OpenSea’s Seaport Adds Support For Layer 2 Scaling Solution Polygon

ethereumworldnewsDipublikasikan tanggal 2022-08-31Terakhir diperbarui pada 2022-08-31

Abstrak

OpenSea, one of the leading NFT marketplaces, took to Twitter to announce the integration of layer 2 scaling solution Polygon on Seaport. 

OpenSea’s Seaport will now support Polygon 

  • Users will be able to transact and trade NFTs by using MATIC, Polygon’s native token

OpenSea, one of the leading NFT marketplaces, took to Twitter to announce the integration of layer 2 scaling solution Polygon on Seaport. 
Seaport Adds Support For Polygon 
OpenSea tweeted that the marketplace is ready to support Polygon via Seaport to “improve the experience for everyone on OpenSea.” 
Starting today, we will begin using Seaport for all new listings and offers on Polygon! We’re excited to start using Seaport across multiple blockchains to improve the experience for everyone on OpenSea.
Here’s what you can expect with this move to Seaport ↯
— OpenSea (@opensea) August 30, 2022
With this new integration, OpenSea will be introducing a variety of new features on Polygon via Seaport which includes functionalities such as Collection and Attributes offers, no listings threshold, multiple creator payout, and bulk transfers.
Using Seaport on Polygon enables launching several new features on Polygon, including:
✅Collection and attribute offers
✅No listing thresholds
✅Multiple creator payouts
✅Bulk transfers
— OpenSea (@opensea) August 30, 2022
The announcement further added that Seaport will also be adding support for Klatyn and other EVM compatible chains as well after adding Polygon to its existing portfolio of supported blockchains. 
“With Polygon now supported on Seaport, we’re excited to launch several new features that will make the buying and selling experience with Polygon even better.” the announcement reads
With this new integration, Seaport users will now be able to buy, sell and trade NFTs in Polygon’s native token MATIC alongside introducing a feature dubbed multiple creator fees. The feature will permit creators to specify up to 4 payout addresses to be paid in real-time. 
While describing the other features in detail the announcement included that users will now be able to sell bundled Polygon NFTs by listing them and categorizing them as bundles. Furthermore, the collection and attribute feature will refer to the vast majority of Polygon NFT collections that will possess their own collection offers on each item included in the collection. 
“The vast majority of Polygon NFT collections will have collection offers (offers on every item in the collection) available. Creators can also enable attribute offers (offers for all items in a collection that match the requested attribute).” the blog reads
In June 2022, OpenSea launched Seaport, an independent open-source platform to enable the purchase and sale of NFTs. One of the core intentions behind launching Seaport was to promote the organized sale of NFTs to users alongside offering NFTs at cost-effective gas prices. 
OpenSea further announced that it will start supporting Polygon as part of its new shift and will allow users to transact in MATIC. 
“As part of the shift to Seaport, OpenSea now supports using MATIC, Polygon’s native token, as a payment option. Anyone transacting on Polygon using OpenSea will now be required to pay for their own gas fees for transacting using MATIC.”

Bacaan Terkait

The Impossible Triad Is Fundamentally a Pseudo-Problem

**Judul: Segitiga Mustahil Sebenarnya Masalah Palsu** Industri crypto telah membangun sistem kriptografi paling kuat, tetapi ironisnya gagal melindungi privasi keuangan pengguna. Setiap transaksi dan kepemilikan terpapar secara publik. Blokchain pada dasarnya adalah komputer bersama yang lambat dan mahal, yang nilainya terletak pada akses tanpa izin dan konsensus terdesentralisasi. Selama satu dekade, industri terobsesi dengan "trilema" skalabilitas, keamanan, dan desentralisasi. Namun, kendala sebenarnya yang menghalangi masuknya modal triliunan dolar justru adalah **legalitas** dan **privasi**. 1. **Legalitas:** Sifat tanpa izin menciptakan ketidakpastian hukum. Namun, perkembangan regulasi seperti Undang-Undang GENIUS di AS mulai memberikan kejelasan kerangka hukum. 2. **Privasi:** Transparansi rantai publik bukanlah fitur, melainkan **pajak**. Setiap posisi dan transaksi yang terbuka mengundang eksploitasi seperti MEV (Miner Extractable Value), yang telah menyedot miliaran dolar dari pengguna biasa. Modal institusional besar tidak akan pernah menempatkan neracanya di tempat yang bisa dibaca pesaing secara real-time. Solusinya bukan transparansi penuh atau penyembunyian total. Kriptografi modern memungkinkan **privasi yang patuh (compliant privacy)**. Kita dapat membuktikan suatu pernyataan (misalnya, kecukupan cadangan, kepatuhan KYC, transaksi bersih) tanpa membongkar data dasarnya. Audit dan kepatuhan tetap terjaga, tetapi kebocoran informasi dan "pajak transparansi" dihilangkan. Dengan menutup dua cacat ini—melalui kemajuan regulasi dan adopsi privasi yang dapat dibuktikan—blokchain akan mengalami peningkatan murni. Ia akan berubah dari "spreadsheet Google yang mahal dan terbuka" menjadi mesin bersama yang dapat dipercaya yang akhirnya dapat menjaga rahasia. Inilah jembatan yang akan membawa sistem keuangan bernilai triliunan dolar ke dalam dunia yang sebenarnya dirancang untuknya sejak awal.

