Помплиано: биткоин падал на 30% уже 21 раз за десятилетие — это норма

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2025-05-24Terakhir diperbarui pada 2025-11-25

Инвесторы с Уолл-Стрит не должны пугаться волатильности биткоина — новые участники рынка просто не привыкли к таким колебаниям, считает криптопредприниматель Энтони Помплиано (Anthony Pompliano).

В интервью телеканалу CNBC Помплиано объяснил, что биткоин проседает на 30% примерно раз в полтора года, и недавнее снижение вряд ли удивит опытных участников рынка.

«За последнее десятилетие биткоин падал на 30% и больше 21 раз», — отметил Помплиано. «Биткойнеры к этому привыкли. А вот кто не привык — так это люди, которые приходят с Уолл-Стрит. Они не привыкли к такой волатильности».

По словам эксперта, новые участники рынка испытывают серьезные опасения. В конце года люди думают о бонусах и решают, стоит ли продавать актив, который раньше казался им привлекательным. Именно это создает давление на цену биткоина.

Распродажа шла в основном в США

Мэттью Сигел (Matthew Sigel), глава отдела исследований цифровых активов в VanEck, отметил в понедельник, что недавняя массовая продажа биткоина была «преимущественно явлением американских торговых сессий». Первая криптовалюта опустилась до минимумов около $82 000.

По его мнению, основными факторами стали сокращение ликвидности в США и расширение кредитных спредов. Опасения по поводу масштабных инвестиций, связанных с искусственным интеллектом, столкнулись с более хрупким рынком финансирования.

Волатильность помогает росту цены

Волатильность биткоина резко выросла за последние два месяца, и на этой неделе достигла максимума, что может спровоцировать крупные движения рынка в обе стороны, отмечает аналитик Bitwise Джефф Парк (Jeff Park).

Помплиано рассказал CNBC, что люди, давно наблюдающие за криптоиндустрией, понимают — волатильность является мощным индикатором.

«Это не негативный фактор. Меня бы беспокоило, если бы волатильность биткоина была практически нулевой. Нужна волатильность, чтобы актив рос», — пояснил он.

За последние десять лет биткоин вырос в 240 раз, что составляет примерно 70% сложной годовой доходности. Помплиано не ожидает сохранения таких темпов роста в будущем, но считает, что даже 20-35% годовых позволят обогнать акции.

«Именно поэтому многие сторонники биткоина очень увлечены этим активом», — заключил эксперт.

Статистика подтверждает слова Помплиано о стабильной волатильности биткоина. Опытные участники рынка воспринимают текущие колебания как естественную часть торговли, в то время как институциональные инвесторы продолжают адаптироваться к особенностям криптовалютного рынка.

Bacaan Terkait

Grayscale: Zcash, Privasi Keuangan di Era AI

**Grayscale: Zcash, Privasi Keuangan di Era AI** Privasi keuangan bukan fitur tambahan, tapi komponen penting fungsi uang. Perubahan teknologi seperti adopsi stablecoin, aplikasi blockchain, dan alat pengawasan baru berbasis AI dapat memicu gelombang perhatian publik ketiga terhadap privasi keuangan. Zcash muncul sebagai mata uang digital terdesentralisasi yang mirip Bitcoin, namun dilengkapi mekanisme privasi matang. Bitcoin transparan, sedangkan Zcash menawarkan transaksi "terlindungi" yang menyembunyikan pengirim, penerima, dan jumlah menggunakan teknologi **zero-knowledge proof**, dengan opsi pengungkapan selektif jika diperlukan. Jalur evolusi Zcash fokus pada peningkatan kegunaan melalui pembaruan seperti **Sapling** (2018) dan **Orchard** (2022), serta pengoptimalan dompet seperti Zodl untuk menjaga aset tetap dalam lingkungan terlindungi selama bertransaksi. Saat ini, ZEC hanya mencakup sekitar 0,6% dari kapitalisasi pasar aset "mata uang kripto". Data on-chain menunjukkan permintaan riil untuk privasi, dengan 90% transaksi Zcash menggunakan fitur terlindungi dan 25% pasokan ZEC beredar berada di kolam terlindungi (rekor tertinggi). Ini menunjukkan bahwa privasi adalah perilaku nyata, bukan hanya narasi. Nilai Zcash terletak pada kemungkinan pasar yang belum sepenuhnya menilai pentingnya privasi di masa depan. Risiko meliputi tantangan regulasi, masalah kolam warisan (legacy pools), dan eksekusi roadmap teknis yang kompleks seperti proposal **Tachyon** dan **Crosslink**. Kesimpulannya, Zcash mewakili opsi untuk privasi keuangan digital yang praktis. Peluang investasinya terletak pada potensi pasar yang belum mengenali sepenuhnya nilai privasi, bukan pada penggantian Bitcoin.

