Japan’s Largest Banks Eye FY2026 Stablecoin Rollout Amid Regulatory Push

bitcoinistDipublikasikan tanggal 2026-06-11Terakhir diperbarui pada 2026-06-11

Abstrak

Japan's three largest banks—MUFG Bank, Sumitomo Mitsui Banking Corp., and Mizuho Bank—are advancing plans to launch a jointly-issued yen-pegged stablecoin by the end of fiscal year 2026 (March 31, 2027). They have established a voluntary council to develop the operational framework, governance, and issuance infrastructure for the token, which will be issued under a trust agreement. The move aligns with Japan's regulatory push to expand its yen-based digital asset market, following 2022 amendments to the Payment Services Act that restrict stablecoin issuance to licensed entities like banks and trust companies. The banks, which began exploring this initiative in late 2025, aim to support a wide range of use cases and are considering future collaborations with other financial institutions. This development occurs alongside other yen-stablecoin launches and recent political proposals to promote such tokens for settlement in Asia.

As Japanese financial authorities push to expand the yen-based digital asset market, three megabanks have advanced their joint stablecoin plans by establishing a council to develop the framework for issuing the token this fiscal year.

Megabanks Advance Joint Stablecoin Plans

The three largest Japanese banks, Mitsubishi UFJ Financial Group (MUFG) Bank, Sumitomo Mitsui Banking Corp., and Mizuho Bank, are preparing to launch their jointly issued stablecoin by the end of the 2026 fiscal year (FY2026).

In a Wednesday statement, the megabanks revealed their plan to conduct commercial transactions during FY2026 using a stablecoin issued under a trust agreement, where the three banks will serve as joint settlors and a trust bank or similar entity will act as trustee.

The banks announced they have signed a memorandum of understanding (MoU) to form a joint voluntary council to review operational frameworks, governance, and related issues to support the token’s practical implementation.

“The Council will serve as a framework for examining the potential development of an issuance infrastructure related to the Subject Stablecoin, as well as the design of systems, schemes, and governance structures,” the statement read.

The three banks will also accelerate their efforts to support the potential use of these tokens across a wide range of use cases, aiming to launch live transactions of the joint stablecoin before March 31, 2027, when the current fiscal year ends. In addition, the council will also consider collaborations with financial institutions and other relevant stakeholders that may join the project in the future.

Notably, the megabanks, which serve over 300,000 companies combined, began exploring the launch of a joint stablecoin in late 2025, with initial reports suggesting plans to debut the token within FY2025.

In November, the banks announced a pilot project under the Financial Services Agency’s (FSA) Payment Innovation Project. The pilot used the infrastructure of Tokyo-based fintech company Progmat and aimed to gather “practical knowledge” on the joint issuance of a stablecoin and advanced cross-border payments.

Japan’s Regulatory Push For Yen-Backed Tokens

In 2022, Japanese authorities amended the Payment Services Act to establish a legal framework for stablecoins. Under the new regime, only licensed money transfer companies, trust companies, and banks are allowed to issue yen-denominated tokens.

Tokyo fintech company JPYC launched the first yen-pegged token, JPYC, in October, backed by yen reserves, including bank deposits and government bonds. Earlier this year, SBI Holdings partnered with Startale Group for JPYSC, a trust bank-backed yen stablecoin for institutional and cross-border use cases.

Last week, Japan’s Liberal Democratic Party (LDP) called for the creation of rules for crypto exchange-traded funds (ETFs) and the promotion of yen-denominated stablecoins in the region in a new proposal to the government.

Junichi Kanda, a lawmaker on the ruling party’s panel, affirmed that the LDP pushed the government to boost the use of yen stablecoins in the region. “We urged the government to take steps to promote ​yen stablecoins for settlement in Asia in the future,” he stated.

The lawmaker also said that Japan could promote yen-based tokens and blockchain innovation next year, when the country hosts the Asian Development Bank’s annual meeting.

Meanwhile, the FSA recently expanded the Cabinet Office Ordinance to recognize certain trust-type stablecoins issued by foreign trust banks and similar entities as electronic payment instruments under the Payment Services Act.

The total crypto market capitalization is at $2.12 trillion in the one-week chart. Source: TOTAL on TradingView

Pertanyaan Terkait

QWhat is the target fiscal year for Japan's three megabanks to roll out their jointly issued stablecoin?

