Crypto Analyst Predicts Corrections for Solana (SOL), Avalanche (AVAX) and Cosmos (ATOM) – Here Are His Targets

dailyhodlDipublikasikan tanggal 2022-08-31Terakhir diperbarui pada 2022-08-31

Abstrak

A popular crypto strategist known for his timely altcoin calls warns that a trio of...

A popular crypto strategist known for his timely altcoin calls warns that a trio of digital assets could see more pullbacks.
Pseudonymous analyst Altcoin Sherpa tells his 181,900 Twitter followers that smart contract platform Solana (SOL) is likely headed to revisit its range low of $25.

“I think a run at these $25 lows is coming. If we view this as an accumulation range (I personally am skeptical), these lows are getting tapped again. And, if we just think it’s bearish, then these lows (or even lower) are coming too. So yeah, lower no matter what.” 

Image

Source: Altcoin Sherpa/Twitter At time of writing, SOL is trading for $32.33. A move to Altcoin Sherpa’s target represents an over 22% downside risk for the Ethereum (ETH) competitor.
Next up is fellow smart contract platform Avalanche (AVAX). Altcoin Sherpa predicts that AVAX will likely revisit its bear market lows at around $14.
“You’re going to get your chance to buy lower, regardless if this area is the bottom OR if price just continues way lower. Be patient.”

Image

Source: Altcoin Sherpa/Twitter At time of writing, AVAX is swapping hands for $19.30, up nearly 6% on the day.
The crypto strategist is also watching the price action of Cosmos (ATOM), an ecosystem of blockchains designed to scale and communicate with each other. Altcoin Sherpa sees ATOM correcting and printing a bullish higher low setup at around $8.

Image

Source: Altcoin Sherpa/Twitter At time of writing, ATOM is valued at $11.67, up over 12% in the last 24 hours.

Bacaan Terkait

The Impossible Triad Is Fundamentally a Pseudo-Problem

**Judul: Segitiga Mustahil Sebenarnya Masalah Palsu** Industri crypto telah membangun sistem kriptografi paling kuat, tetapi ironisnya gagal melindungi privasi keuangan pengguna. Setiap transaksi dan kepemilikan terpapar secara publik. Blokchain pada dasarnya adalah komputer bersama yang lambat dan mahal, yang nilainya terletak pada akses tanpa izin dan konsensus terdesentralisasi. Selama satu dekade, industri terobsesi dengan "trilema" skalabilitas, keamanan, dan desentralisasi. Namun, kendala sebenarnya yang menghalangi masuknya modal triliunan dolar justru adalah **legalitas** dan **privasi**. 1. **Legalitas:** Sifat tanpa izin menciptakan ketidakpastian hukum. Namun, perkembangan regulasi seperti Undang-Undang GENIUS di AS mulai memberikan kejelasan kerangka hukum. 2. **Privasi:** Transparansi rantai publik bukanlah fitur, melainkan **pajak**. Setiap posisi dan transaksi yang terbuka mengundang eksploitasi seperti MEV (Miner Extractable Value), yang telah menyedot miliaran dolar dari pengguna biasa. Modal institusional besar tidak akan pernah menempatkan neracanya di tempat yang bisa dibaca pesaing secara real-time. Solusinya bukan transparansi penuh atau penyembunyian total. Kriptografi modern memungkinkan **privasi yang patuh (compliant privacy)**. Kita dapat membuktikan suatu pernyataan (misalnya, kecukupan cadangan, kepatuhan KYC, transaksi bersih) tanpa membongkar data dasarnya. Audit dan kepatuhan tetap terjaga, tetapi kebocoran informasi dan "pajak transparansi" dihilangkan. Dengan menutup dua cacat ini—melalui kemajuan regulasi dan adopsi privasi yang dapat dibuktikan—blokchain akan mengalami peningkatan murni. Ia akan berubah dari "spreadsheet Google yang mahal dan terbuka" menjadi mesin bersama yang dapat dipercaya yang akhirnya dapat menjaga rahasia. Inilah jembatan yang akan membawa sistem keuangan bernilai triliunan dolar ke dalam dunia yang sebenarnya dirancang untuknya sejak awal.

