Trust Wallet добавил поддержку Apple Pay и Google Pay

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2025-08-26Terakhir diperbarui pada 2025-11-27

Один из крупнейших некастодиальных кошельков Trust Wallet объявил о серьезном обновлении функционала. Платформа интегрировала платежные системы Apple Pay и Google Pay.

Апгрейд призван дать пользователям возможность быстро пополнять свои кошельки фиатными средствами.

В рамках нововведения Trust Wallet запустил функцию Express Buy. С ее помощью можно мгновенно покупать криптовалюту и получать ее прямо на самокастодиальный адрес.

«Пополнение баланса — это первый шаг в Web3, и он должен быть таким же простым, как отправка текстового сообщения», — заявили представители кошелька.

Для новичков это означает сокращение процедуры онбординга с заполнения множества форм до нескольких экранов. Весь процесс должен занимать секунды.

По теме: Trust Wallet добавил поддержку Meme Rush

Активы, лимиты и география

Новая функция поддерживает покупку семи основных активов. Среди них биткоин (BTC), Ethereum (ETH), BNB (BNB), Solana (SOL), XRP (XRP), USDC и USDT. Пользователи могут вносить фиатные средства в долларах и евро.

Минимальная сумма покупки — $20. Лимиты варьируются в зависимости от выбранного провайдера и региона, а доступность зависит от страны и текущего баланса кошелька.

Функция Express Buy доступна более чем в 40 странах. В том числе в США, Великобритании, Канаде, Германии, Франции, Бразилии, ОАЭ, Австралии, Японии, Сингапуре, Аргентине, Мексике, Испании и Италии.

В планах разработчиков — расширение списка доступных валют и дальнейшее увеличение географии присутствия.

Дополнительные возможности Trust Wallet в виде добавления Apple Pay и Google Pay продолжают череду расширений функционала кошелька.

За последний месяц команда проекта также запустила P2P для покупки криптовалюты в 150 странах, программу лояльности с бонусами для активных пользователей и торговлю фьючерсами на базе Aster.

По теме: «100% риск без прибыли»: аналитик усомнился в рациональности хранения Tether

Эта статья не содержит инвестиционных советов или рекомендаций. Каждое инвестиционное и торговое решение связано с риском, читатели должны самостоятельно проводить исследование перед принятием решений.

Bacaan Terkait

NASDAQ Berdagang 23 Jam Sehari, Bisnis Siapa yang Diambil?

NASDAQ berencana memperpanjang jam perdagangan menjadi 23 jam per hari mulai 6 Desember 2026, menutupi sesi malam yang sesuai dengan jam siang di Asia. Perubahan ini bertujuan merebut pesanan dari platform perdagangan malam (ATS), sistem internal broker, dan bursa lain, serta menjadikan pasar AS sebagai tempat utama untuk bereaksi terhadap peristiwa global kapan saja. Data menunjukkan perdagangan malam AS didominasi oleh ETF (seperti SPY, QQQ) dan segelintir saham blue-chip (Tesla, Nvidia, Alibaba), lebih berfokus pada manajemen risiko makro daripada analisis perusahaan individual. Dengan kata lain, NASDAQ ingin mengubah siang hari investor Asia menjadi jam perdagangan AS. Perpanjangan jam membawa tantangan: biaya operasi yang lebih tinggi untuk seluruh infrastruktur keuangan, likuiditas terbatas, dan spread yang lebih lebar di sesi malam. Harga mungkin muncul lebih cepat, tetapi tidak selalu lebih akurat. Inisiatif ini mencerminkan perebutan pesanan dan hak penentuan harga global. Pasar AS, melalui ETF-nya, semakin menjadi tempat penetapan harga awal untuk berbagai aset global, bahkan sebelum pasar domestiknya dibuka. Sementara bursa seperti Hong Kong perlu fokus pada peningkatan kualitas aset dan konektivitas, daripada sekadar meniru perpanjangan jam perdagangan. Intinya, yang diperebutkan bukan sekadar jam operasi yang lebih lama, melainkan siapa yang mendefinisikan harga global berikutnya.

marsbit3j yang lalu

NASDAQ Berdagang 23 Jam Sehari, Bisnis Siapa yang Diambil?

marsbit3j yang lalu

Michael Saylor Membandingkan Bitcoin dan Emas!

Pendiri MicroStrategy Michael Saylor menyatakan Bitcoin mengubah cara menyimpan dan mentransfer kekayaan dengan mengubah kelangkaan digital menjadi nilai ekonomi. Ia menjelaskan Bitcoin menggabungkan komputer, jaringan digital, dan kriptografi untuk menciptakan jaringan moneter digital pertama dalam sejarah. Saylor membandingkan Bitcoin dengan emas, menekankan bahwa meningkatkan pasokan Bitcoin lebih sulit, sementara mengintegrasikannya dengan perangkat lunak dan mentransfernya lebih mudah. Ia menyebut mekanisme proof-of-work menghubungkan Bitcoin dengan dunia fisik dengan mengonsumsi energi nyata untuk keamanan ledger, sehingga meningkatkan biaya untuk mengubah transaksi masa lalu. Menurutnya, istilah "energi moneter digital" lebih tepat daripada "emas digital". Bitcoin dideskripsikan bukan hanya sebagai perangkat lunak tetap, tetapi sistem yang dapat beradaptasi terdiri dari penambang, node, pengembang, modal, dan pengguna. Tujuan utamanya adalah menciptakan ledger yang aman dan andal untuk aset digital langka, dengan fungsi kompleks ditinggalkan ke aplikasi lapisan lebih tinggi. Dampak mendalam Bitcoin adalah menciptakan bentuk baru kedaulatan digital di mana individu dapat mengontrol kekuatan ekonomi mereka melalui kunci privat tanpa memerlukan izin. Kepemilikan diverifikasi secara matematis, bukan oleh institusi. Perusahaan, bank, dan aplikasi dapat membangun sistem ekonomi kompleks di atas Bitcoin. Saylor menyimpulkan bahwa kelangkaan fisik membuat emas menjadi uang, dan kelangkaan digital melakukan hal yang sama untuk Bitcoin. Bitcoin lebih dari sekadar alat pembayaran; itu adalah "energi moneter" di era digital. *Ini bukan rekomendasi investasi.

cryptonews.ru4j yang lalu

Michael Saylor Membandingkan Bitcoin dan Emas!

cryptonews.ru4j yang lalu

Trading

Spot
活动图片