AThe target fiscal year is FY2026, aiming for launch before March 31, 2027.

QWhich three Japanese megabanks are collaborating on the joint stablecoin project?

AThe three banks are Mitsubishi UFJ Financial Group (MUFG) Bank, Sumitomo Mitsui Banking Corp., and Mizuho Bank.

QWhat recent regulatory change in Japan created a legal framework for stablecoin issuance?

AIn 2022, Japanese authorities amended the Payment Services Act to establish a legal framework, allowing only licensed money transfer companies, trust companies, and banks to issue yen-denominated stablecoins.

QWhat is the purpose of the voluntary council formed by the three megabanks?

AThe council's purpose is to examine the development of an issuance infrastructure, as well as the design of systems, schemes, and governance structures to support the practical implementation of their joint stablecoin.

QHow does Japan's ruling Liberal Democratic Party (LDP) intend to promote yen stablecoins according to the article?

AThe LDP, through a lawmaker on its panel, urged the government to promote yen stablecoins for settlement in Asia, potentially leveraging events like next year's Asian Development Bank annual meeting which Japan will host.

Bacaan Terkait

Debut Wash: Ketua FED yang Paling Paham Crypto Sepanjang Sejarah Akan Datangkan Kejutan atau Teror Bagi Pasar?

**Penampilan Perdana Kevin Warsh: Ketua Fed Paling Paham Crypto, Akan Bawa Kejutan atau Kekhawatiran?** Ketua Federal Reserve yang baru, Kevin Warsh, bersiap untuk konferensi pers kebijakan moneter pertamanya di tengah situasi sulit: inflasi yang bangkit kembali, tekanan pasar untuk menaikkan suku bunga, dan desakan Presiden Trump untuk menurunkan suku bunga. Yang unik, Warsh adalah ketua Fed pertama yang secara terbuka memiliki portofolio investasi tidak langsung yang signifikan di aset kripto dan perusahaan Web3, mencakup berbagai sektor seperti blockchain, DeFi, dan infrastruktur pembayaran. Pemahaman pribadinya tentang teknologi ini berbeda dengan pendahulunya. Analisis kebijakannya berfokus pada dua hal: **sikap hawkish melawan inflasi** yang mungkin berarti lingkungan suku bunga ketat, dan **sikap ramah terhadap aset digital** yang bisa membawa perubahan regulasi dari "pencegahan" menjadi "integrasi dan inovasi". Dampak pada pasar kripto dapat dilihat dari: **pergeseran ekspektasi regulasi** yang lebih mendukung, **penetapan ulang premi risiko** bergantung pada komunikasi kebijakan yang jelas dari Warsh, serta **aliran modal global** yang mungkin mengalir lebih deras ke aset kripto karena legitimasi yang meningkat. Dua skenario utama untuk penampilan perdananya: 1. **Kejutan:** Gabungan sikap kebijakan moneter yang relatif lunak (dovish) dan sinyal ramah kripto dapat memulihkan sentimen pasar. 2. **Kekhawatiran:** Sinyal hawkish yang lebih keras dari perkiraan, seperti isyarat kenaikan suku bunga, dapat memicu tekanan jual di aset berisiko, termasuk kripto. Meski secara etika Warsh telah menjual semua kepemilikannya terkait kripto, pemahaman mendalamnya tentang blockchain diharapkan dapat membentuk kerangka regulasi yang lebih koheren dan mendukung, menjadi infrastruktur penting bagi arus utama aset kripto dalam jangka panjang.

marsbit3j yang lalu

Debut Wash: Ketua FED yang Paling Paham Crypto Sepanjang Sejarah Akan Datangkan Kejutan atau Teror Bagi Pasar?

marsbit3j yang lalu

AGI Bukan Akhir, Makalah Baru DeepMind: Menuju ASI, Kemajuan AI yang Sesungguhnya Baru Dimulai