marsbit6m yang lalu

Grayscale: Zcash, Privasi Keuangan di Era AI

marsbit6m yang lalu

Bear Market Telah Berakhir, Siklus Bull Market Baru Telah Dimulai

Hanya dalam tiga hari, Bitcoin melonjak lebih dari 20% dari titik terendah $64.100 pada 19 Agustus, mencapai $79.500 pada 21 Agustus. Pasar berubah dari panik menjadi serakah. Aset kripto global mengalami likuidasi lebih dari $4 miliar, dengan posisi short mendominasi $3.7 miliar, mencatat pemerasan short terburuk sejak 2021. Kapitalisasi pasar Bitcoin mencapai $1.5 triliun, melampaui Meta. ETF spot Bitcoin mencatat aliran masuk bersih $606 juta. Kapitalisasi pasar altcoin kembali ke $1 triliun, dengan ETH, XRP, HYPE, dan SOL menunjukkan kinerja kuat. Beberapa faktor mendorong kenaikan ini: Sinyal pelonggaran likuiditas makro AS, pertemuan Presiden Trump dengan pemimpin industri kripto yang mendorong UU CLARITY, serta proposal kerangka regulasi baru dari SEC dan komitmen CFTC untuk membentuk aturan pasar kripto. Pasar juga mengalami pemerasan short yang signifikan, dengan banyak posisi short terlikuidasi, termasuk oleh paus terkenal. Analis terbagi: Banyak yang optimis (Bitwise, Coinbase CEO) menyatakan dasar telah terbentuk dan siklus bull baru dimulai, dengan target harga tinggi dari Standard Chartered dan Risk Dimensions. Namun, beberapa memperingatkan kondisi jenuh beli dan menyarankan kehati-hatian, menunggu konfirmasi penembusan $80,000-$85,000. Tantangan ke depan adalah mempertahankan aliran masuk ETF spot, menembus dan bertahan di zona resisten $78.000-$80.000, serta hasil voting UU CLARITY di Senat AS pada 15 September yang akan menjadi katalis penting berikutnya.

marsbit10m yang lalu

Bear Market Telah Berakhir, Siklus Bull Market Baru Telah Dimulai

marsbit10m yang lalu

Tanpa DeFi, Apakah RWA Masih Bermakna?

