韩国券商一句业绩“不及预期”,SK海力士大跌12%,存储板块全线承压!

华尔街见闻Dipublikasikan tanggal 2026-07-13Terakhir diperbarui pada 2026-07-13

Abstrak

券商:长期逻辑未变,关注盈利可持续性

7月13日,韩国本地券商KIS发布SK海力士第二季度业绩预测报告。预计SK海力士Q2营收80.9万亿韩元,环比上涨54%,同比大涨264%;营业利润为60.4万亿韩元,环比增长61%,同比增长556%。

数字看起来亮眼,但问题在于:市场共识预期为65万亿韩元,KIS的预测低于共识约8%。

这一偏差,直接引爆了市场。

韩国股市开盘后,SK海力士股价迅速跌超10%,跌破200万韩元关口,较6月25日历史高位在短短三周内回调幅度达33%。

HBM占比高,反而拖累了ASP

KIS在报告中解释了利润不及共识的核心原因:SK海力士的HBM(高带宽内存)营收占比高于同业,出货占比偏高,导致其平均售价(ASP)涨幅低于市场平均水平。

这个逻辑乍看反常——HBM是高端产品,占比高不是应该更赚钱吗?

关键在于定价结构。HBM通常以长期供货合约(LTA)锁定价格,合约价格相对固定,短期内不会随市场行情大幅上调。而普通DRAM和NAND在现货市场上的价格弹性更高,当市场整体涨价时,这类产品的ASP涨幅反而更大。

SK海力士HBM占比偏高,意味着它在这一轮市场均价上行中“吃到的涨价红利”比同业少。

同期普通DRAM、NAND的现货均价还在飙升——KIS预测Q2 DRAM均价环比上涨约30%,NAND上涨约50%——但海力士的整体ASP涨幅被HBM的合约价格"拖了后腿"。

下调源于LTA重新测算,非基本面恶化

KIS在报告中明确指出,此次下调不是业绩担忧,而是将已签订的长期供货合约(LTA)价格假设纳入测算后的修正结果。

报告原文表述为:“这是将已签订的LTA纳入价格假设、对预测进行现实化调整的结果,并非对业绩的担忧。”

KIS同时下调了2026年和2027年营业利润预测,分别较此前低约9%和11%。但该券商强调,随着HBM4从第三季度起正式大批量出货,市场均价上行将带动整体ASP走高,届时SK海力士的ASP涨幅将回归市场平均水平。

KIS预测,2026年Q2营业利润率将达到74.6%,创历史新高,此后每季度持续上升。

该券商维持目标价380万韩元及增持评级,认为本次预测下调只是短期扰动,不改变中长期业绩上行趋势。

“暴增556%却不及预期”:市场情绪的裂缝

同比增长556%,在任何行业都是极为强劲的数字。但资本市场的逻辑是:重要的不是涨了多少,而是有没有达到预期。

市场此前已将65万亿韩元的共识预期充分定价。KIS的预测比这个数字低了约4.6万亿韩元,相当于直接宣告"预期过高"。

这触发了两层担忧:一是短期业绩不及预期的直接冲击;二是HBM高占比是否构成结构性隐患——即SK海力士越是押注HBM,在合约价格锁定期内,其ASP弹性就越受限。

叠加SK海力士上周五刚刚登陆美股,部分押注"打新"的资金在ADR上市后选择套现,进一步加剧了抛压。

踩踏蔓延:港股ETF、A股存储股同步下挫

SK海力士的跌势迅速传导至周边市场。

港股方面,2倍做多SK海力士杠杆ETF单日跌超22%,2倍做多三星电子ETF跌超13%。

A股存储概念股同步跟跌,兆易创新、北京君正、江波龙、佰维存储等多只核心标的跌幅超7%。

但从更宏观的视角看,存储半导体板块近半个月整体进入调整期,部分个股跌幅已超20%,触及技术性熊市分界线。这背后还有全球资金在AI内部及各市场间进行配置再平衡的因素,包括"卖芯片、买云"的轮动逻辑,以及港股市场的阶段性反弹吸引资金回流。

