baru dirilis oleh JD.com. Berbeda dengan model AI biasa yang bekerja dengan logika "tanya-jawab", JoyAI-VL-Interaction dirancang untuk berinteraksi secara aktif dan real-time dengan dunia fisik. Model ini dapat secara otonom memutuskan kapan harus merespons, kapan harus diam, dan kapan harus menyerahkan tugas kompleks ke model backend, hanya dengan menganalisis aliran video secara terus-menerus. Pendekatan ini disepakati juga oleh Thinking Machines Lab (didirikan oleh mantan CTO OpenAI, Mira Murati), menandakan pergeseran industri menuju AI yang lebih proaktif. JD.com menempatkan modalitas visual sebagai penggerak utama, karena banyak informasi penting di dunia nyata muncul sebagai perubahan visual, bukan perintah suara. Model 8B parameter ini dirancang ringan, dapat dijalankan pada GPU seperti RTX 3090, dan sepenuhnya open-source—termasuk kode, model, dataset, dan sistem inferensi. Ini memungkinkan pengembang dengan mudah membuat aplikasi untuk berbagai skenario seperti penjagaan lansia/anak, asistensi tunanetra, komentar olahraga otomatis, inspeksi toko, dan kolaborasi robot. Pelepasan open-source ini merupakan bagian dari strategi JD.com yang lebih besar untuk membawa AI ke dunia fisik. Perusahaan ini mengandankan aset datanya yang unik dari ribuan skenario operasional nyata di logistik, ritel, dan industri, serta berencana mengumpulkan 10 juta jam data video berkualitas tinggi. Dengan membuka akses, JD.com berharap dapat mempercepat adopsi AI interaktif yang dapat melihat, memahami, dan bertindak secara mandiri di lingkungan kita.

marsbit1j yang lalu

JD.com dan Mantan CTO Open AI Mira Murati Memasuki Jalur AI yang Sama

marsbit1j yang lalu

Google Mulai Jual TPU, Raksasa Teknologi Ingin Menghasilkan 'Token Murah' dengan Produksi Chip AI

Google mulai menjual chip TPU mereka ke klien dan pusat data pihak ketiga, yang sebelumnya hanya tersedia melalui layanan cloud. TPU (Tensor Processing Unit) adalah chip khusus yang dirancang untuk komputasi AI, terutama dalam operasi matematika matriks dan tensor, membuatnya sangat efisien untuk model AI besar. Dengan mengkombinasikan ribuan TPU menjadi kluster superkomputer, Google menciptakan pusat komputasi AI yang sangat efisien. Hal ini memungkinkan Gemini menawarkan harga token yang lebih rendah dibandingkan pesaing seperti OpenAI, sehingga lebih kompetitif di pasar. Langkah ini dianggap sebagai tantangan bagi Nvidia, yang selama ini mendominasi pasar chip AI dengan ekosistem CUDA-nya. Meskipun Nvidia masih menjadi standar industri, Google berfokus pada efisiensi dan biaya yang lebih rendah, terutama untuk inferensi AI, di mana biaya token menjadi faktor kritis. Selain Google, perusahaan cloud seperti Huawei Cloud dan Alibaba Cloud juga mengembangkan ekosistem komputasi AI mandiri dengan chip buatan sendiri, seperti Ascend dan Zhenwu. Mereka tidak hanya fokus pada kinerja chip, tetapi juga pada kemampuan sistem untuk mengubah chip menjadi solusi produktif yang terjangkau. Pasar komputasi AI kini bergeser dari hanya mengejar kinerja tertinggi menjadi menekankan efisiensi dan biaya yang lebih rendah. Dengan komputasi AI semakin menjadi sumber daya dasar seperti listrik atau air, perusahaan yang dapat menyediakan solusi terjangkau dan terintegrasi akan lebih kompetitif di masa depan.

marsbit1j yang lalu

Google Mulai Jual TPU, Raksasa Teknologi Ingin Menghasilkan 'Token Murah' dengan Produksi Chip AI

marsbit1j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片