Jika Kecerdasan Buatan Umum (AGI) tercapai, apakah itu titik akhir? Tim Google DeepMind dalam laporan terbarunya berpendapat bahwa AGI **bukanlah akhir perjalanan**. AI diprediksi akan terus berkembang melampaui kemampuan tim ahli manusia terbaik, menuju Superintelligence (ASI). Laporan ini membedakan tiga konsep: AGI (kecerdasan setara manusia rata-rata), ASI (melampaui manusia di hampir semua bidang), dan UAI (batas teoretis maksimal). Transisi dari AGI ke ASI dapat melalui empat jalur potensial: 1. **Ekspansi Lanjutan**: Meningkatkan skala komputasi, model, dan data. 2. **Inovasi Algoritma**: Penyempurnaan paradigma yang ada atau pergeseran paradigma baru. 3. **Peningkatan Diri Secara Rekursif**: AI yang lebih kuat membantu mengembangkan generasi AI berikutnya yang lebih kuat. 4. **Koordinasi Multi-Agen**: Kecerdasan kolektif dari banyak sistem AGI yang berkolaborasi. Namun, terdapat enam kemacetan potensial: dinding data, tekanan sumber daya ekonomi & alam, batasan paradigma jaringan saraf saat ini, meningkatnya kesulitan penelitian, hambatan abstraksi, serta tantangan regulasi dan penerimaan sosial. Laporan ini juga menyoroti bahwa jika AI melampaui manusia, sistem evaluasi (benchmark) yang ada menjadi tidak relevan. Diperlukan kerangka pengukuran baru, seperti tugas kolaborasi/kompetisi multi-agen, pengujian yang dihasilkan otomatis, atau indikator tidak langsung seperti produktivitas ekonomi. ASI bukanlah sistem ajaib yang mahatahu; perkembangannya tetap dibatasi oleh hukum fisika, kompleksitas komputasi, data, sumber daya, dan umpan balik dunia nyata. Arah dan kecepatan kemajuan AI masih penuh ketidakpastian, sehingga memerlukan penelitian, prediksi, dan mekanisme evaluasi yang terus diperbarui.

marsbit4j yang lalu

AGI Bukan Akhir, Makalah Baru DeepMind: Menuju ASI, Kemajuan AI yang Sesungguhnya Baru Dimulai

marsbit4j yang lalu

Trading

Spot
Futures

Artikel Populer

Cara Membeli PUSH

Selamat datang di HTX.com! Kami telah membuat pembelian Push Protocol (PUSH) menjadi mudah dan nyaman. Ikuti panduan langkah demi langkah kami untuk memulai perjalanan kripto Anda.Langkah 1: Buat Akun HTX AndaGunakan alamat email atau nomor ponsel Anda untuk mendaftar akun gratis di HTX. Rasakan perjalanan pendaftaran yang mudah dan buka semua fitur.Dapatkan Akun SayaLangkah 2: Buka Beli Kripto, lalu Pilih Metode Pembayaran AndaKartu Kredit/Debit: Gunakan Visa atau Mastercard Anda untuk membeli Push Protocol (PUSH) secara instan.Saldo: Gunakan dana dari saldo akun HTX Anda untuk melakukan trading dengan lancar.Pihak Ketiga: Kami telah menambahkan metode pembayaran populer seperti Google Pay dan Apple Pay untuk meningkatkan kenyamanan.P2P: Lakukan trading langsung dengan pengguna lain di HTX.Over-the-Counter (OTC): Kami menawarkan layanan yang dibuat khusus dan kurs yang kompetitif bagi para trader.Langkah 3: Simpan Push Protocol (PUSH) AndaSetelah melakukan pembelian, simpan Push Protocol (PUSH) di akun HTX Anda. Selain itu, Anda dapat mengirimkannya ke tempat lain melalui transfer blockchain atau menggunakannya untuk memperdagangkan mata uang kripto lainnya.Langkah 4: Lakukan trading Push Protocol (PUSH)Lakukan trading Push Protocol (PUSH) dengan mudah di pasar spot HTX. Cukup akses akun Anda, pilih pasangan perdagangan, jalankan trading, lalu pantau secara real-time. Kami menawarkan pengalaman yang ramah pengguna baik untuk pemula maupun trader berpengalaman.

319 Total TayanganDipublikasikan pada 2024.12.13Diperbarui pada 2026.06.02

Cara Membeli PUSH

Diskusi

Selamat datang di Komunitas HTX. Di sini, Anda bisa terus mendapatkan informasi terbaru tentang perkembangan platform terkini dan mendapatkan akses ke wawasan pasar profesional. Pendapat pengguna mengenai harga PUSH (PUSH) disajikan di bawah ini.

活动图片