券商:长期逻辑未变,关注盈利可持续性

尽管引发了市场震荡,KIS在报告中的整体立场并不悲观。

该券商认为,随着存储行业向3至5年LTA合约结构转变,企业估值的核心驱动力将从"单季度ASP涨幅"转向"高盈利能力能持续多久"。

KIS报告指出:"从现在起,需要关注的是盈利的可持续性。LTA的扩大正在降低存储行业长期以来的业绩波动性。"

该券商预计,随着合约型营收占比提升,以及HBM产能扩张对整体供给形成挤压,SK海力士的高盈利水平将得以长期维持,估值也将随之重新定价。

目标价380万韩元对应当前股价仍有较大上行空间,KIS维持增持评级。

Bacaan Terkait

SK Hynix Anjlok 12% Setelah Peramalan Laba "Di Bawah Ekspektasi" oleh Broker Korea, Sektor Memori Tertekan

Penurunan Saham SK Hynix dan Tekanan di Sektor Memori: Analisis Laporan Broker Korea KIS Pada 13 Juli, broker Korea Selatan KIS merilis laporan prediksi kinerja kuartal kedua SK Hynix. Meskipun memproyeksikan peningkatan pendapatan dan laba operasi yang signifikan secara tahunan, prediksi laba operasi sebesar 60,4 triliun won tersebut ternyata **8% lebih rendah dari konsensus pasar** yang mengharapkan 65 triliun won. Perbedaan ini memicu reaksi pasar yang tajam. Saham SK Hynix terperosok lebih dari 10% pada pembukaan perdagangan, menyentuh level di bawah 1 juta won. Tekanan jual kemudian menyebar ke pasar terkait, termasuk ETF leverage Hynix/Samsung di Hong Kong dan saham-saham memori di pasar A-shares Tiongkok. KIS menjelaskan bahwa penyebab utama prediksi yang lebih rendah ini adalah **tingginya proporsi pendapatan HBM (High-Bandwidth Memory)** SK Hynix dibandingkan pesaing. HBM, yang harganya sering terkunci dalam kontrak pasokan jangka panjang (LTA), memiliki kenaikan harga rata-rata (ASP) yang lebih rendah dibandingkan DRAM dan NAND biasa yang harganya lebih elastis di pasar spot yang sedang naik. Dengan kata lain, struktur bisnis Hynix yang unggul di HBM justru "mengurangi bagiannya" dari kenaikan harga pasar secara keseluruhan dalam jangka pendek. Namun, KIS menekankan bahwa revisi prediksi ini **bukanlah tanda memburuknya fundamental**, melainkan hasil penyesuaian realistis setelah memasukkan asumsi harga LTA ke dalam model. Broker tersebut tetap mempertahankan **rating "beli" dan target harga 3,8 juta won** untuk SK Hynix, dengan alasan logika jangka panjang tidak berubah. Mereka berpendapat bahwa dengan dimulainya pengiriman massal HBM4 pada kuartal ketiga dan pergeseran industri menuju struktur kontrak jangka panjang yang lebih stabil, fokus investor akan beralih dari kenaikan ASP kuartalan menuju **keberlanjutan profitabilitas tinggi** perusahaan.

链捕手39m yang lalu

SK Hynix Anjlok 12% Setelah Peramalan Laba "Di Bawah Ekspektasi" oleh Broker Korea, Sektor Memori Tertekan

链捕手39m yang lalu

Pola Mirip MicroStrategy Gagal? Peniru yang Memegang 30.000 Bitcoin, Investor Menolak Membayar Sebelum IPO