marsbit9j yang lalu

The Impossible Triad Is Fundamentally a Pseudo-Problem

marsbit9j yang lalu

Chip Optik, Perluasan Kapasitas Produksi Secara Kolektif

Kebutuhan chip optik sedang melonjak, memicu gelombang ekspansi kapasitas global di seluruh rantai pasokan. Di AS, Coherent memperluas pabrik 6 inci InP di Texas dengan pendanaan pemerintah, didukung investasi strategis dari Nvidia. Nokia menambah kapasitas pengujian dan pengemasan chip fotonik. Di Jepang, JX Advanced Metals berinvestasi besar untuk meningkatkan produksi substrat InP hingga 7-10 kali lipat. Di Eropa, IQE dan Tower Semiconductor menyepakati kesepakatan pasokan wafer epitaksial InP jangka panjang, menandakan konvergensi antara platform silicon photonics dan material III-V. Di Cina, perusahaan seperti Suzhou Ray Technology (Soluxe) dan San'an Optoelectronics secara agresif memperluas produksi chip optik dan bahan baku seperti InP. Ekspansi ini didorong oleh permintaan bandwidth yang meledak dari pusat data AI, terlepas dari jalur arsitektur masa depan seperti CPO (Co-Packaged Optics). Laporan Morgan Stanley menekankan bahwa kebutuhan konten optik akan terus tumbuh, baik dengan modul pluggable tradisional, NPO, CPO, atau arsitektur hybrid. Berbagai rute sumber cahaya seperti SiPh + Laser CW, VCSEL, dan MicroLED diperkirakan akan hidup berdampingan untuk aplikasi jarak berbeda dalam pusat data. Pada dasarnya, ini adalah perlombaan kapasitas global di mana AS membangun kembali manufaktur domestik, Jepang menguasai bahan baku, Eropa mendorong integrasi heterogen, dan Cina dengan cepat mengembangkan rantai pasokan terintegrasi secara vertikal. Perlombaan senjata di era fotonik telah memasuki tahap intensif.

marsbit11j yang lalu

Chip Optik, Perluasan Kapasitas Produksi Secara Kolektif

marsbit11j yang lalu

1996 atau 1999? Ujian Pertama Wash adalah 'Bagaimana Melihat AI'

Artikel ini membahas dilema utama yang dihadapi ketua Federal Reserve terbaru, Christopher Warsh, dalam menanggapi ledakan AI. Inti persoalannya adalah apakah kemajuan AI saat ini mirip dengan situasi 1996 — di mana Alan Greenspan membiarkan ekonomi tumbuh tanpa menaikkan suku bunga karena percaya pada pertumbuhan produktivitas — atau lebih mirip 1999, ketika Greenspan akhirnya menaikkan suku bunga secara agresif untuk mencegah overheating ekonomi. Warsh cenderung pada pendekatan 1996, berargumen bahwa manfaat produktivitas AI membutuhkan waktu untuk terlihat dalam data resmi, dan menaikkan suku bunga terlalu dini justru dapat meredam pertumbuhan yang sebenarnya membantu menekan inflasi. Namun, konteks makroekonominya berbeda: tekanan tarif, defisit fiskal yang membesar, dan memudarnya manfaat globalisasi membuat risiko inflasi lebih tinggi daripada era 1990-an. Di sisi lain, kritikus seperti Austan Goolsbee dari Bank Sentral Chicago berpendapat bahwa ledakan AI yang sudah diantisipasi banyak orang justru dapat memicu kenaikan pengeluaran di muka, mendorong overheating ekonomi dan mengharuskan kenaikan suku bunga yang lebih tajam nantinya. Perdebatan ini mencerminkan perpecahan internal di Fed. Paradoks terakhir bagi Warsh adalah keinginannya untuk menghapus "forward guidance" (panduan kebijakan ke depan), suatu praktik yang justru dibuat pada 1999. Jika ekonomi memburuk, ia harus memilih antara menggunakan alat yang ingin dihapusnya atau menghadapi gejolak pasar akibat ketidakpastian. Jawaban atas semua ini bergantung pada penilaiannya: apakah kita berada di tahun 1996 atau 1999?

marsbit14j yang lalu

1996 atau 1999? Ujian Pertama Wash adalah 'Bagaimana Melihat AI'

marsbit14j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片