marsbit2j yang lalu

The Impossible Triad Is Fundamentally a Pseudo-Problem

marsbit2j yang lalu

Chip Optik, Perluasan Kapasitas Produksi Secara Kolektif

Kebutuhan chip optik sedang melonjak, memicu gelombang ekspansi kapasitas global di seluruh rantai pasokan. Di AS, Coherent memperluas pabrik 6 inci InP di Texas dengan pendanaan pemerintah, didukung investasi strategis dari Nvidia. Nokia menambah kapasitas pengujian dan pengemasan chip fotonik. Di Jepang, JX Advanced Metals berinvestasi besar untuk meningkatkan produksi substrat InP hingga 7-10 kali lipat. Di Eropa, IQE dan Tower Semiconductor menyepakati kesepakatan pasokan wafer epitaksial InP jangka panjang, menandakan konvergensi antara platform silicon photonics dan material III-V. Di Cina, perusahaan seperti Suzhou Ray Technology (Soluxe) dan San'an Optoelectronics secara agresif memperluas produksi chip optik dan bahan baku seperti InP. Ekspansi ini didorong oleh permintaan bandwidth yang meledak dari pusat data AI, terlepas dari jalur arsitektur masa depan seperti CPO (Co-Packaged Optics). Laporan Morgan Stanley menekankan bahwa kebutuhan konten optik akan terus tumbuh, baik dengan modul pluggable tradisional, NPO, CPO, atau arsitektur hybrid. Berbagai rute sumber cahaya seperti SiPh + Laser CW, VCSEL, dan MicroLED diperkirakan akan hidup berdampingan untuk aplikasi jarak berbeda dalam pusat data. Pada dasarnya, ini adalah perlombaan kapasitas global di mana AS membangun kembali manufaktur domestik, Jepang menguasai bahan baku, Eropa mendorong integrasi heterogen, dan Cina dengan cepat mengembangkan rantai pasokan terintegrasi secara vertikal. Perlombaan senjata di era fotonik telah memasuki tahap intensif.

marsbit5j yang lalu

Chip Optik, Perluasan Kapasitas Produksi Secara Kolektif

marsbit5j yang lalu

1996 atau 1999? Ujian Pertama Wash adalah 'Bagaimana Melihat AI'

Artikel ini membahas dilema utama yang dihadapi ketua Federal Reserve terbaru, Christopher Warsh, dalam menanggapi ledakan AI. Inti persoalannya adalah apakah kemajuan AI saat ini mirip dengan situasi 1996 — di mana Alan Greenspan membiarkan ekonomi tumbuh tanpa menaikkan suku bunga karena percaya pada pertumbuhan produktivitas — atau lebih mirip 1999, ketika Greenspan akhirnya menaikkan suku bunga secara agresif untuk mencegah overheating ekonomi. Warsh cenderung pada pendekatan 1996, berargumen bahwa manfaat produktivitas AI membutuhkan waktu untuk terlihat dalam data resmi, dan menaikkan suku bunga terlalu dini justru dapat meredam pertumbuhan yang sebenarnya membantu menekan inflasi. Namun, konteks makroekonominya berbeda: tekanan tarif, defisit fiskal yang membesar, dan memudarnya manfaat globalisasi membuat risiko inflasi lebih tinggi daripada era 1990-an. Di sisi lain, kritikus seperti Austan Goolsbee dari Bank Sentral Chicago berpendapat bahwa ledakan AI yang sudah diantisipasi banyak orang justru dapat memicu kenaikan pengeluaran di muka, mendorong overheating ekonomi dan mengharuskan kenaikan suku bunga yang lebih tajam nantinya. Perdebatan ini mencerminkan perpecahan internal di Fed. Paradoks terakhir bagi Warsh adalah keinginannya untuk menghapus "forward guidance" (panduan kebijakan ke depan), suatu praktik yang justru dibuat pada 1999. Jika ekonomi memburuk, ia harus memilih antara menggunakan alat yang ingin dihapusnya atau menghadapi gejolak pasar akibat ketidakpastian. Jawaban atas semua ini bergantung pada penilaiannya: apakah kita berada di tahun 1996 atau 1999?

marsbit7j yang lalu

1996 atau 1999? Ujian Pertama Wash adalah 'Bagaimana Melihat AI'

marsbit7j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片