Penulis: Claude, Deep Tide TechFlow Panduan Deep Tide: Perusahaan perbendaharaan Bitcoin BSTR dari salah satu pendiri Blockstream, Adam Back, bersama perusahaan SPAC Cantor Equity Partners I (CEPO) mengumumkan pada 8 Juli bahwa mereka tidak akan menyelesaikan penggabungan sesuai perjanjian awal Juli 2025. Penempatan swasta (PIPE) yang terikat dengan transaksi juga tidak lagi diwajibkan. Rapat umum pemegang saham yang dijadwalkan pada 10 Juli ditunda tanpa batas waktu. Transaksi ini semula bertujuan untuk go public dengan 30.021 Bitcoin dan maksimal $1,5 miliar dalam pendanaan PIPE tunai. Dengan harga Bitcoin sekitar $64.000, hampir setengah dari puncak historis $126.000 pada Oktober lalu, premium saham yang menjadi pendorong model "perusahaan penimbun Bitcoin" telah menghilang. Inti masalahnya bukan pada Bitcoin, tetapi pada premi pasar (mNAV) yang menjadi "bahan bakar" model pendanaan ini. Model ini bergantung pada kemampuan perusahaan menerbitkan saham di atas nilai aset bersihnya untuk membeli lebih banyak Bitcoin, sehingga meningkatkan kandungan Bitcoin per saham. Saat premi menyusut mendekati atau di bawah 1x, siklus ini terputus. Tekanan juga terlihat di seluruh sektor ini. Misalnya, American Bitcoin yang melibatkan Eric Trump terpaksa melakukan pemecahan saham terbalik, sementara Metaplanet dan perusahaan penimbun AS lainnya juga menghadapi tantangan. Cantor dan BSTR masih bernegosiasi mengenai struktur dan persyaratan transaksi baru. Dokumen SEC berikutnya yang akan menjadi penentu, menjawab tiga pertanyaan kunci: berapa banyak dari 30.021 Bitcoin awal yang tersisa, berapa banyak komitmen PIPE yang bertahan, dan harga seperti apa yang sekarang diinginkan investor. Hasil negosiasi ini akan menjadi uji tekanan publik bagi seluruh model bisnis perusahaan penimbun Bitcoin, menentukan apakah model ini dapat bertahan dalam lingkungan premi rendah atau tidak.

marsbit1j yang lalu

Pola Mirip MicroStrategy Gagal? Peniru yang Memegang 30.000 Bitcoin, Investor Menolak Membayar Sebelum IPO

marsbit1j yang lalu

Ingin Lembaran Bullish Besar Lainnya? Bitcoin Butuh Triliunan Dolar Dana Baru Masuk

Untuk memicu bull market besar berikutnya, Bitcoin memerlukan aliran modal baru triliunan dolar AS. Saat ini, harga Bitcoin berkisar di $63.000, turun 50% dari rekor tertinggi $126.000 pada Oktober 2025. Analisis dari CryptoQuant mengungkapkan bahwa efisiensi modal Bitcoin telah menurun drastis. Jika pada 2011 hanya dibutuhkan $27 miliar untuk kenaikan 55.436%, siklus saat ini membutuhkan $697 miliar hanya untuk kenaikan 689%. Untuk mendorong pertumbuhan signifikan, diperkirakan diperlukan tambahan modal $1 triliun, yang membutuhkan partisipasi institusional besar-besaran. Di sisi lain, persediaan Bitcoin yang dapat diperdagangkan semakin menipis. Laporan K33 Research menunjukkan 79% pasokan yang beredar dipegang oleh pemegang jangka panjang, tingkat tertinggi sepanjang masa. Hal ini membuat pasar lebih mudah bergerak, tetapi tidak menjamin aliran masuk modal baru. Indikator laba-rugi (MVRV) Bitcoin telah mencapai -0.35, level terendah dalam 43 bulan, menandakan tekanan jual yang luas mungkin telah habis. Secara historis, level ini sering diikuti oleh pemulihan kuat. Secara keseluruhan, pasar menunjukkan tanda-tanda pembentukan dasar: tekanan jual berkurang, kepemilikan terkonsentrasi, dan indikator teknis mendukung. Namun, pemulihan berkelanjutan dan bull market baru masih bergantung pada faktor penentu: masuknya modal institusional skala besar yang belum terwujud, sementara lingkungan makro masih menekan.

Foresight News1j yang lalu

Ingin Lembaran Bullish Besar Lainnya? Bitcoin Butuh Triliunan Dolar Dana Baru Masuk

Foresight News1j yang lalu

Trading

Spot
活动图片