Pembahasan industri RWA seringkali dimulai dengan visi sederhana: tokenisasi aset seperti obligasi, saham, atau komputasi. Namun, tokenisasi saja ibarat memberi kode batang pada kontainer—ini berguna tetapi bukan solusi transformatif. Token hanyalah representasi hak yang dapat dialamatkan, sedangkan DeFi adalah sistem operasi pasar yang memberikan utilitas nyata. Nilai RWA terletak pada kemampuannya untuk dinilai, dibiayai, dilindung nilai, diperdagangkan, dan diselesaikan dalam lingkungan yang menekan, tanpa memerlukan koordinasi manual setiap kali. Tokenisasi adalah langkah pertama, tetapi untuk menjadi komponen keuangan yang matang, RWA memerlukan enam lapisan: hak hukum yang dapat ditegakkan, orakel data yang andal, aturan transfer/penebusan yang jelas, likuiditas pasar sekunder, parameter kolateral yang realistis, dan jalur penyelesaian kerugian yang kredibel. Tantangan mendasar adalah RWA berjalan pada beberapa "jam" waktu yang berbeda—penyelesaian blockchain yang instan versus waktu penyelesaian dunia nyata yang lambat—yang menciptakan kesenjangan risiko likuidasi dan likuidasi. Likuiditas sejati bukan tentang TVL, tetapi tentang kemampuan untuk keluar dari posisi dalam jendela waktu yang diperlukan. Leverage membuka utilitas ekonomi tetapi juga memperkenalkan kerapuhan; tingkat kolateral harus memperhitungkan faktor-faktor seperti penundaan penebusan dan kemampuan market maker, bukan hanya volatilitas historis. Risiko RWA harus dipetakan sebagai grafik hubungan dari berbagai node yang saling bergantung. Pemantauan harus proaktif, mendeteksi sinyal risiko off-chain sebelum tercermin pada harga. Sementara tokenisasi obligasi pemerintah adalah titik masuk yang baik, batas depan yang lebih menarik adalah aset seperti daya komputasi dan energi, yang memerlukan model risiko khusus. Tokenisasi saham dan kontrak *perpetual* akan menghubungkan dua sistem besar, tetapi memerlukan arsitektur yang kuat untuk mengelola risiko yang saling terkait. Kesimpulannya, tanpa DeFi, RWA memiliki nilai terbatas—terutama untuk distribusi dan transparansi yang lebih baik. Nilai transformatif sejati muncul ketika RWA terintegrasi ke dalam pasar modal yang dapat diprogram, di mana aset dapat digunakan sebagai kolateral dan dikelola dengan ketahanan yang diuji. Token hanyalah kode batang; pasar adalah mesin yang sebenarnya beroperasi. Tahap selanjutnya bukanlah lebih banyak token, tetapi membangun lapisan operasional yang mengubah kepemilikan hukum menjadi strategi keuangan yang tangguh.

marsbit32m yang lalu

Tanpa DeFi, Apakah RWA Masih Bermakna?

marsbit32m yang lalu

Pemerintah Turun Tangan Campur Tangan di Pasar Obligasi, Apa Artinya?

Tanggal 19 Agustus 2026, Departemen Keuangan AS mengumumkan peningkatan skala operasi pembelian kembali obligasi pemerintah jangka panjang menjadi setidaknya dua kali lipat, dari $20 miliar menjadi $40 miliar, efektif 9 September hingga 4 November 2026. Pengumuman ini langsung menurunkan imbal hasil obligasi 30-tahun sebesar 9 basis poin dan mendorong pasar saham serta emas naik. Langkah ini merupakan respons taktis terhadap tekanan naiknya imbal hasil obligasi, yang mencapai level tertinggi sejak 2007 (5.34%) sehari sebelumnya, didorong oleh inflasi yang bandel, tekanan geopolitik, utang publik AS yang melampaui $40 triliun, dan berkurangnya permintaan dari pembeli tradisional seperti bank sentral asing. Operasi pembelian kembali (repo) bertujuan meningkatkan likuiditas di pasar obligasi "off-the-run" yang kurang aktif, mirip dengan buyback saham perusahaan. Namun, langkah ini tidak mengurangi total utang AS, hanya mengubah struktur jatuh tempo, karena dibiayai dengan penerbitan utang baru jangka pendek. Ini berbeda dari pelonggaran kuantitatif (QE) yang menciptakan uang baru. Meski memberi dukungan psikologis dan teknis jangka pendek, intervensi ini tidak mengatasi masalah struktural mendasar: defisit fiskal besar, persaingan modal global, dan penurunan permintaan terhadap surat utang AS. Analis memperingatkan bahwa tanpa perubahan kebijakan fiskal mendasar, tekanan naiknya imbal hasil jangka panjang kemungkinan akan berlanjut. Bagi investor, langkah ini mungkin mendukung harga ETF obligasi jangka panjang dan aset safe-haven seperti emas dalam jangka pendek, tetapi tidak cukup signifikan untuk menurunkan suku bunga hipotek atau mengubah lingkungan investasi yang menantang.

marsbit34m yang lalu

Pemerintah Turun Tangan Campur Tangan di Pasar Obligasi, Apa Artinya?

marsbit34m yang lalu

Trading

Spot
活动图片